Rabu, 16 Juni 2010

Test!

Bismillah....

Lama juga ga update blog-ku yang satu ini, banyak alasan sih (bukan maksud mencari-cari alasan). Sudah beberapa hari ini aku tak terhubung ke internet dan memang beberapa pekan terakhir aku lebih konsen ke multiply.

Bingung mau cerita nulis apa coz sekarang sudah malam dan cuaca di luar hujan mengguyur, yang bikin suasana nampaknya enak buat tidur. I hope kedepannya aku bisa update semua blog-ku dan berencana nambah blog baru.

See u ^_^

Rabu, 06 Januari 2010

Lomba Cipta Puisi Indosat

Sebagai upaya ikut membentuk karakteristik bangsa yang kreatif, mencintai keindahan dalam karsa, cipta, dan karya puisi, juga untuk melahirkan seniman (penyair) dengan talenta baru yang diharapkan dapat menjadi agent of change (agen perubahan),
PT. Sinar Abdi Mukti Jaya selaku payung www.situseni.com, bekerjasama dengan
PT. Indosat, Tbk. menggelar LOMBA CIPTA PUISI INDOSAT.
Total hadiah Rp50 Juta. Lomba akan dimulai tanggal 2 Januari 2010, dan pengiriman puisi disampaikan melalui www.situseni.com.


A. Ketentuan Lomba
1. Ketentuan Umum
Terbuka untuk umum.
Peserta harus mendaftar sebagai member www.situseni.com.
Memiliki SIM card Indosat: Mentari atau IM3, nomornya dicantumkan dalam formulir lomba.
Nomor SIM card Indosat harus aktif selama mengikuti lomba. Panitia akan melakukan pengecekan.
Bila nomor SIM card Mentari atau IM3 yang didaftarkan tidak aktif, atau fiktif, maka peserta akan didiskualifikasi.
Mengisi formulir Lomba Cipta Puisi Indosat yang disediakan pada portal www.situseni.com.

2. Ketentuan Khusus
Puisi ditulis dalam bahasa Indonesia. Tema bebas.
Karya sendiri. Bila suatu hari terbukti hasil plagiat, akan didiskualifikasi.
Belum pernah dipublikasikan di media apapun (cetak dan elektronik).
Belum pernah diikutsertakan dalam lomba apapun.

3. Ketentuan Teknis
Teknis Umum
1) Lomba terdiri dari dua tahapan: Lomba Bulanan dan Lomba Triwulan (GrandFinal).

2) Puisi yang telah didaftarkan, akan dipublikasikan pada database Rubrik Puisi.
Nama penyairnya tidak dicantumkan.

Lomba Bulanan
1) Satu member situseni.com hanya berhak mengirimkan satu judul puisi pada Lomba
Bulanan.

2) Tetapi pada Lomba Bulanan berikutnya, boleh mengikuti lomba kembali dengan
mengirimkan puisi yang lain.

3) Penilaian puisi terbaik dilakukan oleh Dewan Juri dan member situseni.com.

4) Dewan Juri akan menilai semua puisi yang masuk, dan memilih dua puluh lima (25)
judul Puisi sebagai Finalis Lomba Bulanan.

5) Dua puluh lima (25) judul puisi Finalis Lomba Bulanan akan ditayangkan pada
halaman depan situseni.com.

6) Member situseni.com mem-voting puisi terbaik yang menjadi Finalis Lomba Bulanan.

7) Setiap member situseni.com hanya bisa melakukan satu kali voting.

8) Dewan Juri menghitung hasil voting, dan mempertimbangkan kelayakannya untuk
menetapkan tiga (3) judul puisi sebagai Puisi Terbaik Lomba Bulanan.

Lomba Triwulan (Grand Final)
1) Lomba Triwulan diikuti oleh Puisi-puisi Terbaik Lomba Bulanan, atau sebanyak 3
judul puisi X 3 bulan = 9 judul puisi.

2) Ke-9 Judul puisi finalis Lomba Triwulan akan dinilai oleh Dewan Juri Khusus dan
Member.

3) Pemenang Lomba Triwulan (Grand Final) adalah:

a) Satu (1) judul Puisi Terpopuler Indosat versi member situseni.com.

b) Tiga (3) judul Puisi Terbaik Indosat versi Dewan Juri Khusus.

c) Satu (1) judul Puisi Utama Indosat.

Keterangan:

Lomba Bulanan

Pengiriman puisi untuk Lomba Bulanan dibuka mulai tanggal 1 hingga akhir bulan, pukul 23.59 WIB, melalui formulir yang disedaiakan di www.situseni.com.
Tanggal 1 – 10 bulan berikutnya, Dewan Juri menilai puisi-puisi yang masuk, dan memilih dua puluh lima (25) judul puisi terbaik sebagai Finalis Lomba Bulanan.

Pengumuman Dua puluh lima (25) judul puisi Finalis Lomba Bulanan disampaikan oleh Dewan Juri pada tanggal 10 pukul 22.00 WIB, dan ditayangkan di halaman depan situseni.com. Member situseni.com mulai berhak menilai dan memberikan voting terhadap dua puluh lima (25) judul puisi Finalis Lomba Bulanan, sejak tanggal 11 pukul 00.01. WIB hingga tanggal 15 pukul 23.59 WIB. Bila ada voting yang masuk setelah tanggal 15 pukul 23.59 WIB, dinyatakan gugur.

Dewan Juri menilai hasil voting member situseni.com pada tanggal 16 – 17, dan mengumumkan tiga puisi Puisi Terbaik Lomba Bulanan pada tanggal 18 pukul 22.00.
Hadiah Puisi Terbaik Lomba Bulanan disampaikan oleh panitia kepada pemenang via transfer elektrik (pulsa) dan rekening Bank (uang).

Lomba Triwulan (Grand Final)
Lomba Triwulan diselenggarakan setelah Lomba Bulanan selesai dilaksanakan selama tiga (3) bulan. Peserta lomba mulai berhak memberikan voting terhadap sembilan (9) judul puisi finalis untuk memilih satu (1) judul Puisi Terpopuler Indosat. Voting oleh peserta lomba mulai dilakukan tanggal 20 April 2010 pukul 00.01 WIB hingga 30 April 2010 pukul 23.59 WIB. Bila ada voting setelah tanggal tersebut, maka dinyatakan gugur.

Dewan Juri Khusus melakukan penilaian terhadap sembilan (9) judul puisi untuk kemudian memilih tiga (3) judul sebagai Puisi Terbaik Indosat, dan satu (1) judul Puisi Utama Indosat, dilakukan tanggal 20 hingga akhir bulan.

Pengumuman Satu (1) judul Puisi Terpopuler Indosat, Tiga (3) judul Puisi Terbaik Indosat, serta satu (1) judul Puisi Utama Indiosat disampaikan oleh Dewan Juri pada tanggal 1 Mei, pukul 22.00 WIB, dan akan ditayangkan di halaman depan situseni.com
Hadiah Lomba Triwulan (grand final) diberikan dalam sebuah acara khusus yang dihadiri oleh para pemenang, Dewan Juri, pihak Indosat, dan pihak www.situseni.com.

B. Dewan Juri
Dewan Juri untuk Lomba Bulanan, adalah orang-orang yang kompeten dalam bidang perpuisian dan kebahasaan.
Dewan Juri Lomba Triwulan (Grand Final) adalah Dewan Juri Khusus yang terdiri dari Dewan Juri Lomba Bulanan ditambah dua orang yang berasal dari pakar sastra atau aktivis perpuisian.

C. Aspek Penilaian oleh Dewan Juri
Kedalaman dalam penggarapan tema, amanat, bunyi, suasana, imajinasi, emosi, dan gaya bahasa.
Kekentalan dalam sublimasi dan simbolisasi.

D. Hadiah
Dua puluh lima (25) Puisi Finalis Lomba Bulanan, masing-masing memperoleh hadiah voucher Indosat Rp150.000.
Tiga (3) judul Puisi Terbaik Indosat dalam Lomba Bulanan, masing-masing memperoleh hadiah voucher Indosat Rp250.000 + uang Rp1.000.000.
Tiga (3) judul Puisi Terbaik Indosat dalam Lomba Triwulan pilihan Dewan Juri, masing-masing memperoleh hadiah voucher Indosat Rp500.000 + uang Rp1.500.000.
Satu (1) judul Puisi Terpopuler Indosat pilihan member dalam Lomba Triwulan, memperoleh hadiah voucher Indosat Rp500.000 + uang Rp 1.500.000.
Satu (1) puisi peraih Puisi Utama Indosat dalam Lomba Triwulan, memperoleh voucher Indosat Rp1.500.000 + uang tunai Rp15.000.000.
Hadiah hiburan Lomba Bulanan diberikan kepada peserta yang ikut melakukan voting untuk Lomba Bulanan. Nomor SIM Card peserta akan diundi, dan diambil 5 pemenang, masing-masing memperoleh voucher Indosat Rp100.000.
Hadiah hiburan Lomba Triwulan diberikan kepada peserta yang ikut melakukan voting untuk Lomba Triwulan. Nomor SIM Card peserta akan diundi, dan diambil 6 pemenang, masing-masing memperoleh voucher Indosat Rp250.000.

Keterangan Tambahan:
Puisi-puisi finalis pada setiap Lomba Bulanan (total 75 judul puisi), akan dibukukan oleh www.situseni.com, dan para penulisnya (penyair), berhak memperoleh royalti sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam royalti perbukuan.
Launching buku akan dilangsungkan bersamaan dengan penyerahan hadiah bagi pemenang Puisi Utama Indosat.
Informasi terbaru yang berkait dengan Lomba Cipta Puisi Indosat ini, akan disampaikan melalui www.situseni.com.

Minggu, 20 Desember 2009

MERENGKUH CINTA DALAM BUAIAN PENA

Saya lupa dari mana mendapat catatan ini, yang pasti setelah membaca kembali catatan ini di flasdisk saya langsung tertarik dan semoga diijinkan untuk me-repost catatan ini di FB saya. Siapapun yang memiliki catatan ini, mohon ijinnya ya.....^^

Selamat membaca semoga bermanfaat...
====================================================
*MERENGKUH CINTA DALAM BUAIAN PENA*

Al-Hubb FiLlah wa LiLlah,

Abu Aufa *

*) Penulis buku Diari Kehidupan 2, telah diterbitkan oleh PT Syaamil Cipta Media, Bandung, 2004, Catatan: Tulisan ini adalah hasil editing dari tulisan lamanya Abu Aufa yang berjudul Usah Kau Lara Sendiri.


Ya, ALLAH,

Aku berdoa untuk seorang wanita,
yang akan menjadi bagian dari hidupku.
Seorang yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.
Seorang wanita yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau.
Seorang wanita yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU.

Seseorang yang memiliki hati yang bijak bukan hanya otak yang cerdas.
Seorang wanita yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati aku.
Seorang wanita yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah.
Seorang yang mencintaiku bukan karena ketampananku tetapi karena hatiku.
Seorang wanita yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi.
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang pria ketika berada disebelahnya.

Aku tidak meminta seorang yang sempurna,
Namun aku meminta seorang yang tidak sempurna,
sehingga aku dapat membuatnya sempurna dimataMU.
Seorang wanita yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya.
Seorang wanita yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya.
Seseorang yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya.
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.

Dan aku juga meminta:
Jadikanlah aku menjadi seorang pria yang dapat membuat wanita itu bangga.
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU,
sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU,
bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.

Berikanlah SifatMU yang lembut sehingga ketampananku datang dariMU bukan dari luar diriku.
Berilah aku tanganMU sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya.
Berikanlah aku penglihatanMU sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya
dan bukan hal buruk saja.
Berikan aku mulutMU yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaanMU dan pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari, dan aku dapat tersenyum padanya setiap pagi.

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat
mengatakaan "betapa besarnya Tuhan itu karena Engkau telah memberikan
kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna".

Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang
tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang
Kautentukan.

Selasa, 08 Desember 2009

Sekelumit Aku dan ibuku (part 2)

Maaf ibu aku membuatmu panik…
Pernah suatu ketika kami pulang dari rumah nenek mengendarai sepeda motor tahun 80-an, saat itu usiaku baru beranjak 3 tahun. Tiba – tiba ditengah jalan hujan deras dan ternyata kami lupa membawa jas hujan. Sejenak kami berteduh disebuah rumah di pinggir jalan, hari semakin sore dan hujanpun belum terlihat akan berhenti. Ibu sangat khawatir melihatku yang mulai kedinginan, ibu merasa bersalah karena lupa membawa jas hujan sehingga aku harus ikut hujan – hujanan. Perjalanan masih cukup jauh, meski belum reda tapi hujan sudah tidak terlalu deras. Daripada kemalaman dijalan kami memutuskan melanjutkan perjalanan. Melihatku yang hanya diam tidak merengek sedikitpun, ibu sangat khawatir. Sampai – sampai ibu “membungkusku” hingga berlapis – lapis. Ibu hanya ingin memastikan bahwa aku tidak kedinginan, tak terbayangkan seperti apa rupaku saat itu. Dari mulai jaket, selimut bayi hingga karung goni yang diberikan pemilik rumah tempat kita berteduh, rapat membungkus tubuhku.

Masih di usia tiga tahunku, saat itu hari sudah mulai malam aku mendadak muntah – muntah. Bapak dan ibu panik dan langsung membawaku ke dokter terdekat. Melihat wajahku yang pucat yang hanya diam, ibu semakin kasihan padaku. Begitu namaku dipanggil ibu langsung masuk keruang dokter. Tidak lama setelah dokter memeriksa keadaanku, aku langsung dirujuk untuk dirawat dirumah sakit kabupaten. Saat itu ibu semakin panik melihat anak pertamanya lemah lunglai tak berdaya, usiaku masih balita namun harus merasakan ditusuk jarum infus. Kurang lebih lima hari aku benar – benar terkapar dan lima hari itu pula ibu tak pernah jauh dariku. Ibu tak tega saat melihat suster mengambil sample darah dari tubuh kecilku. Saat melihatku mulai riang kembali itulah saat terindah bagi ibu. Terima kasih ibu telah merawatku.

Tidak hanya berhenti disini, kepanikan yang kubuat masih berlanjut hingga aku duduk dibangku sekolah dasar, “Maafkan eka ibu, lagi – lagi membuatmu panik”. Mungkin karena terlalu sering bepergian jarak jauh menggunakan sepeda motor atau mungkin memang kondisi badanku yang lemah. Saat itu usiaku kurang lebih delapan tahun, dokter mendiagnosa bahwa aku terkena penyakit bronchitis. Penyakit paru – paru basah yang sering kali menyebabkanku sulit untuk bernafas. Setiap kali penyakitku kambuh, nafas bagaikan “mau putus”. Ya, aku nyaris putus asa setiap kali penyakitku kambuh, apakah hidupku masih lama lagi? Ibu yang selalu setia menggosok punggungku agar aku bisa bernafas, ibu yang selalu ada saat aku butuh sesuatu, ibu yang selalu terjaga saat aku tak bisa tidur jika sedang kambuh. Akhirnya setelah berkonsultasi dengan dokter, demi kesembuhan putri tercintanya Bapak dan Ibu memutuskan agar aku dirawat jalan selama 2 tahun. Selama dua tahun hidupku tak pernah putus dari obat karena jika sehari saja aku lupa minum obat maka pengobatan harus dimulai lagi dari awal. Masa – masa yang berat yang membuatku kini paling “takut” minum obat. Saat aku hanya bisa menangis karena tak mau minum obat, dengan lembutnya ibu terus membujukku sampai aku menurut. Alhamdulillah seperti kata dokter, jika tidak ada keturunan maka penyakitku pasti akan sembuh. Karena ibu pula yang sabar merawatku, aku masih bisa “bernafas” hingga saat ini. Terima kasih ibu…^^

Ibu, aku mulai kesal denganmu…
Aku yang mulai beranjak dewasa, aku yang mulai belajar mencari jatidiri, aku yang mulai menemukan duniaku sendiri, aku merasakan ada yang beda pada diriku. Ya, sikap ibu berbeda tidak seperti ibu teman – temanku. Ibu tak selalu memberikan apa yang aku minta, uang saku-ku sangat kecil jika dibandingkan dengan teman – teman, ibu tidak mengerti apa yang aku inginkan. Aku juga ingin seperti teman – temanku, ingin punya kaos dan jam tangan yang lagi tren saat itu. Aku juga ingin nonton konser bareng teman – teman. Aku ingin dapat hadiah saat jadi juara kelas. Aku ingin ini, ingin itu dan macam – macam keinginan yang menurutku masih wajar – wajar saja. Tapi kenapa ibu sulit sekali menuruti keinginanku…

Tanggungjawabku mulai ditambah, aku harus membantu ibu menyelesaikan pekerjaan rumah. Mencuci baju, menyetrika, menyapu, cuci piring bahkan kadang memasak nasi…aku masih ingin bermain ibu! Memang sejak aku SD kelas 6, kami sepakat tidak lagi memakai jasa pembantu rumah tangga, pekerjaan dilakukan bersama, sebagai gantinya aku dan adikku bisa mendapat tambahan uang jajan. Tapi…waktu bermaninku jadi berkurang, waktu nonton tv juga berkurang. Tak jarang aku mengeluh tapi ibu selalu sabar menghadapi keluhanku dan mengatakan bahwa ini semua demi kebaikkanku nanti.

Namun saat aku beranjak dewasa, akhirnya aku sadar bahwa engkau ingin mengajariku banyak pelajaran kehidupan sebagai bekalku kelak dimasa depan. Semuanya engkau lakukan karena engkau sangat menyayangi anak – anakmu. Hal – hal yang dulu pernah membuatku kesal, kini justru aku syukuri. Terima kasih ibu…

Sekelumit Aku dan ibuku (part 1)

Kasih ibu
Kepada beta
Tak terhingga
Sepanjang masa

Hanya memberi
Tak harap kembali
Bagai sang surya
Menyinari dunia

Malaikat itu bernama “Ibu”
Suatu ketika, ada seorang bayi yang siap untuk dilahirkan. Maka, ia bertanya kepada Tuhan. "Ya Tuhan, Engkau akan mengirimku ke bumi. Tapi, aku takut, aku masih sangat kecil dan tak berdaya. “Siapakah nanti yang akan melindungiku disana?".
Tuhanpun menjawab. "Diantara semua malaikat-Ku, Aku akan memilih seorang yang khusus untukmu. Dia akan merawatmu dan mengasihimu. Malaikatmu, akan terus melindungimu, walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Dia, sering akan melupakan kepentinganya sendiri untuk keselamatanmu."

Hening. Kedamaianpun tetap menerpa surga. Namun, suara-suara panggilan dari bumi terdengar sayup-sayup. "Ya Tuhan, aku akan pergi sekarang, tolong, sebutkan nama malaikat yang akan melindungiku...."

Tuhanpun kembali menjawab. "Nama malaikatmu tak begitu penting. Kamu akan memanggilnya dengan sebutan: Ibu..."

~Author Unknown~
(Dikutip dari sebuah catatan di internet)

Beruntung aku dilahirkan dari rahimnya, beruntung aku diberi malaikat seperti dia. Akulah buah perjuangannya antara hidup dan mati, tangisku adalah senyum bahagia baginya. Sejak saat itulah dia berjanji akan memberikan seluruh hidupnya untukku, sejak saat itulah cinta dan kasih sayangnya terus mengalir didalam darahku. Cinta terindah sepanjang zaman, cinta seorang ibu pada anaknya.

Terlahir dengan berat 2,7 kg badanku memang sangat kecil. Meski tidak melalui operasi kelahiranku yang berjalan normal tetap harus menggunakan “alat bantu” yang mengharuskan proses kelahiran dipindahkan dari puskesmas ke rumah sakit. Aku tak bisa membayangkan bagaimana rasanya ibu menahan rasa sakit yang ber jam – jam saat akan melahirkanku. Menurut dokter, melihat proses kelahiranku kemungkinan jika tidak lemah fisik maka aku akan mengalami lemah mental. Mungkin itulah yang membuat kedua orang tuaku terlalu khawatir, terlebih ibu sehingga setiap perkembanganku tak pernah luput dari perhatian ibu. Allah memang sangat sayang padaku karena telah memberiku “malaikat terbaik” yaitu ibuku.

Terima kasih ibu telah mengajariku…
Saat aku mulai belajar hal – hal baru, ibu adalah sekolah pertama bagiku. Dengan sabar dan telaten ibu mengajariku banyak hal. Setiap melihatku bisa melakukan satu hal baru adalah saat - saat paling berharga buat ibu. Saat – saat itulah yang paling dinantikan, melihat perkembanganku yang semakin baik.
Ketika aku mulai belajar berjalan dan kadang terjatuh, aku berusaha merayap dan berjalan lagi namun ku terjatuh lagi tapi ibu selalu ada disampingku seraya berkata
"Selangkah lagi sayang....ayo selangkah lagi sayang…” hingga akhirnya akupun bisa berjalan bahkan berlari menghampirinya yang siap memelukku.
Saat aku berhasil melakukan sesuatu ibu selalu memujiku “Anak ibu memang pinter…” dan akupun tersenyum. Ibu tak pernah marah saat aku mulai rewel dan tak mau melakukan perintahnya, justru kata – kata lembut yang keluar dari mulutnya.
Kini saat kubisa berjalan, berlari dan melakukan banyak hal sendiri, justru terlalu sering aku meninggalkannya disaat ibu membutuhkanku disampingnya. Ibu ingin aku mengantarnya berbelanja tetapi hanya kata maaf yang kuberi karena begitu banyak kesibukan yang menyita. Ibu ingin sejenak mengobrol denganku tapi lagi – lagi hanya kata maaf yang bisa menemani karena aku sudah ada janji rapat dikantor.

Sabtu, 05 Desember 2009

Aku kehilangan hidupku...

5 Desember 2009

Mengapa aku harus kehilangan semuanya setelah semua yang aku susun selama bertahun - tahun?
Tak pernah terpikirkan ini akan terjadi begitu saja disaat aku membutuhkan semua yang telah aku simpan selama ini.

Hampir separuh hidupku hilang, hilang begitu saja tanpa bisa aku kembalikan lagi. Berbagai cara sudah aku coba untuk mengembalikannya tapi apa hasilnya? NIHIL!
Sepertinya kini aku harus kembali memulainya dari nol, benar - benar dari nol. Untuk mengumpulkan kembali yang tersisa dari hidupku. Entah apakah ini kesalahanku atau ketidaksengajaan yang fatal, yang pasti aku sangat kehilangan kehilangan "my life".

Ya "my life", folder catatan perjalanan hidupku selama ini. Catatan hampir seluruh kisah suka dan duka yang telah aku jalani hingga detik ini. Folder sejarah hidupku yang sengaja mulai aku rintis beberapa tahun silam. Folder itu tiba - tiba raib begitu saja dari hardiskku tanpa permisi. Beberapa software recovery telah dicoba namun tetap nihil, hanya foldernya yang kembali namun catatan - catatan itu tetap hilang. Hiks...hiks...

Aku masih ingat dengan jelas kapan terakhir kali aku membukanya. Namun beberapa hari kemudian semuanya telah hilang begitu saja. Semuanya benar - benar tiba - tiba tapi seperti telah diatur sedemikian rupa oleh-Nya. Deretan peristiwa yang terjadi bersamaan dengan hilangnya folder itu seperti saling berkaitan dan teratur rapih. Disaat sebuah moment yang membuatku ingin membuka kembali "my life" justru saat itulah aku kehilangan "my life". Mungkin Allah menginginkanku untuk membuka lembaran baru hidupku.

Kini "my life" telah lahir kembali dengan mimpi dan harapan yang lebih baik dan semoga akan senantiasa menyimpan kisah - kisah yang lebih baik pula dari hidupku (my life) sebelumnya. Biarlah semua yang telah berlalu jadi sejarah dalam hidupku, kini saatnya kususun kembali lembaran - lembaran baru dalam hidupku (my life). Setidaknya masih ada sedikit catatan yang tersisa di blog-ku.

Semoga ku tak akan kehilangan hidupku lagi...^^

Kamis, 03 Desember 2009

JANGAN TAWARKAN KEISENGAN ATAS NAMA TAARUF PADA KAMI...!!!!!

Aku ingin bicara atas nama wanita, terlebih akhwat (kalau boleh sih) tolong untuk para ikhwan (atau yang merasa sebagai muslim)....bgini:

Wanita adalah makhluk yang "sempit akal" mudah terbawa emosi. Terlepas bahwa aku tidak suka pernyataan tersebut, tetapi itulah fakta. Sangat mudah membuat wanita bermimpi. Tolong, berhentilah memberi angan-angan kepada kami. Mungkin kami akan melengos kalau disapa. Atau membuang muka kalau dipuji. Namun, jujur saja, ada perasaan bangga. Bukan suka pada antum (mungkin) namun suka karena diperhatikan "lebih".

Diantara kami, ada golongan Maryam yang pandai menjaga diri. Tetapi tidak semua kami mempunyai hati suci. Jangan antum tawarkan sebuah ikatan bernama ta'aruf bila antum benar-benar belum siap akan konsekuensinya. Sebuah ikatan ilegal yang bisa jadi berumur tak cuma dalam hitungan bulan tetapi menginjak usia tahun, tanpa kepastian kapan akan dilegalkan. Tolong, pahami arti cinta seperti pemahaman Umar Al Faruq: seperti induk kuda yang melangkah hati-hati karena takut menginjak anaknya (afwan, bener ini ya riwayatnya?). Bukan mengajak kami ke bibir neraka. Dengan SMS-SMS mesra, telepon sayang, hadiah-hadiah ungkapan cinta dan kunjungan pemantapan yang dibungkus sebuah label: ta'aruf.

Tolong, kami hanya ingin menjaga diri . Menjaga amal kami tetap tertuju padaNYA.Karena janji Allah itu pasti. Wanita baik hanya diperuntukkan bagi laki-laki baik. Jangan ajak mata kami berzina dengan memandangmu! Jangan ajak telinga kami berzina dengan mendengar pujianmu! Jangan ajak tangan kami berzina dengan menerima hadiah kasih sayangmu! Jangan ajak kaki kami berzina dengan mendatangimu! Jangan ajak hati kami berzina dengan ber-dua-an denganmu! Ada beda persahabatan sebagai saudara, dengan hati yang sudah terjangkiti virus. Beda itu bernama "rasa" dan "pemaknaan". Bukan, bukan seperti itu yang dicontohkan Rasulullah! Antum memang bukan Mush'ab. Antum juga tak se-kualitas Yusuf as. Tetapi antum bukan Arjuna dan tak perlu berlagak seperti Casanova karena Islam sudah punya jalan keluar yang indah. Segeralah menikah atau jauhi wanita dengan puasa!
********************

NASEHAT UNTUK DIRI SAYA PRIBADI...^^

saudariku....sahabatku...ukhti muslimah....,,,,
sungguhpun taaruf bukanlah sebuah permainan....bukan sekedar coba-coba...bukan sekedar perkiraan..."hmm..siapa tau cocok...""hmm...siapa tau jodoh...""siapa tau..."siapa tau...'atau bahkan..." Hmm....lumayanlah...buat hepi-hepian...???????"astaghfirullah....
sungguh...Taaruf itu bukanlah sebuah keisengan seperti itu....!!!!
bagaimana mungkin SATU-SATUNYA JALAN YANG DIHALALKAN OLEH ALLAH...OLEH ISLAM..adalah sebuah permainan iseng...permainan coba-coba...sebuah kesenangan terselubung...??????bagaimana mungkin SATU-SATUNYA JALAN YANG DIHALALKAN OLEH ALLAH...OLEH ISLAM..adalah sebuah permainan iseng...permainan coba-coba...sebuah kesenangan terselubung...??????
bagaimana mungkin suatu upaya untuk menghindari PACARAN...justru tanpa disadari masuk dalam PACARAN tersebut...bagaiaman mungkin sebuah upaya untuk membuahkan suatu yang suci...suatu ikatan yang mahal harganya...sebuah perjanjian agung yakni PERNIKAHAN adalah sebuah lelucon yang bisa dilakukan dengan siapa saja...siapa saja yang mau...siapa saja yang ada...atau sebuah iseng-iseng berhadiah...???????????????

dengan perkataan..."coba ah...sama dia...siapa tau...hehehe..???????!!!!!!!?????????"
TAARUF BUKAN HAL-HAL REMEH TEMEH SEPERTI ITU....!!!!!!!TAARUF ITU SUNGGUH SUCI...!!!sebuah komitmen awal... sungguh bukan hak saya untuk berkata demikian sebenarnya...saya bukan siapa siapa...bahkan saya adalah orang yang sangat sangat awam dengan masalah ini....
tapi...sungguh miris hati saya ketika melihat realita...taaruf seakan jadi sebuah solusi atau jalan lain karena tidak boleh pacaran...!!!akhibatnya...??? taaruf tiada bedanya dengan pacaran...???lalu...??? taaruf adalah pacaran hanya dibungkus dengan "selimut Islami..."????????

jika pacaran yang dibicarakan adalah...(hmm..mungkin ..^^)"sayang...ketemuan yuk..."
jika taaruf..."ukhty...sholat tahajud dulu...??????????"
jika pacaran mengungkapkan perasaan dengan"sayang...aku cinta kamu..."
taaruf ...??"ukhty...sungguh hati ini mencintaimu karena Allah...????"
sms-sms penuh perhatian...tiap hari...tiap jam...telepon-telepon mengobrol kehidupan sehari-hari...chatting..???YANG DIBICARAKAN...??????? hmm..tidak jauh beda tiap hari...!!!

kiranya semuanya telah tau...bahwa wanita adalah fitnah terbesar bagi seorang laki-laki...
namun...saya wanita...dan ukhti pun wanita...tapi kita juga tau...bahwa perhatian laki-laki...kasih sayangnya...sikap melindunginya...kesetiaannya adalah cobaan yang tidak kalah hebatnya bagi seorang wanita...mungkin kami para akhwat pada awalnya akan berkata..."iih...iseng bgt sih...""nyebelin...""ganjen...""TP TP...""ngapain sih ngajak-ngajak taarufan nggak jelas.." TAPI....kita semua juga tau.... cinta itu tumbuh karena terbiasa...
terbiasa dekat...
terbiasa ada...
terbiasa bersama...
terbiasa berantem..hhe..^^
terbiasa saling menyapa...
terbiasa diberi perhatian...
terbiasa saling mengobrol...hmm...

cinta itu teramat bening...saat ini tiada apapun...namun perlahan...tanpa kita sadari...dia sudah menjalar ke seluruh bagian jiwa kita,,,menguasai kita...awalnya mungkin kita akan merasa sebal dengan kehadirannya...terganggu oleh sms-sms isengnya....terganggu oleh pertanyaan-pertanyaan anehnya....
namun...tanpa kita sadari...saat ia tiada...saat sms tak kunjung tiba...saat telepon tak berdering lama....????akan ada perasaan kehilangan....setiap saat melihat ke HP...menunggu deringnya...setiap saat melongok ke komputer...menunggu onlinenya.....
dan itukah...??? itukah saudariku....??? yang dinamakan dengan..."MENCINTAI KARENA ALLAH...???"itukah...????itukah....?????????

ya akhi...para ikhwan....sungguh hati wanita ini lemah....hati wanita itu mudah terjangkiti virus....
dan bagaimana jika kita telah jatuh cinta...bagaimana ternyata hati kita sudah saling merindu...menginnginkan adanya kebersamaan...merindukan adanya kasih yang tanpa akhir...sementara....KITA BELUM HALAL....!!!!!! DAN MUNGKIN KITA TIDAK AKAN PERNAH JADI HALAL....!!!!!!

sanggupkah engkau pertanggungjawabkan sms-sms mesramu...???sangggupkah engkau pertanggungjawabkan telepon mesramu...???sanggupkah engkau pertanggungjawabkan tangis kami karena mulai merindukanmu...??? mulai berharap padamu...???
Tolong, kami hanya ingin menjaga diri . Menjaga amal kami tetap tertuju padaNYA.Karena janji Allah itu pasti. Wanita baik hanya diperuntukkan laki-laki baik.
Jangan ajak mata kami berzina dengan memandangmu! Jangan ajak telinga kami berzina dengan mendengar pujianmu! Jangan ajak tangan kami berzina dengan menerima hadiah kasih sayangmu! Jangan ajak kaki kami berzina dengan mendatangimu! Jangan ajak hati kami berzina dengan ber-dua-an denganmu!

ya akhi....ikhwan...calon pemimpin kami di masa depan....jika engkau benar-benar serius...mengapa engkau hanya bersembunyi dibalik internetmu...???bersembunyi dibalik HPmu...???bersembunyi dalam kata-katamu...????????
kita sudah lelah dengan semua itu...sungguhpun kita tidak mengharapkan seorang laki-laki BERMENTAL TEMPE...yang hanya berani di dunia maya...yang hanya berani di dunia sms...
dan yang lari dari tanggungjawab setelah merasa tidak cocok....
jika engkau memang sungguh serius...DATANGLAH PADA ORANGTUA KAMI...!!!JAWAB PERTANYAAN KAMI DENGAN LANTANG...!! DIHADAPAN KAMI...!!!!JAWAB PERTANYAAN KAMI SECARA LANGSUNG....!!!!

kami wanita ingin pemimpin yang berani....kami wanita yang ingin menjaga diri...kami wanita yang tidak ingin diberi harapan palsu...janji gombal....kami wanita yang ingin laki-laki yang halal.....DENGARLAH AKHI...KAMI WANITA YANG BERBEDA...!!!!!!
PERNIKAHAN ADALAH KESUCIAN....DAN JALAN MENUJU PERNIKAHAN TENTUNYA HARUS SESUCI PERNIKAHAN ITU PULA...!!!


Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana.
Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita solehah yang lain, dilamar lelaki yang bakal dinobatkan sebagai ahli syurga, memimpinku ke arah tujuan yang satu. Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, yang mampu mendebarkan hati juataan gadis untuk membuat aku terpikat.

Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah. Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dimubazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk begitu. Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.

Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari ridha Illahi. Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu. Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu. Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku.
Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku. Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga….

ATAS NAMA TAARUF...???
MUNGKIN SALAH SEORANG LAKI-LAKI AKAN BERTANYA..." mengapa wanita begitu selektif memilih orang yang akan taaruf.."maka...wanita akan menjawab..
suami kami nanti kelak akan menjadi pemimpin kami...akan kami layani kebutuhannya....akan kami tunggu kehadirannya...akan kami berikan jiwa kami...raga kami....bagaimana mungkin kami lalai dalam memilih calon suami...meski hanya dalam rangka taaruf...??
suami kami nanti akan menjadi pembimbing agama kami...penjaga kami...pelindung kami...bagaimana mungkin kami akan gegabah dalam menentukan pilihan...meski hanya sebatas tukaran biodata..??
mentaati suami kami adalah salah satu jalan kami ke surga...ketaatan pada suami adalah lambang kesholihan kami....bagaimana mungkin kami akan cepat memutuskan siapa pilihan kami meski hanya sebatas kata..."baik saya setuju...taarufan..."
ya akhi....saudaraku...para ikhwan....JANGAN TAWARKAN KEISENGAN ATAS NAMA TAARUF PADA KAMI...!!!!!KETAHUILAH...KAMI ADALAH WANITA YANG BERBEDA...!!!!!
Aku merasa tak pantas mengatakan bahwa aku adalah wanita berbeda.........Tetapi aku ingin belajar.... aku juga ingin menjadi salah satu wanita khusus tersebut...Wanita yg diperuntukkan bagi lelaki yang baik.... Lelaki ahli syurga....Meski seringkali jatuh, aku ingin mencoba untuk bangkit lagi, mencoba lagi......Meski aku berkali2 gagal, namun aku ingin meraihnya...Aku ingin meraihnya...............

Sumber: http://nhiyaa.multiply.com/journal/item/158/taaruf...pacaran_dalam_islam_co-pas

Senin, 23 November 2009

Ujian berikutnya.....

Hidup itu adalah rangkaian ujian yang hasil akhirnya diketahui di hari akhir nanti, apakah kita bisa masuk kedalam surga-Nya atau harus mau dimasukkan kedalam neraka-Nya.

Mungkin baru sepekan lebih ujian itu perlahan bisa kulalui kini ujian yang lain telah datang lagi menghadang langkahku. Ya...inilah seninya hidup, kalo ga ada masalah mungkin rasanya hambar. Dan memang benar Allah sudah mengatur segalanya dengan porsi yang pas. Tidak selamanya kita dalam kesenangan dan tidak selamanya pula kita dalam kesusahan. Bukankah sudah jelas dikatakan dalam Al-qur'an bahwa sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan (QS:94:5-6). Akupun yakin bahwa Allah menciptakan masalah sudah satu paket dengan solusinya, jadi apapun masalahnya pasti ada solusinya. PASTI!!!
Jangan pernah berhenti mencari solusinya, selesaikan ujian yang diberikan-Nya dengan sebaik - baiknya. Semoga kita memperoleh akhir yang baik. Amin

Selasa, 17 November 2009

Karena Mimpi Kita Berbeda

Ya aku menyukainya…jauh sebelum akhirnya dia mengenalku. Dia sosok yang diam – diam aku kagumi menjelang ditahun terakhir SMA dulu, sosok yang bagiku terlampau sempurna yang membuatku tak berani menunjukkan siapa diriku. Sampai akhirnya kesempatan itu datang dan sejak saat itulah kami cukup sering berkomunikasi meski hanya melalui sms. Terpisah oleh jarak dan kesibukan yang banyak menyita waktu kami masing – masing, membuat komunikasi kami terputus selama beberapa bulan. Namun lewat seorang teman akhirnya komunikasi kami berjalan kembali. Mungkin sejak saat itulah kesempatanku memang sudah tidak ada.

Dia yang lama tak kuketahui kabarnya, semakin dewasa, matang dan bijaksana. Sikapnya membuat rasa simpatikku terus tumbuh. Tak dapat dipungkiri bahwa dia juga turut andil dalam “perubahan” yang terjadi pada diriku sekarang. Dialah penasehatku, tempat aku bertanya dan belajar banyak hal. Dia memang tak pernah tahu perasaanku sampai akhirnya aku memberanikan diri mengatakan semuanya. Mungkin ada yang bertanya, apa kamu sudah gila? Atau ada yang mencapku tak tahu malu, biarlah…

Saat itu tahun terakhir kuliahku sedangkan dia sudah lulus terlebih dahulu. Setelah memantapkan hati dan berdoa memohon petunjuk-Nya akhirnya kulayangkan juga “email” itu. Sebuah email yang menceritakan semua tentang perasaanku selama ini dan email yang secara tak langsung mengatakan “ijinkan aku menjadi istrimu…”. Mungkin ini terlalu lancang tapi inilah kenyataan yang terjadi, semuanya harus dikatakan. Kurang lebih satu bulan, dia memberikan jawabannya bahwa ia hanya bisa menjadi kakakku saja. Kecewa pasti ada tapi dari caranya menanggapi sikapku justru aku semakin hormat dan simpatik padanya.

Kakak, aku memang anak pertama yang tidak tahu bagaimana rasanya memiliki seorang kakak. Seperti janjiku bahwa tak ingin memutus tali silaturahmi maka aku terima tawarannya, untuk hanya menjadi adik perempuannya saja. Komunikasi kami masih berlanjut, dia tetap menjadi penasehat dan tempatku bertanya. Satu hal yang mungkin tak kusadari atau aku tak mau menyadarinya bahwa ternyata aku masih menyimpan secuil “perasaan itu”, harapan bahwa suatu saat dia bisa berubah pikiran. Entah sengaja atau tidak, diapun “mengenalkanku” pada sahabatnya beberapa waktu sebelum akhirnya harapan itu benar – benar sirna.

Dan beberapa malam yang lalu, dari sahabatnya aku tahu siapa wanita yang akan mendampingnya untuk menggenapkan setengah dien-nya. Alhamdulillah…memang itu yang terlintas pertama kali saat mendengar kabar itu, akhirnya Allah memutuskanku untuk berhenti berharap. Allah menjawab pertanyaanku selama ini tentang siapa sosok wanita yang akan mengisi ruang dihatinya. Sosok wanita sholehah yang Insya Allah kutahu jauh lebih baik dariku dan lebih pantas mendampinginya. Aku pikir semuanya akan biasa saja, bukankah seharusnya aku senang mendengar kakakku akan menikah? Bukankah aku ingin mencintai karena Allah? Bukankah hanya Allah yang patut dicintai melebihi segalanya? Ternyata tidak semudah itu…

Sehari dua hari aku sempat “limbung” seperti kehilangan pijakan. Waktuku banyak dihabiskan diatas hamparan sajadah hanya untuk merenungi mengapa ini harus terjadi? Mengapa aku harus jatuh cinta padanya? Mengapa aku harus mengenalnya? Dan banyak “mengapa” lainnya berkelebat dipikiranku. Akhirnya kutulis lagi sebuah pesan untuknya, bukan untuk mencegahnya menikah melainkan “mengembalikan” sisa perasaan yang kupunya. Meski saat itu masih dengan berat hati, aku tetap mengucapkan selamat dan berharap dia mengundangku ke pernikahannya nanti. Apakah aku sanggup untuk hadir? Lihat saja nanti…

Allah terlalu sayang padaku dan tak tega melihatku terlalu banyak menitikkan air mata. Perlahan Dia bukakan kembali hati dan pikiranku dan menyadarkanku bahwa inilah jalan yang terbaik, meski yang terbaik tak selalu yang terindah. Mungkin bukan aku yang terbaik untuknya dan sebaliknya bukan dia yang terbaik untukku.

Kami punya mimpi masing – masing dan peran yang harus kami lakoni sebagai khalifah dimuka bumi ini. Aku punya segudang mimpi yang masih menanti untuk aku wujudkan, jika dia memilihku mungkin aku harus pergi bersamanya dan meninggalkan semua mimpiku di kota ini. Aku tahu keinginan dan mimpi dia jauh lebih tinggi dari mimpiku dan dia membutuhkan seseorang yang siap menemaninya kapanpun dan dimanapun untuk meraih mimpinya disana, jauh ditempat yang berbeda.

Aku percaya, Allah pasti telah memilihkan seseorang yang tepat untukku. Seseorang yang akan kuajak bersama – sama merajut mimpi dikota ini. Perlahan – lahan membangun mimpi – mimpi itu jadi nyata di tempat yang sederhana ini. Biar dia jalankan perannya disana dan aku jalankan peranku disini bersama pasangan kami masing – masing yang telah Allah pilihkan. Dan semoga dimanapun kami melangkah tujuan kami tetap sama, ridho Allah.

“Untuk kakakku maaf jika selama ini telah merepotkanmu, terima kasih atas semuanya. Kini sudah saatnya adikmu berjalan sendiri, jangan khawatir Allah tak akan membiarkanku sendiri. Berbahagialah dan sambut kehidupanmu yang baru, meski mungkin kita tak lagi bisa berkomunikasi tapi doa dan tali persaudaraan sesama muslim yang akan selalu menghubungkan kita. Tetap saling mendoakan ya….^^”

"Barangsiapa mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, dan tidak memberi karena Allah, maka dia berarti telah sempurna imannya." (Abu Dawud)

Setalah hujan deras, November 2009
Saat luka dan air mata luruh bersama derasnya hujan

Jumat, 13 November 2009

Bintang Itu Telah Pergi...(Harus kulepaskan)

Entah...
Kepada siapalagi aku bercerita selain kepada-Nya, karena hanya Dia yang paling mengerti apa yang telah sedang dan akan terjadi.

Malam itu bintang dilangit sangat indah, meski jalan yang kulalui gelap gulita justru menambah indahnya langit malam itu. Mataku tak lepas menatap kerlip cahaya dilangit meski sesekali melihat kejalan (takut tersandung). Benar - benar kunikmati tiap langkahku itu seraya bersyukur memuji keindahan ciptaan-Nya, terlebih sudah lama sekali aku tak melihat pemandangan seperti itu.

Namun...
Malam itu ternyata tidak selamanya indah, indahnya bintang dilangit bukan berarti indah pula bintang dihatiku. Dan malam itu akhirnya kembali kusadari akan satu hal, satu hal yang kukira telah "berakhir". Aku baru menyadari ternyata masih ada satu "bintang" dihatiku yang masih menyala redup yang awalnya kukira telah padam. Bintang yang telah bertahun - tahun kujaga nyalanya namun akhirnya harus dipadamkan juga karena matahari memang enggan membagi sinarnya. Memang sudah sejak lama bintang itu kubiarkan mati karena kutahu sia - sia saja kujaga untuk tetap menyala. Akhirnya kusadari bahwa sinarnya belum benar - benar mati, masih ada setitik nyala redup disana.

Kini bintang itu telah benar - benar kehilangan sinarnya dan tak mungkin menyala lagi. Meski bintang itu tak lagi bercahaya dilangit hatiku namun indah sinarnya tak akan pernah terlupa. Untuk "bintangku" meski kini cahayamu telah bersinar di langit hati yang lain, terima kasih kau telah mengiringiku hingga dititik ini. Di titik, dimana aku harus benar - benar memadamkan nyala cahayamu dan rela melepaskanmu. Bukankah kamu hanya milik Allah dan hanya Allah yang berhak menentukan dimana kau akan bersinar...

Jangan khawatir aku tetap bisa melangkah digelapnya jalan hidup yang harus kulalui, masih banyak bintang dihatiku yang selalu siap menemaniku untuk menemukan bintang pengganti yang akan bersinar terang dilangit hatiku. Selamat jalan "bintangku" doaku selalu bersamamu...

Sabtu, 31 Oktober 2009

Sendiri dan sendiri lagi

Sendiri.....
Kadang aku benci sendirian
Kadang ku ingin sendirian

Sendiri....
Berada di kamar duduk di depan laltopku
Menuliskan semua yang ada di benakku
Menggambarkan apa yang tercipta dihatiku

Sendiri....
Masih tetap dikamarku
Tidur tengadah sambil menatap langit - langit kamar
Berkelana kemasa lalu dan masa depanku
Bersama pena dan diarku

Sendiri...
Mengitari jalan yang belum pernah lewati
Bersama sepedaku melepas semua penatku
Melihat wajah - wajah baru
Mencoba mencari udara baru untuk mengisi kekosongan hatiku

Sendiri...
Duduk diatap rumah menjelang senja
Melihat burung - burung terbang kembali ke sarangnya
Diterpa angin sore yang damai
Dan mataharipun mulai terbenam

Sendiri...
Duduk ditepi pantai
Memandang ombak - ombak kecil yang seolah menghampiriku
Memandang laut yang tanpa batas
Angin laut itu.....

Sendiri....
Memandangi album foto itu
Kembali sejenak kemasa lalu
Bersyukur ats segala nikmatnya hingga saat ini
Apa yang akan terjadi di masa depan.....

Sendiri....
Duduk diatas sajadah panjang
Seraya bercengkrama dengan Sang Pencipta
Meluapkan semua gundah di hati
Dan hatipun kembali tenang....

Saat sendirian di kantor
Bandung 24 Januari 2009 (14:35)

Januari 2026 ( Yuks Mulai Lagi!)

  Apa kabar diriku? Nggak terasa sudah 2026 ya, atau terasa banget perjalanan 2025 kemarin? Gimana berat atau kata anak sekarang "b aja...