Tampilkan postingan dengan label Sejenak merenung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejenak merenung. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Maret 2025

Life Begins at 40?

Mungkin kita sering atau pernah mendengar istilah "Life Begins at 40" lantas apa sebenarnya makna dari istilah tersebut?

Dikutip dari laman kompas.com (25/02/2021) menurut seorang psikolog Astrid WEN istilah itu sebenarnya untuk memberi dukungan atau semangat kepada seseorang yang memasuki "kepala 4". Namun di sisi lain ungkapan tersebut juga sebagai gambaran bahwa seseorang diusia 40 tahun sudah memasuki jenjang yang stabil dan matang, baik secara emosional maupun finansial. Jika dilihat dari karakter pada usia ini seseorang akan lebih mantap dengan dirinya, begitu pula dengan finansial, karier ataupun relasi yang dibangunnya.

Menurut pakar psikolog Elizabet B. Hurlock  masa dewasa awal atau early adulthood terbentang sejak tercapainya kematangan secara hukum sampai kira-kira usia 40 tahun. Selanjutnya adalah masa setengah baya atau midle age yang umumnya dimulai pada usia 40 tahun dan berakhir pada usia 60 tahun. Dan akhirnya, masa tua atau old age dimulai sejak terakhirnya masa setengah baya sampai seseorang meninggal. 

Sedangkan dalam Islam usia 40 tahun dianggap usia yang istimewa, dalam sebuah kajian pernah disampaikan bahwa usia 40 ini menandakan kematangan akal, fisik dan spiritual. Usia ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Seseorang dengan usia 40 tahun dipandang sebagai pribadi yang istimewa serta memiliki kedewasaan atau kematangan dalam berpikir maupun bersikap.

Dan saat ini aku sedang melangkah menuju kesana, menuju gerbang usia kepala 4. Rasanya diri ini menolak tua karena sejujurnya aku masih merasa muda apalagi jika bersama rekan-rekan yang memang usianya masih jauh dibawahku. Tapi aku sepenuhnya sadar memang akan tiba juga masa ini dan semoga Allah SWT sampaikan umurku disana dan aku bisa melalui fase kepala 4 dengan menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih mendekat lagi kepada Sang Pencipta Allah SWT.

Hai rekan-rekan kelahiran 86 sudah siapkah kalian memasuki fase baru ini?





Sabtu, 15 Januari 2022

Get Well Soon My Sweety

 



Ini adalah catatan pertamaku di tahun 2022, catatan pertama yang diawali dengan kesedihan. Kesedihan karena tulisan ini aku buat saat sedang menemani putri sulungku yang harus terpaksa di rawat di rumah sakit. Siapapun pasti tak ada yang mau di rawat di rumah sakit, membayangkannya saja enggan, lengan disuntik jarum infus, tiap hari makan makanan rumah sakit yang terasa hambar, dunia rasanya hanya sebatas kamar saja.

Berawal dari hari Senin pagi saat tiba-tiba tanganku bersentuhan dengan putri sulungku yang terasa lebih hangat dari biasanya. Langsung saja kuraba dahi dan lehernya dan memang terasa lebih hangat, untung saja hari itu jadwal dia belajar di rumah. Seperti biasa pagi-pagi anak-anak kubawa ke rumah mbahnya untuk ku tinggal ke kantor kecuali putriku yang nomor dua yang memang harus berangkat sekolah. 

Sore harinya si kakak terlihat mulai lemas, aku hanya memberikannya parasetamol. Aku pikir ini akibat kemarin dia bermain air telalu lama dan mungkin kondisi perut yang kosong jadi masuk angin biasa. Keesokan harinya demam mulai naik turun berkisar diangka 38-39 lebih, akhirnya kami membawanya ke dokter keluarga tapi setelah dua hari tetap belum ada perubahan dan demamnya sempat naik sampai 40 setelah turun hingga 37, 7. Pikiranku mulai kalut, tiga hari demam naik turun biasanya tipes/DBD, malam itu juga kami bawa ke dokter spesialis anak langganan kami dan malam itu juga dokter menyarankan untuk rawat inap saja di rumah sakit. Tangis putriku pecah di ruang praktek dokter, dia menjerit-jerit tidak mau dibwa ke rumah sakit dan ingin pulang saja ke rumah. Namun melihat kondisinya yang sudah makin lemas kami tetap memutuskan untuk membawanya ke IGD. 

Diantar mbah kakung kami menuju IGD terdekat, digendong ayahnya putriku langsung mendapat penanganan di IGD sedangkan aku harus menggendong si bungsu yang tidak mau ditinggal di rumah bersama mbah uti. Terdengar jelas tangisan dan teriakannya dari dalam ruang IGD yang memanggil-manggil diriku. Kutitipkan si bungsu dengan mbah kakakungnya dan segera berlari ke dalam ruang IGD memeluk putriku yang menangis saat akan dipasang jarum infus. Sungguh persaanku bercampur aduk saat itu, rasanya seperti mimpi harus kembali ke tempat itu. Hanya dzikir dan doa yang berusaha terus kupanjatkan semoga semuanya akan segera baik-baik saja.

Sambil menunggu pindah ke ruang perawatan akhirnya kami memutuskan untuk sementara waktu aku yang menemani putriku sedangkan suami pulang dahulu bersama si bungsu dan mbah kakung sekaligus menyiapkan keperluan yang akan dibawa. Malam pertama suami yang menemani di rumah sakit karena si bungsu juga sedang agak demam karena baru saja imunisasi, malam itu untuk pertama kalinya setelah sekian purnama aku mengendarai motor tengah malam pulang  ke rumah. Jalanan yang sepi membuat perasaanku makin tak karuan, lagi-lagi hanya doa dan dzikir yang bisa kulafazkan sepanjang perjalanan berharap badai ini segera berlalu. Aku hanya terus meyakinkan diri bahwa Allah memberikan ujian tak akan melebihi batas kemampuan hamba-Nya.

Dari dugaan awal tipes kini diagnosa dokter beralih ke DBD karena jumlah trombosit yang menurun dari 151 dihari pertama masuk rumah sakit menjadi 134 di hari berikutnya. Dokter berpesan untuk menjaga asupan yang masuk, makanannya agar dihabiskan. Namun saat sehat saja putriku termasuk yang picky eater apalagi kondisi sakit saat ini, rasanya membuatku jadi makin cerewet. Banyak yang menyarankan untuk mengkonsumsi jus jambu dan sari kurma yang kutahu rasanya enak, tapi kenyataannya bagi putriku yang sama sekali tak doyan buah itu bukan hal menyenangkan untuk dilakukan. Jangankan minus jus jambu dan sari kurma, buat ngabisin jatah makan saja butuh perjuangan yang luar biasa.

Diluar itu semua aku sendiri terus berusaha menguatkan diriku sendiri karena aku harus bisa menguatkan putriku. Meski tak kupungkiri ada sisi dimana aku merasa terpuruk melihat kondisi putriku yang lemas seolah tak berdaya, tapi sekali lagi aku harus kuat dihadapan dia. Untuk sementara waktu kedua adiknya kutitipkan bersama kedua orang tuaku karena aku dan suami harus berbagi jadwal untuk menjaga si kakak di rumah sakit.

Semoga Allah segera mengangkat sakitmu nak dan kamu bisa kembali ceria seperti biasanya, bunda kangen lihat kamu yang senang pecicilan dan hobi banget bikin telur omlet buat ngemil bareng adek-adekmu. get well soon sayang


Senin, 29 Maret 2021

Jodoh-Kehilangan-Kenangan

Jodohku?

Aku percaya bahwa semua yang ada di dunia ini sudah ada jodohnya. Seperti kata Afgan bahwa jodoh pasti bertemu.

Seperti aku dan suamiku yang mungkin telah melalui berbagai macam "pencarian" akhirnya kami dipertemukan lewat orang tua kami. Inilah jalan jodoh kami yang semoga bisa sehidup sesurga. Aamiin

Seperti halnya segelas jus alpukat yang kubeli siang ini. Maksud hati ingin membeli di tukang jus depan mini market dekat sekolah putriku ternyata nihil. Kucoba alternatif lain dan ternyata dua kali nihil juga. Tak putus asa akhirnya kucoba berbalik arah, teringat masih ada satu minimarket yang terlewat. Alhamdulillah akhirnya aku berjodoh juga dengan jus alpukat itu.

Tak jauh berbeda antara aku dan 30DWC, dari berbagai macam kelas menulis yang serupa tapi tak sama ternyata hatiku terpaut disini. Semoga inilah jalan jodoh tulisan-tulisanku karena setiap tulisan pasti akan menemukan jodohnya yaitu pembacanya.

Ini kedua kalinya aku ambil bagian dari 30DWC. Seperti dijilid sebelumnya niatan yang pertama yaitu menantang diri, untuk melawan rasa malas(menulis). Ingin jadi penulis ya menulis, jangan hanya sebatas ingin. Selebihnya aku berharap ini bisa menjadi proses menabung dan menggenapkan naskah untuk project buku soloku yang masih harus rela kugantung.

Bismillah semoga aku bisa menyeleasaikan apa yang aku mulai ini. Seperti biasa platform utama yang aku pakai tentunya di instagram yang akan selalu update ke fb dan semoga bisa kembali mengisi rumah mayaku di www.ndeelife.blogspot.com

Semangat untuk teman2 Squad 5 yang belum sempat ku ikuti satu persatu. Semoga tigapuluh hari kedepan kita bisa saling menyemangati, saling melengkapi, saling berbagi ilmu dan pastinya menambah tali silaturahmi.

Kehilangan

Sejatinya semua yang ada di dunia ini milik Allah dan akan kembali padaNya. Kehilangan itu pasti tapi bagaimana kita memaknai kehilangan itu sendiri

Setelah setahun lebih, akhirnya siang ini aku berkesempatan 'menculik' kawan baikku yang rasanya sekarang sulit sekali ditemui. Niatan awal kami ingin saling berbincang melepas penat dari padatnya pekerjaan di kantor.

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan akhirnya kami memilih sebuah warung makan yang dekat kantor. Kebetulan siang tadi suasananya tidak terlalu ramai hanya ada beberapa pengunjung. Kami memilih meja diruang paling belakang yang sepi.

Ikan mujaer goreng dan jus jambu menemani obrolan kami siang itu. Namun niat hanyalah niat karena akhirnya apa yang kami bicarakan justru jauh dari apa yang awalnya ingin dicurhatkan.

Berawal dari postingan putriku di ig akhirnya cerita mengalir tentang keponakan kawanku yang belum lama meninggal karena sakit.

Mendengarkan ceritanya aku jadi ikut terhanyut, terlebih usia keponakannya tidak jauh dari usia putriku. Dia menceritakan bagaimana detik-detik menjelang kepulangan keponakan kesayangannya itu.

Bagaimana sang ibu yang berusaha tegar menemani hingga di detik-detik terakhirnya namun akhirnya harus terkena depresi sebab kehilangan yang sangat mendadak itu.

Tak hanya orang tua dan adiknya, kakek nenek, kerabat dan tetangganya pun merasa kehilangan sosok lucu yang soleh itu yang kini sudah menjadi tabungan di akhirat untuk orang tuanya.

Aku memang belum merasakan kehilangan yang seperti itu dan tak berharap itu terjadi. Pasti berat melepas kepergian buah hati tersayang yang sedang lucu-lucunya. Terlalu banyak kenangan yang tersimpan rapi diingatan yang akan selalu membangkitkan kenangan.

Namun sebagai manusia biasa kita harus berdamai dengan takdir sepahit apa pun itu. Mudah memang mengatakannya walau teramat sangat tak mudah menjalankannya. Semoga untuk saudara-saudara kita yang saat ini sedang merasa kehilangan, bisa segera ikhlas dan melepas dengan damai kenangan yang pernah ada. Yakinlah akan ada hikmah dibalik itu semua

Rasa kehilangan hanya akan ada, jika kau pernah merasa memilikinya ~Letto~

Kenangan

Pernah nggak sih kita berpikir sudah berapa banyak orang yang kita temui sepanjang perjalanan usia kita? Sudah berapa banyak kenangan yang kita simpan tentang mereka yang datang dan pergi?

Ibarat komputer mungkin hardisk kita sudah terlalu penuh dan butuh didefragment untuk merapikan kembali setiap file kenangan yang ada. Mungkin perlu juga dilakukan disk cleanup untuk menghapus kenangan-kenangan yang tak perlu lagi kita simpan. Namun tak perlu juga kita memformat ingatan kita untuk menghapus semua kenangan yang ada.

Tak bisa dipungkiri setiap kehadiran pasti akan menyisakan kenangan baik manis atau pun pahit. Ada yang kehadirannya memang kita undang untuk hadir dalam kehidupan kita. Ada pula yang kehadirannya muncul tiba-tiba saja tanpa kita sadari kedatangannya.

Ada yang hadirnya hanya singgah sejenak untuk sekedar bertegur sapa. Ada pula yang sekedar berlalu tanpa sempat menyapa. Atau mungkin ada yang hadirnya penuh makna dan meninggalkan banyak kenangan.

Seperti sepiring kue yang datang entah kita beli atau atas pemberian orang dan pergi ke perut kita atau kita berikan ke orang lain, semuanya akan berlalu pada saatnya.

Lalu bagaimana jika yang telah pergi itu datang kembali dan membuat file kenangan yang sudah tersimpan rapi harus dibuka kembali?

Tak masalah jika yang kembali adalah kenangan yang mampu membangkitkan semangat kita. Tak masalah jika yang datang kembali bisa memperpanjang tali silaturahmi yang sempat terputus.

Namun bisa berbahaya jika yang kembali adalah kenangan pahit yang mampu mengacaukan hati dan pikiran kita atau membuat kita berlarut-larut dalam kesedihan. Akan berbahaya pula jika yang datang adalah kenangan tentang sang mantan yang belum bisa sepenuhnya hilang dari ingatan.

Mungkin itulah mengapa lebih baik pacaran setelah menikah, karena kita tak pernah tahu apakah pacar kita adalah jodoh kita. Pacaran bertahun-tahun dengan siapa eh nikahnya dengan siapa. Jangan sampai ada yang gagal move on hanya gara-gara sang mantan.

Jadi sepertinya cukup tepat jika buanglah mantan pada tempatnya, lalu bagaimana dengan yang tak sempat menjadi mantan namun meninggalkan kenangan yang dalam?😜

*)Tiga catatan tersebut bagian dari tantangan 30DWC Jilid 29 yang sedang aku ikuti

Rabu, 16 Desember 2020

Tetap Semangat!!!

    Memang Allah akan selalu menguji kesungguhan kita, seberapa kuat keinginan kita, seberpa keras usaha kita untuk mencapai keinginan tersebut meski kembali lagi bahwa takdir Allah yang terbaik untuk kita. Baru saja berjalan beberapa hari program 30DWC ada saja halangan yang seakan membuat semangatku hendak menyusut.

    Satu persatu permasalahan tiba-tiba muncul kepermukaan seperti bakso yang sudah mengambang dan minta diangkat. Sepertinya semua masalah meminta untuk diselesaikan segera yang mau tak mau menyita waktu dan pikiranku. Workload di kantor juga sedang padat-padatnya dan akhirnya daripada pusing kutulis saja semuanya disini untuk setoran tulisan hari ini.

    Take a deep breath again...again...and again...

    Hidup di dunia memang tak akan pernah lepas dari masalah namun dengan adanya masalah hidup akan lebih berasa dan berwarna, tinggal bagaimana kita memanajemen masalah tersebut. Mungkin memang ini sedang saatnya aku diminta untuk belajar lebih sabar lagi dan tak lupa bersyukur atas hari-hari tenang kemarin. Jika memang sesaat harus memacu adrenalin tentunya tak apa, bukankah Allah swt memberi kita masalah pasti sudah satu paket dengan solusinya tinggal bagaimana kita bisa bertemu dengan solusi itu. Allah swt juga sudah membekali kita agar meminta pertolongan-Nya dengan sabar dan sholat, maka lakukan saja sebaik-baiknya tugasmu. Persoalan hasil biar Allah yang mengatur sebaik-baiknya untuk kita.

    Semoga satu persatu persoalan ini menemukan jalan keluarnya dan aku bisa tetap semangat mengikuti dan menyelesaikan 30DWC Jilid 27 ini. Semangat😁



Senin, 14 Desember 2020

Maafkan Bunda

    Siapapun boleh bermimpi dan berharap kelak impian itu bisa menjadi nyata. Bermimpi suatu saat nanti bisa mimiliki pasangan yang ideal, anak-anak yang manis, kehidupan rumah tangga yang harmonis sehingga peran sebagai istri dan ibupun bisa dilakoni dengan sangat manis dan nyaris sempurna (mengapa nyaris? Karena manusia tidak ada yang sempurna). Berbagai literatur maupun seminar mengenai teori berumah tangga, teori parenting dan segala hal yang berhubungan dengan dunia teserbut terasa gurih sekali untuk dilahap. Berharap bisa menjadi bekal yang cukup saat tiba waktunya nanti.

         Namun saat kenyataan berbicara tak semanis impian, saat langkah terasa berat untuk diayunkan, saat dada terasa sesak untuk bernafas dan semuanya menjadi bola salju yang tanpa sadar kita gelindingkan ke arah sang buah hati yang sedang indah-indahnya menikmati dunia. Saat itu sepertinya runtuh sudah semua teori parenting yang pernah saya baca atau dapat dari berbagai seminar. Hingga pada akhirnya hanya sesal yang tersisa bersama air mata. Tapi seorang ibu juga hanyalah manusia biasa yang juga tak lepas dari khilaf dan alpa maka bagi saya sudah sepantasnya seorang ibupun berani untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf pada sang buah hati.

          Berusaha tak ingin menyesali takdir dan berusaha kembali menyadari sepenuhnya bahwa seorang ibu juga manusia biasa dengan segala kelebihan dan kekurangannya yang juga bisa merasa lelah, sedih, kecewa ataupun marah. Mencoba berdamai dengan semua situasi yang ada, belajar lebih ikhlas lagi menerima takdir-Nya. Dan doa sebagai senjata ampuh seorang muslim itu memang benar adanya dan saya yakin dengan doa bukan tak mungkin bisa merubah segalanya. Meski luka yang terpartri di hati belum tentu bisa hilang sepenuhnya semoga permohonan maaf setulus hati bunda bisa menutup lubang dihatimu. Ingatkan bunda jika bunda kembali lupa, semoga kedepannya kita bisa bersama-sama merangkai tawa dan mengeja bahagia yang lebih berwarna dan penuh makna.



*)Catatan spesial untuk sulungku, cinta pertama kami, yang hampir delapan tahun membersamai kami. Semoga pada saatnya nanti kau akan mengerti hikmah dibalik takdir yang telah kita lewati ini dan semoga ini akan menjadikanmu pribadi yang kuat.




Rabu, 18 November 2020

Ikatan Cinta (Kita)

Berawal dari melihat beberapa status whatsapp teman-teman yang seringkali mengunggah sosok ini akhirnya aku pun penasaran. Sosok yang saat ini sedang menjadi idola kaum hawa terutama pecinta sinetron. Aku yang memang jarang bahkan hampir tak suka sinetron, kali ini harus mengakui bahwa aku ikut terhipnotis. 

Tak menampik bahwa sosok Aldebaran yang dibawakan oleh Arya Saloka memang benar-benar seolah nyata dan dibawakan sangat apik. Dipasangkan dengan Amanda Manopo sebagai Andin setiap adegan yang mereka perankan begitu dapet chemistrinya. Eits, sebenarnya aku bukan mau membahas sosok yang mereka perankan atau pun sosok mereka dalam kehidupan nyata karena aku baru tahu mereka setelah menonton sinetron #Ikatan_Cinta ini. Setelah lama absen dari dunia infotaiment aku memang tak hafal artis-artis jaman sekarang, tahunya paling Anjasmara, Teuku Ryan (ketahuan deh angkatan berapa). 

Oke balik lagi ke Ikatan Cinta, jujur aku tertarik dengan alur ceritanya yang terasa real di kehidupan nyata meski ada yang bilang itu drakor banget, okelah mungkin ada bumbu-bumbu. Ibarat masakan kan ga sedep kalau bumbunya kurang, tapi dari alur cerita intinya aku suka banget semoga ga dibuat sesion-sesion selanjutnya yang akhirnya ceritanya jadi tidak karuan. 

Melihat apa yang dialami Andin aku seperti dilemparkan ke beberapa tahun silam dimasa awal-awal pernikahanku, bukan maksud membuka urusan rumah tangga ke publik aku hanya berharap dengan tulisan ini bisa memberikan pelajaran bagi siapa saja yang membacanya. 

Disatukan dalam ikatan cinta (pernikahan) melalui proses perjodohan memang bukan hal mudah meski mungkin ada beberapa pasangan yang tak mengalami kesulitan beradaptasi. Aku yang benar-benar pertama kali mencium tangannya saat Ijab Qobul selesai tak pernah membayangkan akan melalui masa-masa itu semua. Proses adaptasi yang tak semudah membalikan telapak tangan yang tak pelak menimbulkan gesekan-gesekan diantara kami. Karakter suami yang cenderung keras dan cuek sungguh membuatku yang sangat perasa ini nyaris kehabisan air mata (lebay dikit boleh ya). 

Menyatukan dua isi kepala yang berbeda memang tak mudah tapi aku masih yakin itu bisa diselaraskan, berkali-kali aku meminta suamiku merubah sikapnya yang tak aku suka dan berkali-kali itu pula kemarahan suami meledak. Kami yang saat itu masing mengedepankan ego masing-masing seperti sedang ada ring tinju. Aku yang cenderung tak suka keributan lebih memilih diam dan menuliskan semua isi hati di diary, tak jarang aku menulis surat untuk suamiku jika kami sedang marahan karena aku tipe yang tidak bisa bicara langsung yang ada nantinya hanya air mata yang keluar bukan kata-kata. Namun akhirnya kini atas dorongan suami aku belajar untuk bisa bicara langsung jika ada masalah diantara kami, suami yang selalu memotivasiku (memancingku) untuk mau bicara langsung. 

Meski terlihat adem ayem saja tapi kami pun pernah melalui masa paling menakutkan (buatku) sesaat setelah kelahiran putri kedua kami dan rasanya aku tak ingin lagi mengingat-ingat masa itu dan berharap tak akan terulang lagi. Kini suamiku masih tetap dengan karakternya yang keras dan cuek, kami pun masih sering berbeda pendapat namun seiiring berjalannya waktu ketika aku mulai belajar menerima semua takdir-Nya untukku ini, aku merasakan banyak perubahan dalam diri suamiku. Aku berusaha untuk menerima sosok lelaki yang kini sebagai ladang ibadahku seutuhnya dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Hal-hal kecil yang mungkin terlihat biasa buat pasangan lain seperti membalas sms/wa, menjawab telpon/ telpon balik justru kini jadi hal yang spesial buatku karena dulu jarang banget dilakukan suamiku, dan masih banyak lagi hal-hal istimewa lainnya yang seiring waktu seperti jadi kejutan indah buatku. Dibalik sosok kerasnya aku yakin suamiku adalah sosok yang sangat penyanyang apalagi sama anak-anak, meski tak pernah terucap oleh kata tapi aku bisa merasakannya disaat dia memelukku.

Karena keras tak bisa dilawan dengan keras, mungkin seperti cerita dalam sinetron kenapa ada sosok istri yang lemah masih mau-maunya ditindas oleh suaminya bahkan sampai ada KDRT (alhamdulillah kalau aku sih ga sampai ada KDRT). Itu bukan hanya cerita sinetron tapi memang sungguh terjadi di kehidupan nyata dan aku pun pernah mengalaminya. Teruntuk para istri yang saat ini sedang berjuang mempertahankan rumah tangganya, yakinlah selama suami kita masih punya iman (masih mau sholat) dan tidak pernah menyuruh kita melakukan hal-hal yang dilarang agama maka teruslah berjuang untuk merengkuh hatinya. Mintalah hanya pada Allah yang Maha Membolak-balik hati hamba-Nya. Jangan pernah menyuruh atau menuntut suami berubah seperti yang kita minta tapi cobalah kita untuk berubah menjadi istri yang lebih baik lagi dengan melakukan hal-hal yang seharusnya seorang istri lakukan pada suaminya. Insya Allah janji Allah itu nyata bagi orang-orang yang sabar, selamat berjuang semoga Allah swt selalu meridhoi Ikatan Cinta kita hingga ke surga-Nya kelak. Aamiin
Ket: Foto diambil saat belum ada si bungsu 😘

Senin, 21 November 2011

Hanya ingin bernagi sedikit hikmah*

Rasanya sudah lama sekali tak bermain kata-kata, dan malam ini Alhamdulillah aku diberi kesempatan berdua dengan "si putih", banyak yang ingin kubagi dengannya dan sebagian sengaja aku tuliskan di note ini dan tentunya blog pribadiku.

Bulan ini sungguh bulan ujian bagi kami khususnya untuk kedua orang tuaku, karena sudah setengah bulan ini kami diberi amanah oleh-Nya untuk merawat mbah putri (Ibu dari bapak) yang mendadak harus dirawat di rumah sakit. Siapapun pasti tak menginginkan itu seenak apapun, rumah sakit tetap jadi tempat yang tidak menyenangkan. Di usianya yang 81 tahun ini pertama kalinya mbah putri harus dirawat di rumah sakit, biasanya kalau beliau sakit hanya mengandalkan obat tradisional atau air (yang sudah didoakan oleh pak ustadz). Satu minggu pertama di rumah sakit sudah sangat terlihat mbah putri sudah tidak betah dengan selang infus yang tertancap ditangan kanannya.

Banyak hikmah yang aku petik selama dua pekan ini, sungguh Allah memang Maha Pembuat Skenario Terbaik. Untuk menghadapi peristiwa ini ternyata Allah telah mempersiapkan skenarionya jauh sebelumnya, mungkin sejak tiga tahun yang lalu. Dimana saat itu tahun 2008 bapak dan ibu berusaha membujukku sebisa mungkin untuk mau kembali kerumah (tinggal dan bekerja di daerah asalku). Setelah melalui diskusi yang tak singkat akhirnya dengan berat hati kulangkahkan kaki kembali ke kampung halaman hanya dengan niat membahagiakan keduanya untuk mendapat ridho-Nya, bukankah ridho Allah ridho orang tua?

Kini dua tahun telah berlalu sejak kepindahanku (2009), dan Allah-pun menyampaikan hikmah itu mengapa aku harus kembali kesini (kerumah). Allah ingin aku mendampingi kedua orang tuaku menghadapi saat-saat berat ini, meski mungkin aku tak bisa banyak membantu merawat mbah putri namun setidaknya keberadaanku bisa memberikan dukungan moril untuk kedua orang tuaku dalam merawat mbah putri. Aku yang dulu sungguh sama sekali takut mengendarai motor, ternyata sekarang harus jadi seksi mondar-mandir selama mbah sakit, aku yang tak pernah ingin jadi perawat ternyata mau tak mau harus belajar mengurus mbah putri (ketika ibu sendiri jatuh sakit). Sungguh sesuatu yang dulu tak aku inginkan ternyata akhirnya kini sangat aku syukuri karena bisa berada dekat dengan kedua orang tuaku. Semoga bagi siapapun yang kini diamanahi untuk berada dekat (merawat) orang tuanya tidak menjadikan itu beban melainkan amanah yang Insyaallah jika dijalani dengan ikhlas semoga menjadi berkah bagi kita.

Ya Allah sungguh hanya Engkau sebaik-baiknya pelindung dan pemberi pertolongan maka kami hanya memohon kepada-Mu atas kesembuhan mbah putri semoga sakitnya ini menjadi penggugur dosa-dosanya dan semoga ini jadi ladang pahala bagi kami anak cucunya untuk bisa merawat beliau dengan sebaik mungkin semampu kami. Semoga Allah selalu memberikan kami kekuatan, kesabaran dan keikhlasan melalui ujian ini sehingga setiap yang kami lakukan bisa menjadi berkah. Amin...

Terima kasih untuk saudara-saudara, teman-teman dan seluruh pihak yang hingga kini memberikan dukungan dan doa bagi kesembuhan mbah putri semoga Allah membalasnya dengan sebaik-baik pembalasan.

Dan mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk teman-teman atau pihak-pihak yang mungkin agak terabaikan selama beberapa pekan ini, semoga aku bisa segera aktif kembali, normal seperti sediakala.

Mohon doanya untuk kesembuhan mbah putri... Terima Kasih.

*)Meluangkan waktu sejenak setelah lama tak menulis, semoga ada hikmah yang bisa dipetik.

Minggu, 28 Agustus 2011

Sungguh kami akan selalu rindu untuk kembali berjumpa denganmu (Ramadhan)

Serasa baru kemarin aku melangkahkan kaki memasuki kampung ramadhan, merasakan suasana berbeda setelah sebelas bulan berjalan dipanasnya padang kehidupan. Serasa baru kemarin aku melihat masjid dan mushola terasa ramai didatangi mereka yang ingin melaksanakan sholat tarawih berjamaah. Serasa baru kemarin aku merasakan nikmat yang berbeda disahur dan buka pertama. Serasa baru kemarin aku merasakan betapa manisnya dan lezatnya buah kurma saat berbuka. Ah…semuanya serasa baru kemarin dimulai tapi ternyata kini langkah itu sudah hampir sampai di penghujung.

Ramadhan bagiku bagai sebuah persinggahan untuk mendamaikan hati, menyejukkan jiwa dan membangun kembali menara iman kita yang mungkin telah lapuk setelah melewati 11 bulan perjalanan yang melelahkan. Ramadhan, dimana banyak sekali ampunan yang Allah berikan dan banyak sekali pahala yang sediakan untuk kita ambil sebanyak-banyaknya. Ramadhan ibarat oase yang mampu menghilangkan dahaga setelah sekian lama kita berjalan di padang pasir. Ramadhan laksana jalan yang akan membawaku ke titik harapan atas semua doa panjangku untuk semua mimpi-mimpiku. Ramadhan bagaikan sahabat yang setia mengajak dan menemaniku untuk berjumpa dengan-Nya dimalam-malam indah penuh berkah. Ramadhan…sungguh ingin aku lebih lama lagi bersamamu.

Gerbang kemenangan itu sudah terlihat hanya tinggal dalam hitungan langkah kita akan tiba di sana. Namun di sana di luar kampung ramadhan ini gurun yang panas sudah menanti untuk kembali kita lalui. Semoga satu bulan yang teramat singkat ini mampu menjadi amunisi, bisa menjadi bekal kita untuk perjalanan sebelas bulan kedepan. Dan kitapun tak pernah berhenti berdoa untuk terus berharap agar kelak diijinkan kembali berjumpa dengan Ramadhan-Nya. “Ya Allah, istiqomahkan kami agar saat ramadhan berlalu jejaknya masih melekat di qolbu dan takkan terhapus oleh waktu. Sungguh kami akan selalu rindu untuk kembali berjumpa di ramadhan-Mu, menghiasi hari dengan pahala dan ampunan dari-Mu.”

Aku lihat Ramadhan dari kejauhan
Lalau kusapa ia “Hendak kemana?”
Dengan lembut ia berkata “Aku harus pergi, mungkin JAUH dan sangat LAMA. Tolong sampaikan pesanku untuk orang MUKMIN, syawal akan tiba sebentar lagi, ajaklah SABAR untuk menemani hari-hari dukanya, peluklah ISTIQOMAH saat ia kelelahan dalam perjalanan TAQWA, bersandarlah pada TAWADHU saat kesombongan menyerang, mintalah nasehat QUR’AN & SUNAH disetiap masalah yang dihadapi. Sampaikan pula salam dan terima kasih untuknya karena telah menyambutku dengan suka cita dan melepas kepergianku dengan air mata. Kelak akan kusambut ia di SURGA dar pintu AR RAYAN. Selamat meraih pahala terbaik di detik-detik terakhir RAMADHAN.
(sms dari Mb'Dewi, makasih ya…)

Rabu, 15 Juni 2011

Pilih jalan yang mana???

Banyak jalan menuju roma...pepatah yang mungkin sudah tak asing lagi ditelinga kita. Dan apa yang akan sedikit saya bagi ini masih berkaitan denga pepatah tersebut. sebenarnya sudah lama ingin menuliskan ini namun akhirnya baru malam ini jari-jari saya mau bergerak di atas tuts keyboard.



Sejak beberapa pekan yang lalu sebuah jembatan yang merupakan jalur utama di desa saya sedang mengalami perbaikan total sehingga jalur tersebut harus benar-benar ditutup. Awalnya yang saya tahu hanya satu hanya satu jalur alternatif yang biasa saya lalui selama perbaikan jembatan. Namun kini akhirnya saya benar-benar tahu ada 3 jalur alternatif yang bisa saya lalui untuk menuju ke kantor setiap harinya, sebenarnya tak hanya tiga namun tiga jalur ini yang merupakan jalur tercepat dari semua jalur yang mungkin dilalui. Alternatif pertama adalah melalui sebuah jalan yang membelah pedesaan dan lumayan berliku-liku karena terlalu banyak tikungan. Kondisi jalan lumayan meski tidak sepenuhnya halus namun waktu dan energi yang dibutuhkan lebih banyak alias lebih lama untuk tiba di kantor. Alternatif kedua adalah sebuah jalan baru yang membelah sawah dan kebun tebu, jalan ini memang belum resmi dibuka karena memang belum selesai pengerjaannya. Kondisi jalan sebagian halus namun selebihnya halus bergelombang dan juga masih berbatu kerikil sehingga harus ekstra hati-hati, selain itu kondisi tanah yang kering membuat jalanan ini debunya lumayan juga mengganggu mata dan hidung saya. Alternatif ketiga adalah jalur terpendek yang baru berani saya coba beberapa hari yang lalu karena memang butuh keberanian dan amat sangat ekstra hati-hati. Jalan tersebut merupakan jalur yang dibuat diatas saluran air disebelah jembatan yang sedang diperbaiki, jalur itu dibuat oleh beberapa penduduk sekitar dari anyaman bambu yang disusun menjadi sebuah jalan. Untuk melalui jalan ini para pengendara harus membayar seribu rupiah kepada para "petugas" yang mengatur lalu lintas di atas sasak (nama jalur tersebut). Jadi banyak jalan menuju kantor saya, tinggal pilih mau lewat yang mana semua ada resikonya dan juga keuntungannya.



Seperti itu juga hidup, sebenarnya banyak jalan yang bisa kita tempuh untuk sampai pada sesuatu yang kita impikan, pada sesuatu yang kita inginkan. Ada jalan yang mudah dan kilat, ada jalan yang berliku dan panjang, ada yang jalannya cepat namun medan yang harus dilalui cukup sulit dan ada juga yang jalannya panjang namun semulus jalan tol. Mungkin pilihan pertama sudah pasti yang diinginkan sebagian besar dari kita, jalan yang mudah namun kilat alias kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan dengan cepat dan mudah.



Bersyukurlah jika diantara teman-teman hingga detik ini masih diberi jalan yang mudah dan cepat untuk meraih sesuatu, semoga itu menjadikan kita lebih banyak dan banyak lagi bersyukur. Lalu bagaimana dengan kita yang harus melalui jalan yang panjang dan berliku untuk memperoleh mimpinya dan mendapatkan apa yang diinginkannya? Tetaplah bersyukur! Dari jalan yang panjang itu Allah ingin kita belajar lebih banyak, dari jalan yang sulit itu Allah ingin kita dapat memetik nilai-nilai kehidupan yang berharga. Kita semua dihadapkan pada banyak pilihan jalan hidup yang terkadang sadar atau tidak yang nampak dihadapan kita hanya ada satu jalan, memang dari banyak pilihan itu kita harus memutuskan jalan mana yang akan kita pilih. Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi sepanjang perjalanan itu, siapa yang kita temui disepanjang perjalanan itu dan apa yang akan kita dapat diujung jalan nanti apakah sesuai dengan yang kita impikan atau justru jauh dari yang kita inginkan?



Jalan manapun yang kita pilih saat ini semoga adalah jalan terbaik yang Allah swt tunjukkan untuk kita, jalan yang akan

membawa kita pada impian-impian kita, jalan yang akan membawa kita pada keridhoan-Nya. Persiapkan diri untuk berbagai macam resiko yang mungkin terjadi dan siapkan juga menerima "doorprize" dari-Nya disepanjang jalan yang sedang kita lalui ini. Dan pada akhirnya banyak jalan yang bisa kita tempuh menuju tempat akhir kita (kampung akhirat). Ada jalur cepat atau jalur lambat, ada jalur yang aman-aman saja dan mudah dilalui namun ada juga jalur yang sulit serta penuh resiko. Jalur manapun yang kita pilih semoga tujuan kita masih sama yaitu kita bisa dikumpulkan kembali di Firdaus-Nya. Amin



*) Sebuah renungan kecil saat jiwa lelah meniti langkah

JUJUR, Begitu berharganya???

Sore ini melihat berita disalah satu stasiun televisi tentang kasus yang sedang jadi perbincangan yaitu tentang "Mencontek masal". Miris mengatakannya namun munkin inilah realita yang harus kita sadari, jika mau diungkap kegiatan mencontek masal tak hanya terjadi di satu dua tempat yang muncul ditelevisi. Mungkin hampir sebagian besar siswa sekolah dinegeri ini pernah melakukannya (semoga perkiraanku ini keliru) entah dalam sekala ujian nasioanal atau hanya sebatas ulangan harian. Lantas kemanakah larinya kejujuran?

Masih ingat saat SD dulu aku sempat dikucilkan oleh teman-teman hanya karena tidak mau memberikan contekan saat ulangan harian. Memang tak lama setelah itu kami berbaikan kembali karena dengan terpaksa akhirnya dilain kesempatan kuberikan juga beberapa jawabanku. Sungguh saat itu naluriku sebagai seorang anak kecil sesungguhnya berontak melihat teman-temanku yang saling mencontek saat ulangan namun apa daya seorang gadis kecil yang tak punya keberanian untuk melawan. Namun akhirnya aku membuat aturan sendiri bahwa aku tak akan memberikan jawabanku jika temanku tak memberikan jawabannya padaku. Untuk memastikan temanku tak bermain curang kadang aku tanyakan soal-soal yang sebenarnya aku sudah tahu jawabannya namun kenyataannya tetap saja ada teman-temanku yang bermain curang dengan memberi jawaban salah terutama rival-rivalku. Akhirnya aku lebih sering berbohong dengan mengatakan bahwa jawaban dari soal-soal yang mereka tanyakan belum aku jawab. Sungguh benar-benar dilema...

Namun beranjak dewasa akhirnya aku semakin cuek, melihat teman-teman yang saling contek sudah menjadi hal yang biasa meski untuk melakukannya sendiri aku tak cukup berani sampai-sampai seorang teman sempat kesal karena aku tak berani membuka buku saat ulangan padahal kesempatan itu sudah ada. Aku masih ingat saat itu ulangan sejarah kelas 2 SMP, kebetulan sekali kami mendapat tempat duduk yang ada lacinya (tempat duduk kita berputar setiap harinya) buku paket sudah kami siapkan dilaci tempat dudukku yang memang meja diatasnya agak berlubang sehingga kami pikir akan lebih mudah mencontek. Sebelum ulangan kami juga sudah latihan (kalau diingat lucu juga) :D. Dan tibalah saat ulangan, temanku yang bertugas memperhatikan gerak gerik guru kami langsung menyuruhku membuka buku begitu melihat ada kesempatan, ku coba melihat dari lubang diatas meja namun tak banyak tulisan yang bisa terbaca. Waktu sudah hampir habis namun kami belum berhasil menemukan jawaban yang kami cari, temanku mulai agak kesal karena aku tak berani menarik buku dari laci agar lebih mudah mencari jawaban. Posisi dudukku yang dekat dinding dianggap aman oleh temanku untuk mencontek sambil dia terus mengawasi gerak gerik guru kami namun akhirnya hingga waktu habis kami tetap tak berhasil mencontek. Temanku agak kesal namun akhirnya dia memaklumi, apalagi tanpa mencontek nilai kami saat itu masih terbilang bagus.

Sepanjang aku mengenyam bangku sekolah kejujuran merupakan suatu barang langka, yang jujur itu mujur tak berlaku disana melainkan yang jujur itu ancur. Anak-anak yang berusaha jujur biasanya cenderung dikucilkan, dianggap sok dan tidak setia kawan karena tidak mau membantu teman-temannya. Siapa yang betah betah jika dikucilkan? Mungkin itulah alasan yang akhirnya membuat beberapa dari kita menggadaikan kejujuran yang kita miliki atau mungkin banyak alasan lain yang mengharuskan kejujuran itu lepas dari genggaman kita. Pernah aku baca disebuah tabel kriteria seorang CEO sukses bahwa kriteria yang pertama bukan kepandaian melainkan kejujuran. KEJUJURAN sungguh barang langka yang mahal dan amat sangat berharga sehingga tidak semua orang sanggup memilikinya.


*)Catatan kecil dari seseorang yang ingin mencari kembali sebuah kejujuran(nya) yang hilang

Minggu, 20 Desember 2009

MERENGKUH CINTA DALAM BUAIAN PENA

Saya lupa dari mana mendapat catatan ini, yang pasti setelah membaca kembali catatan ini di flasdisk saya langsung tertarik dan semoga diijinkan untuk me-repost catatan ini di FB saya. Siapapun yang memiliki catatan ini, mohon ijinnya ya.....^^

Selamat membaca semoga bermanfaat...
====================================================
*MERENGKUH CINTA DALAM BUAIAN PENA*

Al-Hubb FiLlah wa LiLlah,

Abu Aufa *

*) Penulis buku Diari Kehidupan 2, telah diterbitkan oleh PT Syaamil Cipta Media, Bandung, 2004, Catatan: Tulisan ini adalah hasil editing dari tulisan lamanya Abu Aufa yang berjudul Usah Kau Lara Sendiri.


Ya, ALLAH,

Aku berdoa untuk seorang wanita,
yang akan menjadi bagian dari hidupku.
Seorang yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.
Seorang wanita yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau.
Seorang wanita yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU.

Seseorang yang memiliki hati yang bijak bukan hanya otak yang cerdas.
Seorang wanita yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati aku.
Seorang wanita yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah.
Seorang yang mencintaiku bukan karena ketampananku tetapi karena hatiku.
Seorang wanita yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi.
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang pria ketika berada disebelahnya.

Aku tidak meminta seorang yang sempurna,
Namun aku meminta seorang yang tidak sempurna,
sehingga aku dapat membuatnya sempurna dimataMU.
Seorang wanita yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya.
Seorang wanita yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya.
Seseorang yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya.
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.

Dan aku juga meminta:
Jadikanlah aku menjadi seorang pria yang dapat membuat wanita itu bangga.
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU,
sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU,
bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.

Berikanlah SifatMU yang lembut sehingga ketampananku datang dariMU bukan dari luar diriku.
Berilah aku tanganMU sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya.
Berikanlah aku penglihatanMU sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya
dan bukan hal buruk saja.
Berikan aku mulutMU yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaanMU dan pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari, dan aku dapat tersenyum padanya setiap pagi.

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat
mengatakaan "betapa besarnya Tuhan itu karena Engkau telah memberikan
kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna".

Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang
tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang
Kautentukan.

Sabtu, 05 Desember 2009

Aku kehilangan hidupku...

5 Desember 2009

Mengapa aku harus kehilangan semuanya setelah semua yang aku susun selama bertahun - tahun?
Tak pernah terpikirkan ini akan terjadi begitu saja disaat aku membutuhkan semua yang telah aku simpan selama ini.

Hampir separuh hidupku hilang, hilang begitu saja tanpa bisa aku kembalikan lagi. Berbagai cara sudah aku coba untuk mengembalikannya tapi apa hasilnya? NIHIL!
Sepertinya kini aku harus kembali memulainya dari nol, benar - benar dari nol. Untuk mengumpulkan kembali yang tersisa dari hidupku. Entah apakah ini kesalahanku atau ketidaksengajaan yang fatal, yang pasti aku sangat kehilangan kehilangan "my life".

Ya "my life", folder catatan perjalanan hidupku selama ini. Catatan hampir seluruh kisah suka dan duka yang telah aku jalani hingga detik ini. Folder sejarah hidupku yang sengaja mulai aku rintis beberapa tahun silam. Folder itu tiba - tiba raib begitu saja dari hardiskku tanpa permisi. Beberapa software recovery telah dicoba namun tetap nihil, hanya foldernya yang kembali namun catatan - catatan itu tetap hilang. Hiks...hiks...

Aku masih ingat dengan jelas kapan terakhir kali aku membukanya. Namun beberapa hari kemudian semuanya telah hilang begitu saja. Semuanya benar - benar tiba - tiba tapi seperti telah diatur sedemikian rupa oleh-Nya. Deretan peristiwa yang terjadi bersamaan dengan hilangnya folder itu seperti saling berkaitan dan teratur rapih. Disaat sebuah moment yang membuatku ingin membuka kembali "my life" justru saat itulah aku kehilangan "my life". Mungkin Allah menginginkanku untuk membuka lembaran baru hidupku.

Kini "my life" telah lahir kembali dengan mimpi dan harapan yang lebih baik dan semoga akan senantiasa menyimpan kisah - kisah yang lebih baik pula dari hidupku (my life) sebelumnya. Biarlah semua yang telah berlalu jadi sejarah dalam hidupku, kini saatnya kususun kembali lembaran - lembaran baru dalam hidupku (my life). Setidaknya masih ada sedikit catatan yang tersisa di blog-ku.

Semoga ku tak akan kehilangan hidupku lagi...^^

Kamis, 03 Desember 2009

JANGAN TAWARKAN KEISENGAN ATAS NAMA TAARUF PADA KAMI...!!!!!

Aku ingin bicara atas nama wanita, terlebih akhwat (kalau boleh sih) tolong untuk para ikhwan (atau yang merasa sebagai muslim)....bgini:

Wanita adalah makhluk yang "sempit akal" mudah terbawa emosi. Terlepas bahwa aku tidak suka pernyataan tersebut, tetapi itulah fakta. Sangat mudah membuat wanita bermimpi. Tolong, berhentilah memberi angan-angan kepada kami. Mungkin kami akan melengos kalau disapa. Atau membuang muka kalau dipuji. Namun, jujur saja, ada perasaan bangga. Bukan suka pada antum (mungkin) namun suka karena diperhatikan "lebih".

Diantara kami, ada golongan Maryam yang pandai menjaga diri. Tetapi tidak semua kami mempunyai hati suci. Jangan antum tawarkan sebuah ikatan bernama ta'aruf bila antum benar-benar belum siap akan konsekuensinya. Sebuah ikatan ilegal yang bisa jadi berumur tak cuma dalam hitungan bulan tetapi menginjak usia tahun, tanpa kepastian kapan akan dilegalkan. Tolong, pahami arti cinta seperti pemahaman Umar Al Faruq: seperti induk kuda yang melangkah hati-hati karena takut menginjak anaknya (afwan, bener ini ya riwayatnya?). Bukan mengajak kami ke bibir neraka. Dengan SMS-SMS mesra, telepon sayang, hadiah-hadiah ungkapan cinta dan kunjungan pemantapan yang dibungkus sebuah label: ta'aruf.

Tolong, kami hanya ingin menjaga diri . Menjaga amal kami tetap tertuju padaNYA.Karena janji Allah itu pasti. Wanita baik hanya diperuntukkan bagi laki-laki baik. Jangan ajak mata kami berzina dengan memandangmu! Jangan ajak telinga kami berzina dengan mendengar pujianmu! Jangan ajak tangan kami berzina dengan menerima hadiah kasih sayangmu! Jangan ajak kaki kami berzina dengan mendatangimu! Jangan ajak hati kami berzina dengan ber-dua-an denganmu! Ada beda persahabatan sebagai saudara, dengan hati yang sudah terjangkiti virus. Beda itu bernama "rasa" dan "pemaknaan". Bukan, bukan seperti itu yang dicontohkan Rasulullah! Antum memang bukan Mush'ab. Antum juga tak se-kualitas Yusuf as. Tetapi antum bukan Arjuna dan tak perlu berlagak seperti Casanova karena Islam sudah punya jalan keluar yang indah. Segeralah menikah atau jauhi wanita dengan puasa!
********************

NASEHAT UNTUK DIRI SAYA PRIBADI...^^

saudariku....sahabatku...ukhti muslimah....,,,,
sungguhpun taaruf bukanlah sebuah permainan....bukan sekedar coba-coba...bukan sekedar perkiraan..."hmm..siapa tau cocok...""hmm...siapa tau jodoh...""siapa tau..."siapa tau...'atau bahkan..." Hmm....lumayanlah...buat hepi-hepian...???????"astaghfirullah....
sungguh...Taaruf itu bukanlah sebuah keisengan seperti itu....!!!!
bagaimana mungkin SATU-SATUNYA JALAN YANG DIHALALKAN OLEH ALLAH...OLEH ISLAM..adalah sebuah permainan iseng...permainan coba-coba...sebuah kesenangan terselubung...??????bagaimana mungkin SATU-SATUNYA JALAN YANG DIHALALKAN OLEH ALLAH...OLEH ISLAM..adalah sebuah permainan iseng...permainan coba-coba...sebuah kesenangan terselubung...??????
bagaimana mungkin suatu upaya untuk menghindari PACARAN...justru tanpa disadari masuk dalam PACARAN tersebut...bagaiaman mungkin sebuah upaya untuk membuahkan suatu yang suci...suatu ikatan yang mahal harganya...sebuah perjanjian agung yakni PERNIKAHAN adalah sebuah lelucon yang bisa dilakukan dengan siapa saja...siapa saja yang mau...siapa saja yang ada...atau sebuah iseng-iseng berhadiah...???????????????

dengan perkataan..."coba ah...sama dia...siapa tau...hehehe..???????!!!!!!!?????????"
TAARUF BUKAN HAL-HAL REMEH TEMEH SEPERTI ITU....!!!!!!!TAARUF ITU SUNGGUH SUCI...!!!sebuah komitmen awal... sungguh bukan hak saya untuk berkata demikian sebenarnya...saya bukan siapa siapa...bahkan saya adalah orang yang sangat sangat awam dengan masalah ini....
tapi...sungguh miris hati saya ketika melihat realita...taaruf seakan jadi sebuah solusi atau jalan lain karena tidak boleh pacaran...!!!akhibatnya...??? taaruf tiada bedanya dengan pacaran...???lalu...??? taaruf adalah pacaran hanya dibungkus dengan "selimut Islami..."????????

jika pacaran yang dibicarakan adalah...(hmm..mungkin ..^^)"sayang...ketemuan yuk..."
jika taaruf..."ukhty...sholat tahajud dulu...??????????"
jika pacaran mengungkapkan perasaan dengan"sayang...aku cinta kamu..."
taaruf ...??"ukhty...sungguh hati ini mencintaimu karena Allah...????"
sms-sms penuh perhatian...tiap hari...tiap jam...telepon-telepon mengobrol kehidupan sehari-hari...chatting..???YANG DIBICARAKAN...??????? hmm..tidak jauh beda tiap hari...!!!

kiranya semuanya telah tau...bahwa wanita adalah fitnah terbesar bagi seorang laki-laki...
namun...saya wanita...dan ukhti pun wanita...tapi kita juga tau...bahwa perhatian laki-laki...kasih sayangnya...sikap melindunginya...kesetiaannya adalah cobaan yang tidak kalah hebatnya bagi seorang wanita...mungkin kami para akhwat pada awalnya akan berkata..."iih...iseng bgt sih...""nyebelin...""ganjen...""TP TP...""ngapain sih ngajak-ngajak taarufan nggak jelas.." TAPI....kita semua juga tau.... cinta itu tumbuh karena terbiasa...
terbiasa dekat...
terbiasa ada...
terbiasa bersama...
terbiasa berantem..hhe..^^
terbiasa saling menyapa...
terbiasa diberi perhatian...
terbiasa saling mengobrol...hmm...

cinta itu teramat bening...saat ini tiada apapun...namun perlahan...tanpa kita sadari...dia sudah menjalar ke seluruh bagian jiwa kita,,,menguasai kita...awalnya mungkin kita akan merasa sebal dengan kehadirannya...terganggu oleh sms-sms isengnya....terganggu oleh pertanyaan-pertanyaan anehnya....
namun...tanpa kita sadari...saat ia tiada...saat sms tak kunjung tiba...saat telepon tak berdering lama....????akan ada perasaan kehilangan....setiap saat melihat ke HP...menunggu deringnya...setiap saat melongok ke komputer...menunggu onlinenya.....
dan itukah...??? itukah saudariku....??? yang dinamakan dengan..."MENCINTAI KARENA ALLAH...???"itukah...????itukah....?????????

ya akhi...para ikhwan....sungguh hati wanita ini lemah....hati wanita itu mudah terjangkiti virus....
dan bagaimana jika kita telah jatuh cinta...bagaimana ternyata hati kita sudah saling merindu...menginnginkan adanya kebersamaan...merindukan adanya kasih yang tanpa akhir...sementara....KITA BELUM HALAL....!!!!!! DAN MUNGKIN KITA TIDAK AKAN PERNAH JADI HALAL....!!!!!!

sanggupkah engkau pertanggungjawabkan sms-sms mesramu...???sangggupkah engkau pertanggungjawabkan telepon mesramu...???sanggupkah engkau pertanggungjawabkan tangis kami karena mulai merindukanmu...??? mulai berharap padamu...???
Tolong, kami hanya ingin menjaga diri . Menjaga amal kami tetap tertuju padaNYA.Karena janji Allah itu pasti. Wanita baik hanya diperuntukkan laki-laki baik.
Jangan ajak mata kami berzina dengan memandangmu! Jangan ajak telinga kami berzina dengan mendengar pujianmu! Jangan ajak tangan kami berzina dengan menerima hadiah kasih sayangmu! Jangan ajak kaki kami berzina dengan mendatangimu! Jangan ajak hati kami berzina dengan ber-dua-an denganmu!

ya akhi....ikhwan...calon pemimpin kami di masa depan....jika engkau benar-benar serius...mengapa engkau hanya bersembunyi dibalik internetmu...???bersembunyi dibalik HPmu...???bersembunyi dalam kata-katamu...????????
kita sudah lelah dengan semua itu...sungguhpun kita tidak mengharapkan seorang laki-laki BERMENTAL TEMPE...yang hanya berani di dunia maya...yang hanya berani di dunia sms...
dan yang lari dari tanggungjawab setelah merasa tidak cocok....
jika engkau memang sungguh serius...DATANGLAH PADA ORANGTUA KAMI...!!!JAWAB PERTANYAAN KAMI DENGAN LANTANG...!! DIHADAPAN KAMI...!!!!JAWAB PERTANYAAN KAMI SECARA LANGSUNG....!!!!

kami wanita ingin pemimpin yang berani....kami wanita yang ingin menjaga diri...kami wanita yang tidak ingin diberi harapan palsu...janji gombal....kami wanita yang ingin laki-laki yang halal.....DENGARLAH AKHI...KAMI WANITA YANG BERBEDA...!!!!!!
PERNIKAHAN ADALAH KESUCIAN....DAN JALAN MENUJU PERNIKAHAN TENTUNYA HARUS SESUCI PERNIKAHAN ITU PULA...!!!


Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana.
Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita solehah yang lain, dilamar lelaki yang bakal dinobatkan sebagai ahli syurga, memimpinku ke arah tujuan yang satu. Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, yang mampu mendebarkan hati juataan gadis untuk membuat aku terpikat.

Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah. Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dimubazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk begitu. Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.

Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari ridha Illahi. Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu. Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu. Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku.
Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku. Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga….

ATAS NAMA TAARUF...???
MUNGKIN SALAH SEORANG LAKI-LAKI AKAN BERTANYA..." mengapa wanita begitu selektif memilih orang yang akan taaruf.."maka...wanita akan menjawab..
suami kami nanti kelak akan menjadi pemimpin kami...akan kami layani kebutuhannya....akan kami tunggu kehadirannya...akan kami berikan jiwa kami...raga kami....bagaimana mungkin kami lalai dalam memilih calon suami...meski hanya dalam rangka taaruf...??
suami kami nanti akan menjadi pembimbing agama kami...penjaga kami...pelindung kami...bagaimana mungkin kami akan gegabah dalam menentukan pilihan...meski hanya sebatas tukaran biodata..??
mentaati suami kami adalah salah satu jalan kami ke surga...ketaatan pada suami adalah lambang kesholihan kami....bagaimana mungkin kami akan cepat memutuskan siapa pilihan kami meski hanya sebatas kata..."baik saya setuju...taarufan..."
ya akhi....saudaraku...para ikhwan....JANGAN TAWARKAN KEISENGAN ATAS NAMA TAARUF PADA KAMI...!!!!!KETAHUILAH...KAMI ADALAH WANITA YANG BERBEDA...!!!!!
Aku merasa tak pantas mengatakan bahwa aku adalah wanita berbeda.........Tetapi aku ingin belajar.... aku juga ingin menjadi salah satu wanita khusus tersebut...Wanita yg diperuntukkan bagi lelaki yang baik.... Lelaki ahli syurga....Meski seringkali jatuh, aku ingin mencoba untuk bangkit lagi, mencoba lagi......Meski aku berkali2 gagal, namun aku ingin meraihnya...Aku ingin meraihnya...............

Sumber: http://nhiyaa.multiply.com/journal/item/158/taaruf...pacaran_dalam_islam_co-pas

Senin, 23 November 2009

Ujian berikutnya.....

Hidup itu adalah rangkaian ujian yang hasil akhirnya diketahui di hari akhir nanti, apakah kita bisa masuk kedalam surga-Nya atau harus mau dimasukkan kedalam neraka-Nya.

Mungkin baru sepekan lebih ujian itu perlahan bisa kulalui kini ujian yang lain telah datang lagi menghadang langkahku. Ya...inilah seninya hidup, kalo ga ada masalah mungkin rasanya hambar. Dan memang benar Allah sudah mengatur segalanya dengan porsi yang pas. Tidak selamanya kita dalam kesenangan dan tidak selamanya pula kita dalam kesusahan. Bukankah sudah jelas dikatakan dalam Al-qur'an bahwa sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan (QS:94:5-6). Akupun yakin bahwa Allah menciptakan masalah sudah satu paket dengan solusinya, jadi apapun masalahnya pasti ada solusinya. PASTI!!!
Jangan pernah berhenti mencari solusinya, selesaikan ujian yang diberikan-Nya dengan sebaik - baiknya. Semoga kita memperoleh akhir yang baik. Amin

Selasa, 17 November 2009

Karena Mimpi Kita Berbeda

Ya aku menyukainya…jauh sebelum akhirnya dia mengenalku. Dia sosok yang diam – diam aku kagumi menjelang ditahun terakhir SMA dulu, sosok yang bagiku terlampau sempurna yang membuatku tak berani menunjukkan siapa diriku. Sampai akhirnya kesempatan itu datang dan sejak saat itulah kami cukup sering berkomunikasi meski hanya melalui sms. Terpisah oleh jarak dan kesibukan yang banyak menyita waktu kami masing – masing, membuat komunikasi kami terputus selama beberapa bulan. Namun lewat seorang teman akhirnya komunikasi kami berjalan kembali. Mungkin sejak saat itulah kesempatanku memang sudah tidak ada.

Dia yang lama tak kuketahui kabarnya, semakin dewasa, matang dan bijaksana. Sikapnya membuat rasa simpatikku terus tumbuh. Tak dapat dipungkiri bahwa dia juga turut andil dalam “perubahan” yang terjadi pada diriku sekarang. Dialah penasehatku, tempat aku bertanya dan belajar banyak hal. Dia memang tak pernah tahu perasaanku sampai akhirnya aku memberanikan diri mengatakan semuanya. Mungkin ada yang bertanya, apa kamu sudah gila? Atau ada yang mencapku tak tahu malu, biarlah…

Saat itu tahun terakhir kuliahku sedangkan dia sudah lulus terlebih dahulu. Setelah memantapkan hati dan berdoa memohon petunjuk-Nya akhirnya kulayangkan juga “email” itu. Sebuah email yang menceritakan semua tentang perasaanku selama ini dan email yang secara tak langsung mengatakan “ijinkan aku menjadi istrimu…”. Mungkin ini terlalu lancang tapi inilah kenyataan yang terjadi, semuanya harus dikatakan. Kurang lebih satu bulan, dia memberikan jawabannya bahwa ia hanya bisa menjadi kakakku saja. Kecewa pasti ada tapi dari caranya menanggapi sikapku justru aku semakin hormat dan simpatik padanya.

Kakak, aku memang anak pertama yang tidak tahu bagaimana rasanya memiliki seorang kakak. Seperti janjiku bahwa tak ingin memutus tali silaturahmi maka aku terima tawarannya, untuk hanya menjadi adik perempuannya saja. Komunikasi kami masih berlanjut, dia tetap menjadi penasehat dan tempatku bertanya. Satu hal yang mungkin tak kusadari atau aku tak mau menyadarinya bahwa ternyata aku masih menyimpan secuil “perasaan itu”, harapan bahwa suatu saat dia bisa berubah pikiran. Entah sengaja atau tidak, diapun “mengenalkanku” pada sahabatnya beberapa waktu sebelum akhirnya harapan itu benar – benar sirna.

Dan beberapa malam yang lalu, dari sahabatnya aku tahu siapa wanita yang akan mendampingnya untuk menggenapkan setengah dien-nya. Alhamdulillah…memang itu yang terlintas pertama kali saat mendengar kabar itu, akhirnya Allah memutuskanku untuk berhenti berharap. Allah menjawab pertanyaanku selama ini tentang siapa sosok wanita yang akan mengisi ruang dihatinya. Sosok wanita sholehah yang Insya Allah kutahu jauh lebih baik dariku dan lebih pantas mendampinginya. Aku pikir semuanya akan biasa saja, bukankah seharusnya aku senang mendengar kakakku akan menikah? Bukankah aku ingin mencintai karena Allah? Bukankah hanya Allah yang patut dicintai melebihi segalanya? Ternyata tidak semudah itu…

Sehari dua hari aku sempat “limbung” seperti kehilangan pijakan. Waktuku banyak dihabiskan diatas hamparan sajadah hanya untuk merenungi mengapa ini harus terjadi? Mengapa aku harus jatuh cinta padanya? Mengapa aku harus mengenalnya? Dan banyak “mengapa” lainnya berkelebat dipikiranku. Akhirnya kutulis lagi sebuah pesan untuknya, bukan untuk mencegahnya menikah melainkan “mengembalikan” sisa perasaan yang kupunya. Meski saat itu masih dengan berat hati, aku tetap mengucapkan selamat dan berharap dia mengundangku ke pernikahannya nanti. Apakah aku sanggup untuk hadir? Lihat saja nanti…

Allah terlalu sayang padaku dan tak tega melihatku terlalu banyak menitikkan air mata. Perlahan Dia bukakan kembali hati dan pikiranku dan menyadarkanku bahwa inilah jalan yang terbaik, meski yang terbaik tak selalu yang terindah. Mungkin bukan aku yang terbaik untuknya dan sebaliknya bukan dia yang terbaik untukku.

Kami punya mimpi masing – masing dan peran yang harus kami lakoni sebagai khalifah dimuka bumi ini. Aku punya segudang mimpi yang masih menanti untuk aku wujudkan, jika dia memilihku mungkin aku harus pergi bersamanya dan meninggalkan semua mimpiku di kota ini. Aku tahu keinginan dan mimpi dia jauh lebih tinggi dari mimpiku dan dia membutuhkan seseorang yang siap menemaninya kapanpun dan dimanapun untuk meraih mimpinya disana, jauh ditempat yang berbeda.

Aku percaya, Allah pasti telah memilihkan seseorang yang tepat untukku. Seseorang yang akan kuajak bersama – sama merajut mimpi dikota ini. Perlahan – lahan membangun mimpi – mimpi itu jadi nyata di tempat yang sederhana ini. Biar dia jalankan perannya disana dan aku jalankan peranku disini bersama pasangan kami masing – masing yang telah Allah pilihkan. Dan semoga dimanapun kami melangkah tujuan kami tetap sama, ridho Allah.

“Untuk kakakku maaf jika selama ini telah merepotkanmu, terima kasih atas semuanya. Kini sudah saatnya adikmu berjalan sendiri, jangan khawatir Allah tak akan membiarkanku sendiri. Berbahagialah dan sambut kehidupanmu yang baru, meski mungkin kita tak lagi bisa berkomunikasi tapi doa dan tali persaudaraan sesama muslim yang akan selalu menghubungkan kita. Tetap saling mendoakan ya….^^”

"Barangsiapa mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, dan tidak memberi karena Allah, maka dia berarti telah sempurna imannya." (Abu Dawud)

Setalah hujan deras, November 2009
Saat luka dan air mata luruh bersama derasnya hujan

Sabtu, 31 Oktober 2009

Sendiri dan sendiri lagi

Sendiri.....
Kadang aku benci sendirian
Kadang ku ingin sendirian

Sendiri....
Berada di kamar duduk di depan laltopku
Menuliskan semua yang ada di benakku
Menggambarkan apa yang tercipta dihatiku

Sendiri....
Masih tetap dikamarku
Tidur tengadah sambil menatap langit - langit kamar
Berkelana kemasa lalu dan masa depanku
Bersama pena dan diarku

Sendiri...
Mengitari jalan yang belum pernah lewati
Bersama sepedaku melepas semua penatku
Melihat wajah - wajah baru
Mencoba mencari udara baru untuk mengisi kekosongan hatiku

Sendiri...
Duduk diatap rumah menjelang senja
Melihat burung - burung terbang kembali ke sarangnya
Diterpa angin sore yang damai
Dan mataharipun mulai terbenam

Sendiri...
Duduk ditepi pantai
Memandang ombak - ombak kecil yang seolah menghampiriku
Memandang laut yang tanpa batas
Angin laut itu.....

Sendiri....
Memandangi album foto itu
Kembali sejenak kemasa lalu
Bersyukur ats segala nikmatnya hingga saat ini
Apa yang akan terjadi di masa depan.....

Sendiri....
Duduk diatas sajadah panjang
Seraya bercengkrama dengan Sang Pencipta
Meluapkan semua gundah di hati
Dan hatipun kembali tenang....

Saat sendirian di kantor
Bandung 24 Januari 2009 (14:35)

Rabu, 09 September 2009

Sejenak Saja

Postingan ini ku dapat kemarin dari sebuah grup yang aku ikuti, semoga bisa jadi bahan renungan bagi yang membacanya:

Renungkan Sejenak...
18 Ramadhan 1430 H.

Firman Allah :
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (Q.S. Al-Hasyr:7)

Nabi Saw bertanya kepada malaikat Jibril As, "Wahai Jibril, tempat manakah yang paling disenangi Allah?" Jibril As menjawab, "Masjid-masjid dan yang paling disenangi ialah orang yang pertama masuk dan yang terakhir ke luar meninggalkannya." Nabi Saw bertanya lagi," Tempat manakah yang paling tidak disukai oleh Allah Ta'ala?" Jibril menjawab, "Pasar-pasar dan orang-orang yang paling dahulu memasukinya dan paling akhir meninggalkannya." (HR. Muslim).

Kalau kita perhatikan Hadist diatas, sungguh amatlah terang dan jelas apa yang dimaksud oleh Hadist yang sanadnya shahih tersebut. Pasar-pasar yang dimaksud diatas, dapat juga diartikan sebagai Mal-mal atau sejenisnya dalam situasi sekarang.

Tapi tengoklah realita yang terjadi sekarang. Berapa banyak diantara saudara-saudara kita bahkan sering terbaca berulang-ulang di situs pertemanan seperti facebook, diantara kita saling bertukar info dan membuat janji pertemuan di Mal-mal, menganggapnya hal tersebut adalah hal yang wajar-wajar saja dan dimaklumkan sebagai penyesuaian atas keadaan zaman. Berlama-lama di dalam Mal, saling bercanda, menghabiskan waktu dan uang untuk sebuah gaya hidup yang di kenal dengan istilah "hang-out" tanpa memperdulikan status laki perempuan, muhrim atau bukan. Jika kita pertanyakan hal ini, maka dalil pembenaran yang biasanya dipakai adalah tujuan untuk menyambung tali silaturahmi yang dikondisikan dengan keadaan masa kini dimana sudah terdapat perbedaan waktu, adat-istiadat dan tempat.

Maafkan atas penyampaian ini, tapi cobalah kita renungkan dalam-dalam makna hadist Rasulullah SAW diatas, bukankah Rasululullah SAW justru dengan sangat arif dan bijaknya memilihkan tempat terbaik bagi umatnya untuk dikunjungi dan berlama-lama di dalamnya? Tempat yang diberkahi Allah SWT, yang aman dan penuh dengan keselamatan (Cat: Perhatikanlah bangunan yang di selamatkan Allah ketika gempa terjadi. Wallahu'alam).

Sesungguhnya Rasulullah SAW sangat mencintai kita sebagai umatnya hingga akhir hayat beliau. Apapun yang beliau lakukan selalu untuk kebaikan umatnya di dunia dan di akhirat. Sebaliknya, marilah kita bertanya kepada hati dan jiwa kita, apakah lisan cinta kita kepada Beliau sudah teraplikasi kedalam tindakan keseharian kita? Apakah kita sudah sungguh-sungguh mencintai Beliau? Cobalah renungkan, saudaraku…

Jika kita mengaku mencintai Rasulullah SAW, lalu mengapa pula kita sering mengabaikan atau berkreasi untuk 'memodifikasi' anjuran-anjuran Beliau dengan alasan modernisasi dan adat-istiadat setempat? Bukankah seringkali diantara kita berkata dengan mengambil kutipan dari para pujangga besar bahwa ' cinta itu adalah pengorbanan, cinta itu adalah bagaimana membuat orang yang kita cintai bahagia, cinta itu memberi bukan menerima' dan lain sebagainya. Namun pada kenyataannya, apakah cinta seperti itu dapat kita aplikasikan kepada manusia setelah Allah SWT yang seharusnya paling patut kita cintai melebihi cinta kita kepada diri sendiri dan kepada keluarga kita? Coba renungkan, saudaraku....Renungkanlah sesaat, tanyalah sekali lagi kedalam hati dan jiwa kita, sudahkah kita mencintai Rasulullah SAW dengan sepenuh hati?

Pasar-pasar atau Mal dikatakan adalah tempat yang dapat mengantarkan kita untuk bermaksiat dan berbuat kemungkaran terhadap Allah SWT. Betul, bahwa di dalamnya juga terdapat tempat-tempat yang bermanfaat untuk melakukan jual-beli, mencari berbagai keperluan kita dan sebagai sarana rekreasi keluarga. Tapi apakah kita merasa cukup dengan itu saja? Bagaimana dengan penjagaan terhadap mata, pendengaran, pikiran dan jiwa kita selama berada di Mal? Saat ini sudah bukan merupakan hal yang aneh atau di tabukan, wanita dan pria berjalan-jalan di Mal dengan bangganya mempelihatkan aurat dengan pakaian super minim, saling berangkulan diantara yang bukan mahramnya, memamerkan segala kelebihan aksesoris duniawi yang mereka miliki (dalam bahasa sekarang sering disebut ‘Narsis’). Lalu bagaimana kita harus menjaga pandangan dan syahwat kita dari hal-hal seperti ini? Cobalah renungkan, saudaraku…

Hadist diatas bukanlah untuk melarang, tetapi maknanya adalah anjuran untuk tidak berlama-lama ketika kita sedang berada di dalam pasar/mal. Dengan kata lain, kita hanya cukupkan keberadaan kita di pasar/mal hanya untuk sekedar mencari/memenuhi kebutuhan yang kita perlukan. Dalam hadist lain disebutkan :

Sesungguhnya Allah membenci orang yang berhati kasar (kejam dan keras), sombong, angkuh, bersuara keras di pasar-pasar (tempat umum) pada malam hari serupa bangkai dan pada siang hari serupa keledai, mengetahui urusan-urusan dunia tetapi jahil (bodoh dan tidak mengetahui) urusan akhirat. (HR. Ahmad)

Hadist diatas mengumpamakan orang-orang yang berbicara keras (termasuk di dalamnya bergurau atau melakukan kegiatan yang membuat orang tersebut mudah didengar, dikenali atau diketahui lokasinya) sebagai bangkai yang baunya busuknya mudah tercium dan mengumpamakan orang-orang yang sibuk dengan urusan duniawinya saja sebagai keledai (yang disimbulkan sebagai binatang dungu). Naudzubillah!

Sekarang pada akhirnya, semua kembali kepada kita dengan suatu pertanyaan yang sama: Seberapa besar kita mencintai Allah SWT? Seberapa besar kita mencintai Rasulullah SAW? Bagaimana kita bisa mengenal Allah SWT, menggunakan pemahaman Islam tanpa mengikuti syari’at yang dibawa oleh Nabi kita tercinta Muhammad SAW? Ingatlah saudaraku, apa yang dikatakan oleh Rasulullah SAW adalah sebaik-baik perkataan seorang manusia yang pernah ada di muka bumi ini. Janganlah kita mendebatnya atau berdalih dengan banyak alasan dengan tujuan untuk mengabaikannya. Cobalah renungkan, saudaraku…

Akhirnya tulisan ini Al Fakir tutup dengan sebuah hadist lain yang sangat jelas maknanya:

Sabda Nabi :
“Telah kutinggalkan untuk kalian dua perkara yang (selama kalian berpegang teguh dengan keduanya) kalian tidak akan tersesat, yaitu Kitabullah dan Sunnah-ku.” Diriwayatkan oleh Hakim (I/172), dan Daruquthni (hadits no. 149). Diriwayatkan oleh Hakim (I/172), dan Daruquthni (hadits no. 149).

Wallahu’alam.

Subhanakallahuma wabihamdika asyhadu’alla ilaha illa anta astaghfiruka wa ‘atubuh ilaik… Maafkan segala kekurangan saya dalam penyampaian ini. Wassalam.

Sabtu, 05 September 2009

Hati Yang Sempurna

Pada suatu hari, seorang pemuda berdiri di tengah kota dan menyatakan
bahwa dialah pemilik hati yang terindah yang ada di kota itu. Banyak
orang kemudian berkumpul dan mereka semua mengagumi hati pemuda
itu, karena memang benar-benar sempurna. Tidak ada satu cacat atau
goresan sedikitpun di hati pemuda itu. Pemuda itu sangat bangga dan mulai menyombongkan
hatinya yang indah.

Tiba-tiba, seorang lelaki tua menyeruak dari kerumunan, tampil ke
depan dan berkata " Mengapa hatimu masih belum seindah hatiku ?".
Kerumunan orang-orang dan pemuda itu melihat pada hati pak tua itu.
Hati pak tua itu berdegup dengan kuatnya, namun penuh dengan bekas
luka, dimana ada bekas potongan hati yang diambil dan ada potongan
yang lain ditempatkan di situ;namun tidak benar-benar pas dan ada
sisi-sisi potongan yang tidak rata.
Bahkan, ada bagian-bagian yang berlubang karena dicungkil dan tidak
ditutup kembali. Orang-orang itu tercengang dan berpikir, bagaimana
mungkin pak tua itu mengatakan bahwa hatinya lebih indah ?

Pemuda itu melihat kepada pak tua itu, memperhatikan hati yang dimilikinya
dan tertawa " Anda pasti bercanda, pak tua", katanya, "bandingkan
hatimu dengan hatiku, hatiku sangatlah
sempurna sedangkan hatimu tak lebih dari kumpulan bekas luka dan
cabikan". " Ya", kata pak tua itu, " hatimu kelihatan sangat sempurna
meski demikian aku tak akan menukar hatiku dengan hatimu. Lihatlah,
setiap bekas luka ini adalah tanda dari orang-orang yang kepadanya
kuberikan kasihku, aku menyobek sebagian dari hatiku untuk kuberikan
kepada mereka, dan seringkali mereka juga memberikan sesobek hati
mereka untuk menutup kembali sobekan yang
kuberikan. Namun karena setiap sobekan itu tidaklah sama, ada bagian-bagian yang kasar, yang
sangat aku hargai, karena itu mengingatkanku akan cinta kasih yang
telah bersama-sama kami bagikan.

Adakalanya, aku memberikan potongan hatiku begitu saja dan orang
yang kuberi itu tidak membalas dengan memberikan potongan hatinya.
Hal itulah yang meninggalkan lubang-lubang sobekan - - memberikan
cinta kasih adalah suatu kesempatan. Meskipun bekas cabikan itu
menyakitkan, mereka tetap terbuka, hal itu mengingatkanku akan cinta
kasihku pada orang-orang itu, dan aku berharap, suatu ketika nanti
mereka akan kembali dan mengisi lubang-lubang itu.
Sekarang, tahukah engkau keindahan hati yang sesungguhnya itu ?"

Pemuda itu berdiri membisu dan airmata mulai mengalir di pipinya.
Dia berjalan ke arah pak tua itu, menggapai hatinya yang begitu
muda dan indah, dan merobeknya sepotong. Pemuda itu memberikan robekan
hatinya kepada pak tua dengan tangan-tangan yang gemetar. Pak tua itu
menerima pemberian itu, menaruhnya di hatinya dan kemudian mengambil
sesobek dari hatinya yang sudah amat tua dan penuh luka, kemudian
menempatkannya untuk menutup luka di hati pemuda itu. Sobekan itu
pas, tetapi tidak sempurna, karena ada sisi-sisi yang tidak sama
rata. Pemuda itu melihat kedalam hatinya, yang tidak lagi sempurna
tetapi kini lebih indah dari sebelumnya, karena cinta kasih dari
pak tua itu telah mengalir kedalamnya.
Mereka berdua kemudian berpelukan dan berjalan beriringan.
===================
Dari seorang teman...^_^

Jangan Menyerah

*====Jangan Menyerah====

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal Putus asa

Teman - teman mungkin sudah tau, penggalan kata - kata diatas, yupz! Itu adalah lirik lagu D'masiv yang judulnya jangan menyerah. Saat pertama kali aku mendengar lagu ini, jujur langsung jatuh cinta sama liriknya. Bener - bener dalam dan terasa lebih dalam jika kita pernah mengalami kondisi yang benar - benar membuat kita ingin menyerah namun masih ada alasan yang membuat kita untuk jangan menyerah. Mengingat apa yang sudah pernah ku alami dan entah apa yang akan ku alami nanti semoga ku tak akan menyerah dan bisa terus melakukan yang terbaik karena sesungguhnya hidup ini adalah Anugrah. Semangat!^^

Untuk Mereka yang Pernah Singgah

kita tidak akan pernah tahu siapa saja yang akan datang kedalam hidupan kita....

ada yang singgah dalam sekejap mata
ada yang singgah cukup lama untuk bisa mengenalnya
ada yang singgah namun kita tak menyadarinya
ada yang singgah namun menggoreskan luka
ada yang singgah dengan membawa segenggam bahagia

siapapun yang singgah dalam hidup kita....
mereka telah mencatatkan namanya dalam lembaran sejarah hidup kita

buat semua orang - orang yang singgah dihidupku....
mereka yang masih setia menemaniku...
mereka yang masih setia memperhatikanku
mereka yang masih setia mendengar keluh kesahku
mereka yang masih setia mengusap air mataku
mereka yang masih setia berjalan bersamaku
juga merka yang kini telah pergi dari hidupku

terima kasih untuk kalian semua, hidup ini takakan berarti tanpa kalian......
aku minta maaf jika selama kalian singgah aku tak pernah memberi apa - apa
semoga Allah akan membelas semua kebaikan kalian.

Januari 2026 ( Yuks Mulai Lagi!)

  Apa kabar diriku? Nggak terasa sudah 2026 ya, atau terasa banget perjalanan 2025 kemarin? Gimana berat atau kata anak sekarang "b aja...