Yuk kita lanjut pembahasan mengenai insecure, dan kali ini akan kita bahan siapa saja sih yang berpotensi terkena rasa insecure?
Individu yang memiliki level insecurity tinggi biasanya akan terlihat berlawanan arah (aku banget ini) bahkan mungkin akan merasa dirinya aneh. Dulu ada salah satu temanku yang pernah bilang aku autis (walau sambil bercanda sih), ya mungkin karena aku lebih nyaman dan asyik dengan duniaku sendiri. Karena tidak mudah berteman si insecure sering kali juga bersikap defensif atau agresif. Mereka merasa kecil dan merasa harus bisa menyenangkan hati banyak pihak (people pleasure) agar dirinya tak ditinggalkan. Merasa tertekan di satu sisi, cenderung membela diri, sering berkonflik dengan orang namun tak berani mengungkapkan pendapat dan akhirnya terpaksa mengiyakan kemauan di luar dirinya.
Berikut ini beberapa orang uang berpotensi terkena rasa insecure:
- Anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua overprotective. Mungkin aku salah satunya meski menurutku tidak terlalu over juga sih hanya saja memang aku besar dengan banyak larangan dan batasan yang dibuat oleh orang tuaku terutama ibuku. Mungkin itu memang salah satu bentuk dari ungkapan rasa sayangnya padaku. Aku yang memang memiliki kondisi khusus dengan sangat terpaksa tidak bisa tumbuh seperti anak-anak kebanyakan. Mungkin hal itu juga yang memicu kekhawatiran berlebihan terhadap banyak hal hingga tanpa sadar merampas kebebasan seluas-luasnya dari diri anak untuk mengambil banyak pelajaran hidup. Anak jadi takut berpikir kritis, jadi sangat penurut (tak boleh menyimpang dari aturan yang telah ditetapkan ortu), tak berani berimajinasi atau berkreasi. Sehingga anak akan sangat tergantung pada orang lain dan tak memiliki keyakinan pada diri sendiri. Beruntung aku tidak sampai separah itu kecuali kehilangan sebagian rasa percaya diriku.
- Individu yang mengalami situasi abusive atau kekerasan. Baik itu anak-anak ataupun orang dewasa yang pernah mengalami kekerasan (baik verbal maupun non verbal) akan cenderung merasa insecure, hal tersebut memicu konflik batin berkepanjangan. Misal anak yang sejak kecil dianiaya orang tua, suami/istri korban KDRT mereka ingin berontak tapi tak berani. Akhirnya hanya timbul ketakutan-ketakutan dan ketidakpastian dalam hati yang menjadikannya sangat bingung dengan pilihan hidup. Ingin berontak tapi tak berani, ingin berpisah tapi takut kehilangan cinta, dan rasa rasa semacamnya yang hanya berkecamuk dalam hati dan pikirannya saja tanpa berani mengambil tindakan. Rasanya benar-benar tak enak dan sama sekali tak nyaman karena aku juga pernah merasakannya.
- Masa quarter life crisis atau midle life crisis. Usia antara 20-30 atau usian 50-an sering merasa insecure. Pada masa tersebut berbagai realita terpampang dihadapan, tuntutan untuk mandiri, bekerja, menikah dan tahap kehidupan lainnya yang harus dilalui manusia dewasa pada umumnya. Jika tahap atau tanggung jawab tersebut belum terpenuhi maka bisa memicuru timbulnya rasa insecure. Padahal sebenarnya itu bukanlah kewajiban mutlak yang harus dicapai karena setiap orang memiliki timeline dan pencapaiannya masing-masing dan tak harus sama antara satu sama lain. Akupun pernah berada di posisi ini walau aku sendiri sadar betul bahwa jalan hidup manusia tidak bisa disamakan anatara satu dan yang lain. Salah satu kuncinya hanya berusaha yakin bahwa takdir yang sedang kita jalani adalah jalan terbaik yang sudah Tuhan siapkan untuk kita and u are never alone.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar