Selasa, 25 Juni 2019

My Trip My Adventure (Semangat untuk perjalanan selanjutnya)

Seperti biasa disela-sela padatnya beban kerja yang lagi penuh deadline ini sejenak 'mencuri waktu' untuk merefresh otak ini biar ga buntu 😁

Hanya ingin sedikit berbagi cerita tentang perjalanan kemarin, setidaknya nitip nyimpen cerita untuk someday bisa dikenang lagi saat anak-anak sudah gede nanti.

Perjalanan yang sebenarnya antara sudah direncanakan dan tidak. Direncanakan karena memang sudah diagendakan dari sebelum bulan puasa untuk bisa menghadiri hajat salah satu saudara kami, Mba Nunung putri dari Pakde Nono (Kakak dari ibuku). Dari awal saya memang sudah merencanakan perjalanan dengan kereta api karena anak sulungku yang mabok darat kalau naik mobil. Selain itu mbah atung dan mbah uti sudah berangkat terlebih dahulu untuk menghadiri hajatan juga di Bogor dan langsung mendarat di Cirebon, so kita ga bisa nebeng deh.πŸ˜›

Mendekati hari H tiba-tiba si Kakak bilang nggak mau ikut ke Cirebon karena takut mabok dikarenakan kami harus naik kereta dari Stasiun Tegal bukan dari Stasiun Slawi yang otomatis dari rumah ke Stasiun Tegal harus menggunakan Grab/ Gocar dan buat dia membayangkannya saja sudah bikin mual. Berkali-kali aku tanya lagi jawaban si Kakak tetap sama TIDAK! "Aku di rumah aja sama Eyang sama Ayah", baiklah bunda tak bisa memaksa.

H-1 aku pesan tiket untuk satu orang karena si dedek belum masuk hitungan. Karena si dedek tidak mabok kendaraan rencana kita naik angkot saja menuju stasiun (lumayan buat ngirit ongkos)😜.

Manusia berencana namun lagi dan lagi Allah-lah Yang Maha Berkehendak. Hari Jum'at sepulang kantor yang rencananya kita mau langsung berangkat terpaksa harus di pending karena si Kakak tiba-tiba mewek minta ikut (piye iki nok ayu...). Ayah yang sedang tidak di rumah langsung di telpon dan setelah melalui obrolan singkat jadilah kesepakatan coba dulu cari tiketnya tapi dengan sangat terpaksa Ayah tidak bisa ikut karena terlalu mendadak dan sudah banyak janji dengan pelanggan (eman-eman nolak rejeki)πŸ˜€. Sempat terpikir untuk membatalkan perjalanan ini tapi jujur aku juga kangen dengan tanah kelahiranku. Baiklah mau gimana lagi karena rencana sebelumnya memang ayah dan kakak tidak ikut namun ternyata yang terjadi rencana lain lagi.

"Kakak siapin baju-baju yang mau dibawa, bunda coba ke indomart dulu nyari tiket" belum sempat duduk apalagi ganti pakaian aku langsung meluncur ke indomart terdekat dan ternyata tiket hanya bisa dipesan paling lama H-1 (tidak bisa hari H). Diparkiran aku coba berpikir alternatif lain, 'aha...aku ada ide (seperti kata rania). Langsung ku telpon teman yang kemungkinan masih di kantor dan minta tolong dipesankan tiket satu lagi, meski sempat lola servernya alhamdulillah akhirnya kursi sebelah masih aman (rejeki anak solehah). Oke fix mari kita kita berangkat (emak rempong dengan 1 balita, 1 anak-anak, 1 travel bag, 1 sling bag).

Satu lagi teman ku minta bantuannya untuk pesan taxi online karena hp-ku yang antik tidak ada aplikasi begituanπŸ˜…. Ayah pun datang sesaat sebelum taxi online datang. Setelah pamit cium tangan tapi ga sempat cipika-cipiki kami pun berangkat, tak lupa ayah mengingatkan sudah bawa kantong kresek belum untuk jaga-jaga barangkali si Kakak mabok. Dengan berani kakak masuk dan duduk manis dalam mobil sambil terus memang kresek, beberapa kali aku suruh tiduran saja tapi tidak mau walau akhirnya tiduran juga hingga sampai stasiun. Berbeda dengan si kakak, si dedek malah ngoceh terus sepanjang perjalanan.

Pintu peron baru akan dibuka pukul 13.00 masih ada waktu sekitar setengah jam dan aku berpikir bagaimana agar anak-anak tak bosan menunggu. Ternyata kalian memang manis banyak cara untuk menghilangkan bosan meski bunda harus ikut 'olah raga' karena si dedek yang ga mau diem, takut-takut ntar nyemplung direl bahaya kan.

Alhamdulillah kereta Tegal Express yang kami naikki mulai jalan perlahan pukul 13.50 dan tiba dengan selamat pukul 15.05. Sepanjang perjalanan tidak ada bosannya mereka berceloteh, apa aja yang dilihat tak luput dari komentarnya terutama si dedek. Sampai-sampai penumpang yang duduk di depan kami akhirnya pindah kursi karena berisik kali ya...😁 Berbekal Roti O dan air minum yang dibawa dari rumah mereka cukup menikmati perjalanan menjelang sore itu. Dan yang agak rempong saat kami harus masuk ke toilet bertiga karena si Kakak minta pipis, karena tak mungkin meninggalkan si dedek sendirian di tempat duduk.

Sampai di stasiun Prujakan Cirebon langsung menyerbu indomart karena mamak baru sadar kalau belum makan siang dan belum ganti baju juga (masih pakai pakaian yang tadi dipakai ke kantor).
Setelah meminta tolong pada pelayan indomart untuk memesankan taxi online akhirnya perjalanan kami berlanjut diantara macetnya kota Cirebon. Seperti biasa si kakak tidur hingga sampai tujuan sedangkan si dedek ngoceh sepanjang jalan.

Akhirnya kami sampai juga....
Setelah sempat putar arah karena terhalang layos orang hajatan kami sampai juga disambut mabah atung dan saudara lainnya dan "KEJUTAN!" (kakak jadi ikut). Meski pada bilang rempong amat, kok berani sih, cape-cape amat mending ga jadi pergi atau kok tega bener sih ayahnya nggak ikutan atau komentar lain apalah. Buatku sendiri perjalanan ini seperti membangkitkan kembali semangatku untuk melakukan perjalanan-perjalanan lainnya entah itu sendiri, bareng bocils aja atu komplit dengan ayah juga. Semoga ayah bunda diparingi lancar rejekine biar bisa ngajak kakak dan dedek jalan-jalan lagi bahkan lebih jauh lagi (mungkin sampai ke tanah suci). Aamiin

Oya satu lagi dua jempol buat kakak yang sudah bisa menaklukan rasa takutnya, ayo kak semangat kakak pasti bisa ga mabokan biar kita bisa jadi traveler.😍
"Nda keretanya mana sih?", yang ga sabar mo naik kereta


Maen sama Mbak Kiyan (kata dedek)


*)Terima kasih buat Ayah yang sudah kasih ijin, buat Om Tamrin yang sudah bantu pesenin tiket dan Tante Dewi yang sudah pesenin taxi online.

Senin, 20 Mei 2019

Untuk Sahabat Kami (FERA FITRIYAH)


Dari tanah maka akan kembali ke tanah,
Semua yang bernyawa pasti akan mati,
Semua hanya soal waktu kapan Allah SWT berkehendak.
Dan kemarin, Jum'at 17 Mei 2019 kehendak Allah SWT itu pun terjadi. Sahabat kami, saudari kami telah berpulang memenuhi panggilan-Nya, panggilan yang tak mungkin bisa dihindari.

Berawal dari pesan wa yang masuk menjelang imsak sekitar pukul 04.03. Aku berharap saat itu aku sedang bermimpi dan langsung terbangun namun itulah kenyataan pagi itu yang harus aku terima. Langsung kuteruskan kabar tersebut ke beberapa teman yang mengenal atau pernah kenal dengan almarhum. Saat itu rasanya ingin sekali kerumahnya, aku ingin melihatnya untuk yang terakhir kali. Namun karena jarak rumah kami yang tidak bisa dibilang dekat, keadaan di luar yang masih cukup gelap dan bagaimana anak-anak jika tiba-tiba bangun dan mencariku maka dengan sangat terpaksa kuurungkan niat itu. 

Pagi itu setelah absen di kantor aku meminta ijin pada pimpinan untuk takziah, bersama beberapa kawan lainnya kami menuju rumah duka. Sepanjang jalan menuju rumah duka pikiranku masih berkhayal dan berharap ini mimpi namun begitu melihat keranda yang sudah tertutup kain hijau di ruang tamu hati ini harus bersahabat dengan kenyataan pahit ini. Kupeluk erat ibunda dari sahabatku ini dan beliau meminta doa dan maaf atas segala khilaf almarhumah, bagiku dia tidak punya salah apa-apa justru aku yang merasa bersalah karena tidak bisa intens menemaninya di saat-saat terakhirnya.

Aku mengenalnya sekitar pertengahan 2009 saat aku memutuskan kembali ke kampung halamanku, kami dipertemukan dalam satu majelis ilmu (semoga Allah meridoi pertemuan dan persahabatan kami ini). Kami sering berbagi cerita baik langsung atau sekedar via ponsel karena kebetulan kami berdua memiliki mimpi dan minat yang sama (kami ingin mempunyai usaha kuliner yang lebih khusus lagi cafe yang dilengkapi dengan perpustakaan). Saat aku hamil dia juga yang selalu siap jadi 'supir' jika kami ada acara diluar. Dia juga tak pernah absen membantu kami di rumah baca Asmanadia jika ada event-event tertentu atau sekedar berkunjung tiap sore untuk meminjam buku (bukber tahun ini tak ada kamu lagi T_T). Pernah suatu waktu kami harus berjalan bersama dari PLN sampai pom bensin kagok karena motor yang kami tumpangi kehabisan bensin. Dia juga yang mengenalkanku dengan makanan unik "olos" dan ceker uahh buatannya (bakalan kangen nih). Dan masih banyak cerita lainnya yang cukup tersimpan di memoriku.  

Sekitar tahun 2017 yang lalu dia memang pernah bercerita bahwa dia didiagnosa terkena kista ovarium dan disarankan untuk dioperasi. Namun atas berbagai pertimbangan pribadi akhirnya dia mencoba untuk melakukan pengobatan alternatif dengan harapan tidak perlu melakukan operasi. Dan sekitar oktober 2018 lalu dia kembali bercerita tentang sakitnya itu berbarengan dengan khadimat di rumahku yang juga divonis terkena kista. Kami memang sudah jarang sekali bertemu dan hanya bertukar sapa lewat wa namun mendengar kabar bahwa kondisi kesehatannya makin menurun membuatku ingin sekali menemuinya.

Dua kali kunjungan kerumahnya cukup membuatku kaget dengan kondisi tubuhnya yang buatku tak pernah terbayangkan sebelumnya. Sebenarnya aku tak tega melihatnya namun melihat dia yang masih bisa tersenyum dan semangat ingin sembuh maka kutahan kuat-kuat air mata yang memaksa keluar. Kami sempat makan siang bersama di rumahnya meski terlihat wajahnya yang kelelahan karena tak kuat untuk duduk berlama-lama menahan sakitnya, tapi saat itu kami masih bisa bercanda dan tertawa bersama. Saat itu kami menyarankan untuk segera kontrol kembali ke RSDK Semarang melihat kondisinya yang sudah seperti itu meski katanya jadwal tunggu operasinya masih lama.

Selang beberapa bulan, seingatku sekitar bulan Februari akhirnya aku mendapat kabar bahwa dia telah menjalani operasi begitu juga dengan mantan khadimatku, rasanya ikut lega mendengar mereka tak harus menunggu lebih lama lagi jadwal antrian operasi. Namun tak berselang berapa lama aku mendengar kabar yang berbeda mengenai perkembangan keduanya. Mantan khadimatku meski pasca operasi harus kembali dirawat namun kini sudah mengalami perkembangan yang lebih baik. Namun sahabatku ini justru mengalami penurunan kondisi pasca operasi, dari kabar yang kuterima hasil operasinya kista ovarium ganas dan sudah menuju ca ovarium. Ada cairan yang harus rutin disedot agar perutnya tidak kembali membesar dan dia harus menjalani kemoterapi yang dijadwalkan 6 kali kemo tiap tiga minggu. Pasca operasi baru sekali aku menemuinya dan itulah saat terakhir kami berbagi cerita dan kali ini aku tak bisa lagi membendung air mataku melihat kondisinya yang terbaring tak berdaya. Aku hanya bisa terpaku, bibirku kelu tak bisa berkata-kata entahlah perasaanku saat itu campur aduk. Pecahlah tangisku saat keluar dari kamarnya, aku tak pernah mengira semuanya akan seperti ini, tak pernah terbayangkan akan melihatnya dalam keadaan seperti itu.

Sahabat, kini rasa sakit itu sudah hilang, kini kau sudah tenang.
Inilah takdir terbaik untukmu, Allah lebih menyayangimu.
Tepat dihari Jum'at dan di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini semoga engkau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, Insya Allah khusnul khotimah.

*)Mohon maaf jika dalam catatan ini ada yang keliru, catatan ini semata-mata hanya untuk mengenang sahabat kami FERA FITRIYAH. Mohon keikhlasannya untuk mendoakan dan memaafkan semua khilaf almarhumah.





Kamis, 28 Maret 2019

Sungguh Nikmat Sehat Itu (Saat sakit pun berjamaah)

Alhamdulillah saat tulisan ini rilis artinya kepalaku sudah tak seringan beberapa hari kebelakang kemarin, mungkin aku butuh lebih banyak makan coklat wkwkwk...

Awalnya Sabtu, 23 Maret 2019 lalu aku bangun pagi tak seperti biasanya. Badan ini rasanya seperti habis 'digebugin' orang padahal sebelumnya aku tak melakukan aktivitas berat atau semacamnya. Dengan kondisi badan yang sudah mulai tak karuan aku harus tetap antar jemput Kakak ke sekolah dan tentunya bersama adiknya karena hari Sabtu adalah jatahnya kami bertiga. Semakin siang badanku semakin tak karuan dan akhirnya sore aku putuskan untuk periksa ke dokter keluarga sesuai faskes di bpjsku (cari yang gretong gitu lho). Syukur anak-anak mau ditinggal bersama eyangnya jadi aku cukup menjaga diriku saja yang  rasanya makin tak karuan.

Minggu pagi kondisiku sudah agak mendingan namun ternyata menjelang petang badanku rasanya seperti meriang ditambah flu menyerang, alhasil Senin pagi terpaksa harus ijin tak masuk kantor. Obat dari dokter masih terus kulanjutkan namun badan masih belum juga merespon dengan baik. Senin sore aku hanya meringkuk sepenjang hari di kasur. Oh ya sejak minggu sore aku dan anak-anak memang minta ijin untuk menginap di rumah ortu karena aku takut  kondisiku yang sedang tidak stabil ini tidak bisa menjaga anak-anak full disaat suami tidak di rumah. Melihat kondisiku suami menyarankan untuk periksa ke dokter lain untuk memastikan kondisiku.

Alhamdulillah ternyata Selasa pagi aku merasa sedikit lebih baik dan memutuskan masuk kantor. Sebelum berangkat aku sempatkan mampir ke rumah untuk memberitahu suami bahwa tidak jadi ke dokter lagi, namun ternyata eh pak suami sekarang yang giliran badannya kayak pegel semua (waduh kok gantian gini). Tapi suami bilang tidak apa2 nanti cukup minum obat yang ada di rumah. Siang saat istirahat kantor dan seperti biasa aku jemput Si Kakak dan maksi di rumah ibu eh giliran anak-anak badannya agak demam. Feelingku mulai kacau, kondisiku belum fit eh sekarang suami dan anak-anak menyusul.

Semalaman aku terjaga dengan kondisi anak-anak yang demamnya naik turun, turunnya dikit eh naik lagi. Akhirnya kuputuskan untuk membawa Si Kakak dan adiknya ke dokter anak terlebih baru bulan kemarin adiknya dirawat di rumah sakit. Pulang dari dokter spesialis anak badanku kembali tidak karuan dan terpaksa kembali ijin tidak masuk kantor. Masya Allah nikmatnya, sakit pun berjamaah. Dan emak yang harus pura-pura sehat duluan terlebih disaat anak-anak butuh pelukan dan sentuhan bundanya. 


Meski hari ini kami belum sepenuhnya sembuh namun melihat anak-anak sudah kembali tersenyum rasanya jadi imun booster untuk segera lekas sembuh. Apalagi melihat Si Kakak yang meski dalam keadaan demam masih ngotot minta tetap berangkat sekolah dan tpq walau dokter sudah coba menjelaskan agar sebaiknya istirahat di rumah dulu selama tiga hari kedepan namun dia tak mau tau. Bunda hingga kehabisan akal menahan semangat sekolahmu nak



Hingga tadi pagi kepala rasanya masih seperti mengambang namun setelah googling aku kepikiran apakah kadar gulaku yang rendah okelah tadi siang saat pulang aku coba habiskan sisa coklat di kulkas dan apa yang bisa masuk mulut coba ku telan dan sepertinya ini sudah agak mending. 

Bersyukur sekali masih ada kedua orang tua yang masih bersedia kami repotkan, yang mau membantu kami di saat-saat tak terduga seperti ini. Semoga kedepannya Allah selalu melimpahkan kesehatan pada kami semua. Aamiin.

Senin, 04 Maret 2019

Today 1986 - 2012 - 2019


Alhamdulillah syukur segala puji hanya kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan padaku untuk bernafas dan menikmati segala ciptaan-Nya hingga detik ini. Detik dimana jatah usiaku makin berkurang setahun dan sudah sejauh mana persiapanku untuk "pulang" nanti?

Hari ini 33 tahun yang lalu Allah mengijinkanku lahir ke dunia ini lewat perantara rahim ibuku. Hari ini 7 tahun yang lalu tanggungjawab atas diriku sah dipindahkan dari kedua orang tuaku kepada seorang lelaki yang kini kupanggil suami. Hari ini merupakan hari yang penuh makna bagiku.

Semoga diusia yang makin dewasa ini bisa benar-benar mendewasakan diriku. Dengan berbagai cerita ataupun permasalahan yang sudah kuhadapi sepanjang usiaku ini semoga bisa membuatku lebih sabar, lebih bijaksana dan lebih ikhlas lagi dalam menjalani hidup ini.

Bersama suami dan kedua putriku semoga Allah mengijinkanku untuk bisa terus berjuang dan melangkah bersama orang-orang terkasih. Bisa membersamai mereka lebih lama dan berharap kelak dikumpulkan kembali di surga-Nya. Aamiin

Terima kasih tak terkira untuk semuanya, dan semua orang yang telah hadir dalam hidupku yang telah ikut memberi warna, tawa maupun air mata sekali lagi terima kasih. Sungguh Allah swt hadirkan kalian semua tak ada yang sia-sia pasti ada maksud dibalik semuanya.


Semangatttt, yukz lanjut kerja lagi

Senin, 4 Maret 2019

Selasa, 30 Oktober 2018

Ed Sheeran - Photograph • Me Before You





Loving can hurt
Loving can hurt sometimes
But it's the only thing that I know
When it gets hard
You know it can get hard sometimes
It's the only thing that makes us feel alive


We keep this love in a photograph
We made these memories for ourselves
Where our eyes are never closing
Our hearts were never broken
And time's forever frozen still


So you can keep me
Inside the pocket of your ripped jeans
Holding me close until our eyes meet
You won't ever be alone
Wait for me to come home


Loving can heal
Loving can mend your soul
And it's the only thing that I know
I swear it will get easier
Remember that with every piece of ya
And it's the only thing to take with us when we die


We keep this love in a photograph
We made these memories for ourselves
Where our eyes are never closing
Our hearts were never broken
And time's forever frozen still


So you can keep me
Inside the pocket of your ripped jeans
Holding me close until our eyes meet
You won't ever be alone


And if you hurt me
That's okay baby
Only words bleed
Inside these pages you just hold me
And I won’t ever let you go


Wait for me to come home 4x

You can keep me
Inside the necklace you bought when you were sixteen
Next to your heartbeat where I should be
Keep it deep within your soul


And if you hurt me
That's okay baby
Only words bleed
Inside these pages you just hold me
And I won’t ever let you go


When I'm away
I will remember how you kissed me
Under the lamppost back on Sixth street
Hearing you whisper through the phone
Wait for me to come home




Lagi suka menikmati  lagu ini diantara penatnya pekerjaan di kantor dan lelahnya jadi ibu rumah tangga. Sudah hampir setengah bulan aku harus kembali merasakan masa-masa tanpa rewang dan yang bikin lebih nikmat semuanya terjadi disaat pekerjaan kantor lagi padet-padetnya.



Bude (panggilan anak-anak kepada pengasuhnya) diharuskan menjalani perawatan di rumah sakit karena harus dioperasi untuk pengambilan kista. Dan aku yang harus dinas luar kota minggu depan selama beberapa hari jadi galau deh ninggalin anak-anak bersama mbahnya.



Ibu sejujurnya keberatan jika harus ditinggal beberapa malam dengan anak-anakku yang super kreatif heee, meski ada ayahnya katanya tetep saja beda. Aku sudah coba mengajukan ijin kepada pimpinan untuk tidak ikut dinas keluar kota tapi belum di acc dan masih diberi waktu untuk dipertimbangkan kembali.



Baiklah, kita ikuti saja skenario terbaik dari Allah ini. Apapun yang terjadi semuanya hanya atas ijin dan kehendak-Nya dan itulah yang terbaik baik kita. Aamiin



*) Rehat sejenak sebelum sholat ashar.....

Rabu, 14 Maret 2018

Teruslah tumbuh gadis-gadis kecilku

Seperti biasa siang menjelang sore saat otak sudah penat dengan setumpuk pekerjaan yang berteriak minta diselesaikan maka saatnya kita kembali bermain kata-kata. Ditemani alunan musik referensi dari sahabat baik, ini linknya buat yang mau ikutan denger Canon In De Major lumayan bikin rileks.

Kalau kemarin ingin menulis tentang si kakak yang alhamdulillah hari ini sudah mulai sehat, semoga seterusnya sehat selalu. Kali ini ingin menulis tentang keduanya (si kakak & si dedek)

Si kakak, sepertinya foto ini saat umur 2 tahuanan. Seneng banget kalau lihat si kakak pake kerudung jadi tambah manis apalagi dengan mata belonya (keturunan belo).

Si dedek juga tak kalah cantik kalau dipakein kerudung, jadi tambah imut. Foto ini sepertinya saat usia enam bulan. Habis pesen jilbab anak sama olshop temen langsung dicoba and ternyata pas banget.

Memang benar seorang muslimah akan nampak lebih cantik lagi saat memakai kerudung. Hal tersebut sudah terbukti pada dua putri kecilku, boleh dong emak memuji anaknya sendiri. Semoga akhlak kalian juga secantik paras kalian, solehahnya ayah bunda. Aamiin

Kini kalian sudah mulai besar, sudah mulai berdiri sendiri dan mulai melangkahkan kaki kalian menatap betapa indah dan besarnya hamparan bumi ciptaan Allah SWT. Berdirilah, melangkahlah kemanapun kalian ingin sepanjang tidak melewati batas-batas yang dilarang agama. Ayah bunda hanya bisa memandu dari kejauhan dan memandang bangga saat kalian bisa meraih mimpi-mimpi kalian suatu saat nanti


Jika kalian lelah berlari maka berjalanlah, jika langkah itupun terasa lelah maka berhenti dan duduklah sejenank. Terkadang kita butuh waktu untuk mengendapkan segala rasa yang bergejolak, meredam emosi yang tak terkendali, atau kembali memperbaiki niat di setiap langkah kita. Beristirahatlah sejenak, karena tubuh kita juga berhak untuk itu. Tarik nafas dalam-dalam, berhenti sejenak untuk kembali melangkah dan berlari lebih jauh lagi nantinya.

Kelak akan jadi apapun kalian nantinya, ayah bunda selalu mengingatkan dan mendoakan jadilah orang yang banyak memberikan manfaat dimanapun berada. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain dan umur yang panjang itu adalah umur yang digunakan untuk memberikan manfaat bagi sekitarnya. Semoga kesuksesan, keberkahan selalu menyertai kalian baik di dunia hingga di akhirat kelak. Aamiin


Seperti halnya bunda yang hanya dua bersaudara dengan tante kalian, bunda sangat berharap kalian juga akan terus saling menyayangi, menjaga, membantu dan juga mengingatkan (dalam kebaikan). Ukirlah kenangan-kenangan masa kecil kalian dengan kenangan-kenangan yang nantinya terasa manis untuk dikenang saat dewasa nanti. Bunda yakin kalian akan merindukannya seperti halnya kenangan-kenangan bunda bersama tante.

Teruslah tumbuh gadis-gadis kecilku hingga waktu yang akan membentuk kalian menjadi perempuan-perempuan hebatnya bunda. Doa ayah bunda selalu mengiringi langkah kalian, kami hanya berharap kelak kalian bisa menjadi amalan tak terputus bagi kami saat kami sudah harus kembali kepada Sang Pemilik Kehidupan (Allah SWT).

*) Siang menjelang sore, sejenak menarik nafas setelah semalaman menikmati terjaga menemani gadis-gadis kecilku yang sedang demam.  

Senin, 12 Maret 2018

5 Tahun Si Kakak

Selalu berusaha menulis di antara jeda waktu dari satu tugas ke tugas selanjutnya. Sembari menunggu hasil koreksi SK untuk dasar eksekusi tugas selanjutnya mari kita merangkai huruf, sambil ditemani alunan piano The Best of Yiruma (entah kok lagi demen sama ni instrumen).

Ni aku kasih linknya buat yang pengin ikutan denger The Best of Yiruma

 
Hanya ingin menulis tentang si kakak yang hari ini sedang kurang enak badan, mungkin radangnya kambuh kebanyakan makan yang aneh-aneh karena kakak memang agak sulit diatur soal makanan. Banyak ga doyannya tapi susah juga dilarangnya.

Ga kerasa si kakak sudah lulus Balita, jadinya nanti sore sudah ga ikut posyandu lagi ya kak, kata si kakak "nanti ga dapet jajan donk..."

Sudah hampir satu tahun si kakak menjalani hari-hari sebagai murid TK di sebuah taman pendidikan anak usia dini. Karena keinginan sekolah atas permintaan sendiri, si kakak semangat sekali meski sakit bahkan saat hujan deras dan banjir pun si kakak tetep minta berangkat sekolah. Dan alhamdulillah sekarang kakak sudah mulai bisa membantu bunda agar bunda tidak telat ke kantor. Jadi anak rajin ya sayang....

Entah memang mungkin ini sedang masanya, rasanya kok si kakak lagi 'mainin' tombol emosi bunda. Bunda cuma bisa inhale... exhale... meski kadang akhirnya lepas kendali juga (maafin bunda ya sayang). Bunda sedang merindukan si kakak yang manis, semoga kelak engkau mengerti bahwa bunda bersikap seperti itu bukan karena tak sayang. 

Saat melihatmu tertawa lepas rasanya 'bombong' hati ini, semoga tawamu selalu membawa keceriaan di hari-hari kami. Dan adikmu pun selalu senang jika bermain denganmu hingga apapun tingkahmu selalu berusaha ditiru adikmu. Semoga kelak si kakak bisa jadi teladan yang baik untuk adik-adikmu kelak. Aamiin

Wajahmu yang kata orang mirip banget sama bunda, berarti si kakak mirip juga sama uti, kapan2 nanti kita upload foto 3 generasi ya. Siapapun orang tuanya pasti akan memuji anaknya dan bunda tak pernah bosan memuji saat memandang wajah imutmu yang manis.

 
Semoga kapanpun, dimanapun kakak berada Allah selalu melindungi dan menjaga kakak dengan sebaik-baik perlindungan-Nya. Keberkahan selalu menyertai setiap jengkal usiamu sehingga dimanapun kau berada selalu bisa memberikan manfaat seperti arti nama belakangmu.

Suatu saat jika kakak menemukan tulisan bunda ini semoga kakak sudah mengerti akan maksud sikap bunda selama ini yang mungkin terlalu keras (disiplin)dalam mendidikmu. Semua karena bunda sayang kamu, meski kamu anak perempuan kamu juga harus jadi perempuan yang kuat lebih kuat dari bunda. Kita tak akan pernah tahu sampai kapan bunda bisa terus membersamimu, semoga Allah beri kesempatan itu lebih lama lagi karena bunda ingin melihat gadis manisku tumbuh.

*)Selamat ulang tahun yang ke lima, semoga makin berkah usiamu.
Februari 2018

Senin, 30 Oktober 2017

Sungguh Nikmat Sehat Itu (Sehat selalu ya nak...)

Syukur alhamdulillah yang tak terhingga, entahlah mungkin itu yang bisa aku lakukan saat ini dan memang sudah seharusnya.

Setelah berbagai karunia yang Allah berikan dan juga rentetan ujian yang datang menyapa, sungguh nikmat masih diberi kesempatan menghirup udara-Nya.

Setelah nikmat sehat yang Allah SWT berikan selama ini maka beberapa bulan terakhir ini aku dan keluarga kecilku sedang benar-benar diingatkan tentang betapa indah nikmat sehat itu. Setelah sakit flu, batuk, pilek, demam yang seperti maen "ping-pong" alias muter bergantian si kakak , si dedek, bunda, ayah sampe atung dan uti juga ikutan maka puncaknya beberapa hari yang lalu si kakak difonis dokter untuk segera dirawat inap dirumah sakit.

Sepulang sekolah si kakak yang  badannya tiba-tiba terasa anget (seperti demam) membuatku agak galau untuk kembali kekantor tapi uti meyakinkanku dan terpaksa kutinggalkan kakak yang sudah pulas tidur siang. Di kantor beberapa kali aku telpon mbah uti  menanyakan kondisi kakak yang ternyata masih demam. Malam hari demam si kakak makin naik mencapai angka 39 padahal sudah diminumi parasetamol. Paginya demam tak beranjak dari angka 39, aku yang biasanya tidak terlalu cemas karena demam 39 sudah biasa buat si kakak tapi melihat kakak yang tak seceria biasanya dan nampak lemas sekali akhirnya aku memutuskan membawa si kakak ke dokter spesialis anak.

Setengah sembilan sampai disana kami dapat nomor urut 12 dan baru saja sampai kakak mengeluh mual, langsung aku lari ke kamar mandi sambil menggendong si kakak yang akhirnya baru saja mau masuk kamar mandi sudah keburu muntah. Walhasil selendang, baju kakak dan kerudungku kotor terkena muntahan. Karena tak membawa persediaan ganti akhirnya ayah aku minta pulang mengambil perlengkapan ganti si kakak. Dan saat ayah pulang sekali lagi kakak muntah, saat itu perasaanku campur aduk tak karuan. Sambil menanti antrian akhirnya si kakak tertidur dipangkuanku dan akhirnya kurang lebih jam setengah dua belas nama si kakak di panggil. Kami masuk dan duduk dihadapan pak dokter yang langsung memeriksa si kakak dan ketika kembali diukur suhunya dokter langsung menyuruh opname karena sudah diatas 40 derajat. Lemesss...

Yang aku takutkan akhirnya harus kuhadapi juga, air mata yang nyaris menetes harus kutahan sekuatnya. Sambil berusaha menenangkan kakak yang mungkin sudah tak karuan rasanya. Setelah dokter menyiapkan pengantar ke rumah sakit kami langsung pulang menyiapkan pakaian seadanya dan meluncur ke rumah sakit diantar atung dan uti. (Kebetulan ayah ada janji yang harus ditepati jadi kuyakinkan bahwa aku bisa sendiri asal setelahnya segera ke rumah sakit).

Si kakak yang baru pertama kali diinfus jelas saja ketakukan dan menangis saat akan disuntik, aku terus berusaha meyakinkan kakak bahwa ini demi kesembuhan kakak. Dari IGD akhirnya si kakak di pindahkan ke ruang perawatan kelas III (kelas I jatah kami saat itu penuh). Semalaman kakak menangis terus minta pulang, demamnya naik turun hingga menghabiskan 1 botol infus parasetamol. Alhamdulillah siangnya kami bisa pindah ke ruang Kelas I  sehingga kakak bisa istirahat lebih nyaman. Namun seenak apapun dirumah sakit ya tetep lebih enak dirumah sendiri, si kakak terus merengek minta pulang katanya kangen dedek (padahal kalo dirumah ribut aja), katanya ga suka makanan di rumah sakit dan macem2 alesan lainnya, intinya si kakak pengen pulang.

Alhamdulillah, akhirnya setelah 3 hari dokter mengijinkan si kakak pulang dengan catatan harus jaga makanan dan tidak usah berangkat sekolah dahulu.

Dan hari ini sudah beberapa hari si kakak kembali ke rumah dan sepertinya sedang mulai 'kemaruk' mudah2an seterusnya nafsu makannya bisa bertambah. Dan yang terpenting untuk kalian berdua putri kesayangan bunda semoga Allah selalu karuaniakan kalian kesehatan yang barokah. Sehat selalu ya sayang, yang lalu biarlah menjadi pelajaran kita bersama semoga kedepannya semua akan lebih baik lagi. Aamiin....




*) Sehat-sehat dan akur selalu ya sayang (Adistia 4y8m, Rania 1y1m) 

Selasa, 19 September 2017

Sesaat Yang Selalu Memberikan Semangat....

Kurang lebih masih ada duapuluh menit lagi sebelum bel pulang (16.15), alhamdulillah target untuk hari ini 80% sudah terselesaikan sisanya karena masalah teknis yang memang diluar wewenang dan kuasaku untuk bisa segera menyelesaikannya.

Sedikit ingin berbagi lewat coretan sore ini tentang ceritaku hari ini, cerita bersama teman-teman Asma Nadia. Semenjak kuliah di tingkat awal buku-buku Mbak Asma Nadia sudah mencuri perhatianku dan lewat buku "Jangan Jadi Muslimah Nyebelin" tulisan Mbak Asma makin menyihirku. Namun hingga saat ini buku favoritku masih pada "Catatan Hati Disetiap Sujudku", buku yang walau sudah lecek tapi akan selalu punya tempat khusus terlebih saat aku butuh motivasi menjalani hidup yang tak selalu seindah yang kita impikan.

Dan hari ini lewat info dari Sarah (anggota RBA Tegal) yang kebetulan bersekolah di SMA N 1 Slawi, kami berkesempatan bertatap muka kembali dengan Mbak Asma setelah kurang lebih 2 tahun lalu kami terakhir bertemu di acara serupa. Mbak Asma terlihat semakin cantik dan tetap terlihat enerjik, berbeda dengan diriku yang setelah dilihat di foto terlihat 'kucel' karena memang aku yang selalu tanpa make-up. Alhamdulillah RBA Tegal mendapat rejeki dari Mbak Asma, Sarah diminta memilih sendiri buku-buku baru yang belum ada di RBA Tegal untuk bisa menambah koleksi di rak kami. Kami juga sempat berfoto meski harus sabar mengantri dengan adek-adek SMA yang juga antri ingin berfoto (jadi berasa masih SMA heeee).

Tak banyak yang kami bicarakan karena saya tahu betapa padatnya jadwal Mbak Asma Nadia. Meski hanya bertegur sapa sekedar menanyakan kabar dan obrolan singkat kami namun jabat tangan dan peluk hangat dari Mbak Asma selalu bisa membangkitkan 'semangatku' yang sering kali timbul tenggelam. Semangat untuk bisa menelurkan buku solo, bukan sekedar buku namun tiap detail katanya syarat makna dan pastinya bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya.

Siang itu aku menbeli satu novel Mbak Asma "Jilbab Traveler Love Sparks In Korea" selain aku suka filmya karena tokoh dalam novel itu sama dengan nama putri keduaku RANIA. Semoga Allah SWT mendengar doa bunda suatu saat nanti seperti tokoh dalam novel tersebut RANIA bisa mewakili mata bunda yang belum sempat menjelajahi kebesaran ciptaan Allah diseluruh belahan bumi Allah yang luas ini. Semoga kelak Kakak Disti dan Dedek Rania bisa saling menguatkan untuk bisa mewujudkan mimpi-mimpi ayah dan bunda yang mungkin belum Allah jadikan nyata saat ini.

Menulis mencatatkan sejarah, semoga lewat blog ini pula someday anak-anakku bisa lebih mengenal siapa bundanya. Seorang ibu biasa yang ingin menjadikan anak-anaknya luar biasa, ibu biasa yang terus berusaha menjaga nyala mimpinya meski angin kencang terus menerus ingin memadamkannya.

Dahulu aku pernah jadi bagian sejarahnya
Special tanda tangan buku-buku baru untuk RBA Tegal

Untuk Rania-ku (jangan lupa ajakin ayah, bunda dan kakak Disti ya....)

Alhandulillah sempat mengambil kenang-kenangan.


*)Jelang sore (04.10 WIB), dan mbah uti sudah sms suruh cepet pulang karena sudah 'kelempohen' jagain Rania yang lagi aktif-aktifnya.

Selasa, 12 September 2017

Cerita Siang Ini...

Tidak seperti biasanya, hari ini saat istirahat siang aku tidak pulang kerumah karena tadi pagi sudah ijin untuk berangkat lebih siang karena menemani si kakak imunisasi MMR di sekolah. Jadilah siang ini mencari teman makan siang dan rejeki silaturahmi hari ini adalah dengan Mbak Dewi yang memang sudah lama juga kita tidak bersua.

Selepas makan siang kami berbincang sejenak sambil menikmati panas matahari menjelang sore di teras kantor dengan berbagai topik pembicaraan yang "campur aduk" dan tidak bisa aku jabarkan disini.

Sedikit yang ingin aku bagi dari perbincangan kami siang ini, yang sebenarnya jadi pengingat bagi diri kami sendiri. Benarlah jika dosa itu 'berbau' maka tidak akan ada orang yang mau melakukan dosa, siapa sih yang mau deket2 dengan orang yang 'bau'. Mungkin sampai detik ini tak bisa dibayangkan seperti apa baunya diriku karena aku yakin baik sadar atau tidak telah banyak dosa yang aku lakukan. Sebaik apapun seseorang dalam pandangan kita pasti ada setitik noda padanya entah dalam sikapnya atau tuturnya. Hanya atas kebesaran dan kebaikan Allah SWT saja yang telah menutupi aib kita dengan hanya menampakan kebaikan-kebaikan yang ada dalam diri kita. Janganlah merasa paling bersih, paling suci, paling tak berdosa karena kita bukan manusia sempurna yang tanpa cela.

Semoga Allah selalu menjaga kita dengan sebaik-baik penjagaan dan perlindungan-Nya, selalu menuntun langkah kita dijalan yang diridhoi-Nya, dan mengampuni segala dosa-dosa kita. Aamiin


*)curhat siang sambil nungguin SAPK yang error sehat kembali ^_^


Rabu, 06 September 2017

My Love My Family (Spesial Rania Azhifa Haidah)

Alhamdulillah.... syukur yang tak terhingga masih bisa dibangunkan pagi ini dalam keadaan sehat walafiat, masih bisa menghirup udara-Nya yang segar GRATIS, masih bisa melihat senyum-senyum kecilku menyambut pagi.

Apa yang aku tulis sebenarnya hanya dalam rangka menyempatkan menuangkan ide agar tak beku didalam otak saja dan agar akupun tak lupa caranya menulis. Meski entah kapan cita-cita untuk bisa menyatukan seluruh tulisanku dalam sebuah buku bisa terwujud yang penting tetap terus menulis (keep writing).

Setelah menelusuri jejak tulisan dalam blog ini ternyata ada yang kurang, aku belum pernah menceritakan khusus tentang si kecil RANIA. Semua foto dan memory yang ada hampir seluruhnya masih bercerita tentang si kakak DISTI.

RANIA AZHIFA HAIDAH (Semoga kelak engkau menjadi ratu (menjadi pemimpin besar) yang salehah, jujur dan adil) itulah harapan kami atas kelahiranmu di malam 7 September 2016 melalui operasi SC karena bunda tak merasakan tanda-tanda apapun akan kelahiranmu hingga melewati HPL. Tangismu pecah malam itu dokter mengatakan bayi perempuan yang cantik dengan berat 3,6kg panjang 49cm, jika tak salah ingat sekitar pukul sepuluh malam dan cukup kaget juga karena dulu kakakmu tak seberat itu. Sejenak bunda menciummu sebelum kita dipisahkan sementara dan tak bisa dibendung air mata haru itupun mengalir begitu saja. "Ya Allah...sekarang Engkau tambah lagi amanah yang harus aku pegang, semoga engkau berikan aku kemampuan untuk menjaga amanah-Mu ini".

Pagi hari pasca operasi bunda meminta Ayah untuk segera membawamu ke ruang perawatan karena ASI bunda sudah menantimu, Alhamdulillah rasanya nikmat sekali bisa langsung menyusuimu walau dengan susah payah karena posisi tangan masih diinfus dan untuk miring apalagi duduk bunda masih susah. Sejak hari itu dan hingga hari ini kita terus membangun bonding yang kuat lewat ASI, 6 bulan pertama yang penuh perjuangan untuk bisa memberimu ASIX dan selanjutnya perjuangan untuk bisa mempersiapkan MPASI terbaik setiap pagi sebelum bunda ke kantor. Maafkan bunda jika tidak bisa seperti ibu-ibu yang lain yang sangat kreatif dan sempat membuatkan MPASI yang variatif. Melihatmu makan dengan lahap tumbuh sehat dan ceria saja sudah membuat bunda sangat bersyukur.

Tak terasa kini usiamu sudah hampir 1 tahun, 12 bulan yang benar-benar terasa singkat. Senyumu, tawamu, ceriamu, tangismu dan segala tingkah lakumu memberikan lebih banyak warna dalam hidup kami. Ayah, Bunda dan Kakak semua sayang Rania begitupun Rania pasti sangat menyayangi kami. Dilihat betapa senangnya jika bermain dengan si kakak meski terkadang si kakak acuh padamu, betapa berbinarnya matamu setiap kali melihat bunda pulang, suaramu yang jelas sekali memanggil "ayah" setiap menyambut ayah pulang. Tak peduli kerikil, onak duri ataupun airmata yang sudah tumpah namun kini kita hanya perlu bersyukur atas segala nikmat dan karunia-Nya yang telah menyatukan kita (Ayah, Bunda, Kakak, Dedek).

Teruntuk putri kecil kami, adik kecil kami yang sedang terus belajar melangkahkan kaki kecilnya, semoga langkah pertamamu ini kelak akan menjadi awal dari ribuan, jutaan bahkan milyaran langkahmu nanti menjelajahi bumi Allah ini. Semoga Allah memberkahi usiamu...(kesayangan ayah, bunda dan kakak).



#curhatsiang
#tentangrania
#mylovemyfamily

Januari 2026 ( Yuks Mulai Lagi!)

  Apa kabar diriku? Nggak terasa sudah 2026 ya, atau terasa banget perjalanan 2025 kemarin? Gimana berat atau kata anak sekarang "b aja...