Jumat, 14 Maret 2025

Life Begins at 40?

Mungkin kita sering atau pernah mendengar istilah "Life Begins at 40" lantas apa sebenarnya makna dari istilah tersebut?

Dikutip dari laman kompas.com (25/02/2021) menurut seorang psikolog Astrid WEN istilah itu sebenarnya untuk memberi dukungan atau semangat kepada seseorang yang memasuki "kepala 4". Namun di sisi lain ungkapan tersebut juga sebagai gambaran bahwa seseorang diusia 40 tahun sudah memasuki jenjang yang stabil dan matang, baik secara emosional maupun finansial. Jika dilihat dari karakter pada usia ini seseorang akan lebih mantap dengan dirinya, begitu pula dengan finansial, karier ataupun relasi yang dibangunnya.

Menurut pakar psikolog Elizabet B. Hurlock  masa dewasa awal atau early adulthood terbentang sejak tercapainya kematangan secara hukum sampai kira-kira usia 40 tahun. Selanjutnya adalah masa setengah baya atau midle age yang umumnya dimulai pada usia 40 tahun dan berakhir pada usia 60 tahun. Dan akhirnya, masa tua atau old age dimulai sejak terakhirnya masa setengah baya sampai seseorang meninggal. 

Sedangkan dalam Islam usia 40 tahun dianggap usia yang istimewa, dalam sebuah kajian pernah disampaikan bahwa usia 40 ini menandakan kematangan akal, fisik dan spiritual. Usia ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Seseorang dengan usia 40 tahun dipandang sebagai pribadi yang istimewa serta memiliki kedewasaan atau kematangan dalam berpikir maupun bersikap.

Dan saat ini aku sedang melangkah menuju kesana, menuju gerbang usia kepala 4. Rasanya diri ini menolak tua karena sejujurnya aku masih merasa muda apalagi jika bersama rekan-rekan yang memang usianya masih jauh dibawahku. Tapi aku sepenuhnya sadar memang akan tiba juga masa ini dan semoga Allah SWT sampaikan umurku disana dan aku bisa melalui fase kepala 4 dengan menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih mendekat lagi kepada Sang Pencipta Allah SWT.

Hai rekan-rekan kelahiran 86 sudah siapkah kalian memasuki fase baru ini?





Kamis, 13 Maret 2025

Yang Di Semogakan...

Pagi... hari ini 13 ramadhan

Yeay akhirnya nulis lagi di sini, setelah terakhir login awal 2022.

Masih di kantor yang sama tapi kali ini dengan suasana yang berbeda, ada yang datang dan ada yang pergi itu semua sudah sunatullah. Apapun dan bagaimanapun semoga kita bisa mengambil pelajaran dari mereka yang datang dan pergi. Tahun ini mungkin jadi tahun terkahir angka kepala 3 bersandar di deretan usiaku karena tahun depan kepala 4 sudah mulai menyapa. Rasanya kok cepat sekali waktu berlalu tapi yang paling aku syukuri bahwa Allah SWT masih memberiku banyak nikmat hingga detik ini.

13 tahun menjadi seorang istri dan 12 tahun menjadi seorang ibu yang kini diamanahi tiga buah hati yang insya allah soleh solehah. Akupun masih bisa melihat kedua orang tuaku tersenyum bahagai melihat cucu-cucu mereka. Semoga Allah panjangkan usia kami untuk bisa menikmati kebahagiaan ini, semoga Allah mengijinkan kami sebagai anak untuk bisa lebih lama lagi berbakti kepada orang tua, semoga Allah mengijinkan kami sebagai orang tua membersamai anak-anak kami dan menuntaskan kewajiban kami.

Meski dibalik itu semua tetap ada yang sedang tidak baik-baik saja tapi semoga Allah yang akan menjadikannya cukup dan mudah atas kehendakNya. Tahun ini putri sulung kami akan lulus SD jadi fix lengkaplah kami punya tiga anak di TK, SD dan SMP. Teranyata begini ya rasanya jadi orang tua, tapi kami yakin bahwa setiap anak membawa rejekinya masing-masing bahkan terkadang kami sebagi orang tua justru "nebeng" rejekinya anak.

Satu persatu Allah wujudkan mimpi kami, tidak mulus memang tapi disitulah kami memahami arti ikhtiar. Pasrah atau berserah kepada ketetapanNya atas segala upaya yang telah kami lakukan dan doa yang berusaha kami langitkan. Bismillah semoga tahun ini semuanya akan lebih baik lagi, ikhtiar dan doa lebih kenceng lagi dan karunia serta rahmatNya selalu dilimpahkan pada kami. Aamiin
 

Sabtu, 15 Januari 2022

Get Well Soon My Sweety

 



Ini adalah catatan pertamaku di tahun 2022, catatan pertama yang diawali dengan kesedihan. Kesedihan karena tulisan ini aku buat saat sedang menemani putri sulungku yang harus terpaksa di rawat di rumah sakit. Siapapun pasti tak ada yang mau di rawat di rumah sakit, membayangkannya saja enggan, lengan disuntik jarum infus, tiap hari makan makanan rumah sakit yang terasa hambar, dunia rasanya hanya sebatas kamar saja.

Berawal dari hari Senin pagi saat tiba-tiba tanganku bersentuhan dengan putri sulungku yang terasa lebih hangat dari biasanya. Langsung saja kuraba dahi dan lehernya dan memang terasa lebih hangat, untung saja hari itu jadwal dia belajar di rumah. Seperti biasa pagi-pagi anak-anak kubawa ke rumah mbahnya untuk ku tinggal ke kantor kecuali putriku yang nomor dua yang memang harus berangkat sekolah. 

Sore harinya si kakak terlihat mulai lemas, aku hanya memberikannya parasetamol. Aku pikir ini akibat kemarin dia bermain air telalu lama dan mungkin kondisi perut yang kosong jadi masuk angin biasa. Keesokan harinya demam mulai naik turun berkisar diangka 38-39 lebih, akhirnya kami membawanya ke dokter keluarga tapi setelah dua hari tetap belum ada perubahan dan demamnya sempat naik sampai 40 setelah turun hingga 37, 7. Pikiranku mulai kalut, tiga hari demam naik turun biasanya tipes/DBD, malam itu juga kami bawa ke dokter spesialis anak langganan kami dan malam itu juga dokter menyarankan untuk rawat inap saja di rumah sakit. Tangis putriku pecah di ruang praktek dokter, dia menjerit-jerit tidak mau dibwa ke rumah sakit dan ingin pulang saja ke rumah. Namun melihat kondisinya yang sudah makin lemas kami tetap memutuskan untuk membawanya ke IGD. 

Diantar mbah kakung kami menuju IGD terdekat, digendong ayahnya putriku langsung mendapat penanganan di IGD sedangkan aku harus menggendong si bungsu yang tidak mau ditinggal di rumah bersama mbah uti. Terdengar jelas tangisan dan teriakannya dari dalam ruang IGD yang memanggil-manggil diriku. Kutitipkan si bungsu dengan mbah kakakungnya dan segera berlari ke dalam ruang IGD memeluk putriku yang menangis saat akan dipasang jarum infus. Sungguh persaanku bercampur aduk saat itu, rasanya seperti mimpi harus kembali ke tempat itu. Hanya dzikir dan doa yang berusaha terus kupanjatkan semoga semuanya akan segera baik-baik saja.

Sambil menunggu pindah ke ruang perawatan akhirnya kami memutuskan untuk sementara waktu aku yang menemani putriku sedangkan suami pulang dahulu bersama si bungsu dan mbah kakung sekaligus menyiapkan keperluan yang akan dibawa. Malam pertama suami yang menemani di rumah sakit karena si bungsu juga sedang agak demam karena baru saja imunisasi, malam itu untuk pertama kalinya setelah sekian purnama aku mengendarai motor tengah malam pulang  ke rumah. Jalanan yang sepi membuat perasaanku makin tak karuan, lagi-lagi hanya doa dan dzikir yang bisa kulafazkan sepanjang perjalanan berharap badai ini segera berlalu. Aku hanya terus meyakinkan diri bahwa Allah memberikan ujian tak akan melebihi batas kemampuan hamba-Nya.

Dari dugaan awal tipes kini diagnosa dokter beralih ke DBD karena jumlah trombosit yang menurun dari 151 dihari pertama masuk rumah sakit menjadi 134 di hari berikutnya. Dokter berpesan untuk menjaga asupan yang masuk, makanannya agar dihabiskan. Namun saat sehat saja putriku termasuk yang picky eater apalagi kondisi sakit saat ini, rasanya membuatku jadi makin cerewet. Banyak yang menyarankan untuk mengkonsumsi jus jambu dan sari kurma yang kutahu rasanya enak, tapi kenyataannya bagi putriku yang sama sekali tak doyan buah itu bukan hal menyenangkan untuk dilakukan. Jangankan minus jus jambu dan sari kurma, buat ngabisin jatah makan saja butuh perjuangan yang luar biasa.

Diluar itu semua aku sendiri terus berusaha menguatkan diriku sendiri karena aku harus bisa menguatkan putriku. Meski tak kupungkiri ada sisi dimana aku merasa terpuruk melihat kondisi putriku yang lemas seolah tak berdaya, tapi sekali lagi aku harus kuat dihadapan dia. Untuk sementara waktu kedua adiknya kutitipkan bersama kedua orang tuaku karena aku dan suami harus berbagi jadwal untuk menjaga si kakak di rumah sakit.

Semoga Allah segera mengangkat sakitmu nak dan kamu bisa kembali ceria seperti biasanya, bunda kangen lihat kamu yang senang pecicilan dan hobi banget bikin telur omlet buat ngemil bareng adek-adekmu. get well soon sayang


Selasa, 03 Agustus 2021

Why MVC?


 



MVC = Model View Controller
Adapun definisi MVC adalah pola arsitektur pada perancangan perangkat lunak yang berorientasi objek. Tujuan dari MVC adalah untuk memisahkan antara tampilan, data dan proses. Dalam hal ini controller memegang peran utama untuk mengatur alur proses dengan model sebagai data dan view sebagai tampilan.

Why MVC?
  • Organisasi dan struktur kode
  • Pemisahan logic dan tampilan
  • Perawatan kode
  • Implementasi konsep OOP
  • Digunakan oleh banyak Web Application Framework
Untuk lebih jelasnya lagi tentang MVC bisa dilihat pada skema di bawah ini:  



Berikut ini beberapa catatan penting dari apa yang telah kita pelajari sekilas tentang MVC:

Model = Data
    • Representasi Pengetahuan
    • Mengelola Data
    • Logika Bisnis 
View = Tampilan
    • Output, apa yang dilihat oleh user
    • Representasi visual dan model
    • Lapisan presentasi
Controller = Proses
    • Perantara antara model dan view
    • Menangani pemrosesan pada aplikasi
    • Menangani aksi dari user

Untuk penjelasan lebih lengkapnya bisa disimak di channel Web Programming UNPAS tentang MVC

Selamat belajar, tetap semangat dan semoga bermanfaat. Terima kasih

Senin, 02 Agustus 2021

Apa Sih Git dan GitHub?



Setelah postingan sebelumnya saya menulis tentang roadmap seorang web developer. Kali ini saya akan menuliskan dan membahas salah satu komponen dari roadmap tersebut.

Saya akan menulis tentang Git daan GitHub, yang mana saya sendiri juga baru berkenalan dengan aplikasi ini. Jadi di sini kita sama-sama belajar saja karena saya hanya akan berbagi dari apa yang telah dan sedang saya pelajari.

Sebelumnya saya tekankan di sini bahwa Git dan GitHub adalah dua hal yang berbeda dan terpisah, jadi kita bisa menggunakan aplikasi tersebut secara terpisah atau bahasa lainnya tidak harus digunakan secara bersamaan.

Version Control System (VCS)

Ada yang harus kita pelajari terlebih dahulu sebelum mengenal Git dan GitHub yaitu Version Control System (VCS). VCS biasa disebut juga source code management adalah sistem yang mengelola perubahan dari sebuah dokumen. Dokumen tersebut bisa berupa source code atau program komputer, website atau informasi lainnya. Apa sih latar belakang atau alasan kenapa kita perlu menggunakan VCS?

Beberapa hal yang menjadi alasan atau latar belakang mengapa diperlukannya VCS antara lain:

1. Bagaimana melacak history perubahan pada suatu dokumen?

2. Bagaimana untuk membuat version file  misal dari sebuah program yang kita buat?

3. Bagaimana agar satu dokumen dapat dikerjakan secara tim atau kolaborasi anatara beberapa orang secara bersamaan?

4. Bagaimana jika kita ingin berbagi source code atau opensource dari program yang kita buat?


Untuk itu kita butuh sebuah Version Control System (VCS):

- Sebuah sistem yang menyimpan (rekaman/ snpashot) perubahan pada sebuah file/ source code

- Memungkinkan untuk bekerja secara berkolaborasi dengan lebih baik

- Kita dapat mengetahui siapa yang melakukan perubahan dan kapan perubahan tersebut dilakukan

- Memungkinkan kita untuk kembali pada perubahan sebelumnya atau ke keadaan sebelum perubahan (chekout)


Macam-macam VCS:

- GIT

- Subversion

- Mercurial

- CVS


GIT

Sekarang kita coba mengenal lebih dekat apa itu Git. Git adalah sebuah VCS terdistribusi untuk mengelola file dalam folder yang disebut repo/ repository. Penjelasan atau keterangan lebih lengkapnya mungkin bisa dibaca di halaman wikipedia tentang Git.

Pada Git kita akan bekerja dalam folder yang disebut repository/ repo. Riwayat perubahan yang terjadi pada file yang kita simpan dalam repo akan disimpan dengan sebuah commit dengan menggunakan sebuah penanda unik yang disebut hash. 

Secara singkatnya dapat kita katakan bahwa 1 commit = 1 snapshot = 1 perubahan = 1 hash


GitHub

Sekarang kita akan coba mengenal tentang GitHub, adalah sebuah website layanan cloud untuk menyimpan/ mengelola project/source code. di GitHub kita bisa melakukan apa yang ada di GIT tapi bedanya semuanya dilakukan secara online. Penjelasan atau keterangan lainnya seperti biasa bisa dibaca di wikipedia tentang GitHub

Namun jika di komputer kita diinstal Git maka kita bisa mengirim project yang ada di Git ke GitHub dan juga sebaliknya kita bisa mengambil project yang ada di Git Hub untuk di simpan di Git. Proses tersebut bisa kita lakukan dengan syarat repo yang ada di GitHub kita clone untuk kita simpan di Git sehingga kita bisa bekerja dengan remote. Dengan kata lain kita bisa mengerjakan project kita secara lokal di komputer kita menggunakan Git dan selanjutnya project tersebut bisa kita kirim ke akun GitHub agar bisa dilihat bersama.

Demikian sekilas penjelasan tentang apa itu Gut dan GitHub dari apa yang sedang saya pelajari, penjelasan lengkapnya mungkin bisa dilihat di channel youtube Web Programming UNPAS tentang Git & GitHub

Berikut ini beberapa daftar istilah dari apa yang telah kita pelajari:

- VCS

- Git

- GitHub

- Repo/Repository, folder

- Commit, menyimpan perubahan pada suatu file

- Hash, penanda unik untuk setiap commit

- Checkout, beralih ke commit sebelum perubahan

- Branch, cabang dari sebuah commit

- Merge, menggabungkan beberapa branch

- Remote, sumber yang memeiliki repo untuk bisa melakukan clone

- Clone, membuat repo yang sama di lokal komputer kita (Git) dengan yang ada di GitHub

- Push, mengirim commit

- Pull, mengambil commit


Selamat belajar, tetap semangat dan semoga apa yang saya bagi di sini bisa bermanfaat. Terima kasih



Kamis, 29 Juli 2021

Roadmap Seorang Web Developer (Ternyata Panjang Juga)

Bismillah...

Tulisanku kali ini memang tidak seperti biasanya yang berisi seputar kontemplasi kehidupan tapi ini bukan pertama kalinya aku menulis tentang teknologi informasi yang sesuai dengan latar belakang pendidikanku sebagai alumni Mahasiswa Teknik Informatika.

Sebelumnya apa yang aku tulis ini mungkin sudah banyak di tulis di berbagai media. Tujuan utamaku menuliskannya sebagai bagian dari content di rumah mayaku adalah agar apa yang aku pelajari lebih melekat di ingatan karena jujur aku yang sudah sering kali pelupa. Selai itu dengan menuliskannya di sini bisa menjadi referensi baik bagi aku pribadi atau siapa pun yang kebetulan mampir di rumah mayaku ini.

Baiklah setelah lebih dari sepuluh tahun terjun di dunia kerja yang sebagian besar pekerjaannya justru jauh dari apa yang dulu pernah aku pelajari saat kuliah. Maka kali ini aku ingin kembali merefresh ilmu-ilmu yang sebenarnya juga bisa dimanfaatkan dalam melakukan tugas-tugas kedinasanku.

Kali ini aku ingin kembali mempelajari web programing yang sebetulnya bukan hal baru tapi setelah sekian tahun tak pernah lagi berkutat di sana ternyata sudah teramat jauh dan pesat perkembangan teknologi di dalamnya. Berdasarkan saran dari rekan kantorku maka aku mengikuti sebuah channel youtube Web Programming UNPAS sebagai tutorial dan salah satu referensi dalam belajar. 

Baiklah untuk pertama kita akan belajar dahulu sebenarnya bagaimana sih roadmap (peta jalan) untuk menjadi seorang Web Developer.  Dalam vidionya, Sandika Galih menjelaskan peta jalan seorang Web Developer yang dibuat oleh Kamran Ahmed. Jadi sebelum kita ingin menjadi seorang web developer ada beberapa hal yang seharusnya kita kuasai terlebih dahulu baik untuk front-end atau back-end developer atau keduanya. 

Namun sebelumnya sangat disarankan adalah kita mempelajari bahasa inggris terlebih dahulu karena sebagian besar dokumen/ literatur tentang teknologi informasi adalah menggunakan bahasa inggris. Ini yang jadi PR besar buatku yang masih lemah banget soal bahasa inggris. ayo semangat!

Oke, yang harus kita pelajari:

  1. Git - Version Control
  2. Basic Terminal Usage
  3. Struktur Data (mempelajari perilaku dan membuat type data dari yang primitif hingga kompleks)  Algoritma ( mempelajari problem solving, sebelum  membuat software atau coding sebaiknya problemnya sudah solving/ terselesaikan terlebih dahulu). Sebaiknya pelajari menggunakan Javascript dan Python
  4. GitHub
  5. Licenses (bagaimana membuat lisensi program)
  6. Semantic Versioning (bagaimana membuat version dari program kita)
  7. SSH (bagaiman agar terhubung secara remote ke server)
  8. HTTP/ HTTPS, APIs (web pasti tersimpan di protokol ini)
  9. Design Patterns (YAGNI, KISS, SOLID) bagaimana membuat source code kita simple, efektif dan efisien.
  10. Character Encodings(jika ingin membuat program berskala internasional maka harus mempelajari karakter encoding di berbagai bahasa)
Mungkin itu sepuluh poin penting yang sebaiknya kita pelajari terlebih dahulu sebelum kita mempelajari lebih lanjut web development. Sah-sah saja jika kita ingin langsung mahir coding dan mengembangkan website di berbagai platform. Namun alangkah lebih baik jika dasar atau fundamentalnya dikuatkan terlebih dahulu.

Berbagi pengalaman saja saat awal kuliah dahulu , aku sangat tertarik dengan web development. Pertama kali aku bikin web statis dengan microsoft frontpage tahun 2004 dan terus berlanjut hingga berkenalan dengan php. Namun sayang semuanya terhenti saat memasuki dunia kerja yang membuatku jarang lagi bersentuhan dengan web development. Mungkin karena basic yang belum terlalu aku kuasai betul akhirnya ilmu itu menguap begitu saja. Meski jika kembali direfresh masihlah bisa sedikit-sedikit mengingatnya. Jadi saranku bagi yang baru mulai belajar silahkan untuk memperkuat dulu fundamentalnya dan mempelajari hal-hal yang disebutkan di atas.

Untuk lebih lanjutnya silahkan kunjungi chanel Web Programming UNPAS dan kalian bisa belajar banyak di sana. Selamat belajar dan tetap semangat 😊

Sumber: https://github.com/kamranahmedse/developer-roadmap



Kamis, 29 April 2021

Jujur Aku Masih Trauma

Diawali dengan putri sulungku yang tiba-tiba muntah di sekolah setelah dua kali mulai kembali tatap muka. Untungnya setelah itu kembali belajar di rumah dikarenakan dipakai untuk kelas enam ujian. selag beberapa hari setelah muntah-muntahnya reda lanjut dengan batuk pilek terpaksa kami mebawanya ke dokter keluarga agar tidak berlarut-larut. Alhamdulilah kondisinya sudah mulai membaik dan bisa puasa lagi.

Tak berselang lama ternyata kini giliran bunda dan adik-adiknya yang ketularan batuk pilek. Mendadak peristiwa setahun silam teringat kembali di ingatanku, kurang lebih satu bulan setelah pandemi menyapa daerah kami. Aku harus tiga kali bolak balik rumah sakit, pertama saat melahirkan, kedua saat putri keduaku dirawat dan ketiga saat si bayi harus masuk NICU. Dalam satu bulan aku harus melalui itu semua dan kini saat mereka bertiga kembali sakit disaat bersamaan rasanya aku masih trauma. Terpaksa aku mengambil cuti sementara demi menemani mereka yang ingin selalu bersama bundanya.

Semoga kali ini tak harus seburuk dahulu, sakit disaat pandemi memang membuatku merasakan stigma negatif itu. Semoga lekas sehat anak-anakku sayang sunguh bunda khawatir, semoga kita bisa melalui ini bersama seperti dahulu kala. Aamiin



Senin, 05 April 2021

Aku Akan Terus Menulis

            Sejak kita mulai masuk bangku sekolah pasti kita akan diajari menulis jadi jika ada yang bilang tidak bisa menulis itu rasanya tak mungkin. Menulis dalam artian tak sekedar menuliskan huruf diselembar kertas memang bukan hal baru buatku. Sejak SD aku memang sudah menyukai menulis, aku senang jika awal masuk sekolah setelah liburan panjang karena pasti akan diberi tugas mengarang. Jika teman-temanku masih suka bingung untuk sekedar memenuhi satu halaman folio maka aku bisa mengarang sampai penuh empat halaman folio. Memang tulisan tanganku tak indah dan mungkin masih belum menggunakan kaidah kepenulisan yang benar tapi bagiku yang penting ya tulis saja apa yang aku pikirkan dan rasakan.

            Saat kelas lima SD aku mulai tertarik menulis diary setelah membaca beberapa diary milik Bapak yang masih tersimpan sampai sekarang.  Entah sudah berapa buku diary yang aku punya, tapi saying justru setelah menikah aku jadi jarang menulis diary. Sejak tahun 2006/2007 aku lupa pastinya aku mulai mengenal blog namun sayang blog pertamaku di multiply sudah hangus tak tersisa tanpa sempat kuselamatkan kisah-kisah yang ada disana.

            2009 Sekembaliku dari perantauan ke kampung halaman aku beralih dan membangun kembali tumah mayaku di blogspot.com hingga sekarang. Aku juga sempat bergabung dengan teman-teman Forum Lingkar Pena dan Rumah Baca Asmanadia meski sayang setelah menikah dan disibukan dengan ketiga buah hatiku terpaka harus aku tinggalkan. Sempat juga bergabung dengan Pejuang Literasi dan menghasilkan 3 buah antologi. Meski tak aktif lagi di FLP namun sebentar lagi antologi kedukau bersama FLP Tegal insya allah akan segera rilis. Kemarin bersama 30DWC maka menggenapkan 10 antologiku untuk itu aku bulatkan tekad mengikuti 30 HMBP untuk bisa merilis karya pribadiku yang aku harap bisa menjadi buku solo pertamaku nanti.

            Isi tulisannku memang lebih terkesan curhat dan semacamnya dan akhirnya baru kusadari bahwa ini menjadi self healing buatku dalam menghadapi beraneka persoalan hidup selama ini. Dengan menulis perlahan aku bisa memahami dan memaknai setiap garis takdir yang sempat aku sesali atau hikmah dibalik setiap peristiwa yang harus aku lalui. Aku yang cenderung tak mudah bergaul apalagi jika harus bicara didepan umum, berbicara jujur dihadapan orang tuaku saja buatku butuh usaha keras. Sempat ada yang mengatakan bahwa aku autis karena terlalu asyik dengan  duniaku sendiri. Sempat terpikir apakah aku salah jurusan masuk kuliah di Teknik Informatika tapi kok sukanya nulis yang nggak nyambung sama sekali dengan backgroundku itu.

            Terserah bagaimana pandangan orang tentang diriku yang pasti aku akan tetap menulis apa yang ingin aku tulis. Sekali lagi, ‘If you don’t know who I’m don’t judge me’ aku senang dan menikamati duniaku ini dan aku berusaha tak menyesali apa yang dulu sudah terjadi padaku. Semoga lewat tulisanku ada hikmah yang bisa dipetik oleh siapa pun yang membacanya dan mereka bisa belajar dari apa yang aku alami tanpa arus mengalaminya langsung.  Akan selalu ada makna dibalik setiap peristiwa, untuk itu aku akan terus menulis.

Senin, 29 Maret 2021

Rumah Kita



Tempat seorang anak adalah bersama orangtuanya, tempat seorang istri adalah disisi suaminya. Maka dari itu aku ada disini di rumah mertuaku bersama suami dan anak-anakku.

Pasangan suami istri manapun pasti ingin memiliki kehidupan barunya sendiri. Memiliki rumah sendiri dan menjadi raja dan ratu di rumah itu. Namun tak semua pasangan memiliki kemudahan untuk mewujudkan itu semua dalam sekejap.

Bersyukurlah bagi kalian pasangan yang bisa langsung memulai kehidupan barunya sendiri di istananya sendiri. Namun janganlah berkecil hati bagi kalian yang masih jadi penghuni Pondok Mertua Indah seperti aku ini.

Jangan terlalu hiraukan omongan orang diluar sana yang bilang kita nggak bisa mandiri, masih bergantung dengan orang tua, kerja bertahun-tahun kok nggak bisa punya rumah dan berbagai macam nyinyiran orang diluar sana.

Menuju sepuluh tahun pernikahan kami sengaja aku buat catatan ini hanya sebagai reminder saja dari mindmap yang pernah aku buat diawal pernikahan dan suami pun mengiyakan. Dalam mindmap tersebut memiliki rumah impian memang bukan prioritas utama kami. Bukannya kami tak mau berusaha dan mengandalkan tempat tinggal orangtua kami yang memang masih bisa kami tinggali. Alhamdulillah atas ijin Allah kini kami sudah mulai melangkah kearah sana dengan dibukakan pintu rizki perlahan-lahan. Tapi sekali lagi itu belum menjadi prioritas utama kami, semoga pada saatnya nanti semua akan terwujud dengan indah dan penuh berkah. Aamiin.

Di hari pertama aku menginjakan kaki di rumah ini aku sudah bertekad bahwa aku akan berusaha melakukan apa pun yang membuat suamiku ridho kepadaku termasuk jika dia menginginkan kami tinggal bersama ibunya yang sudah sendiri. Menemaninya menghabiskan sisa waktu diusia senjanya.

Tak jarang aku mendengar celotehan tetangga mengapa kami tak tinggal di rumah orangtuaku saja yang kebetulan memang dekat jaraknya. Apalagi saat anak-anak kami lahir satu persatu, celotehan itu makin sering terdengar baik langsung maupun lewat kabar burung.

Biarlah mereka berceloteh sepuas apa pun, berkomentar seenak mereka tentang rumah tangga kami. Yang terpenting aku tahu pasti setiap langkah yang aku ambil ada ridho suamiku disana. Anak-anakpun senang kok tinggal di rumah eyangnya dan mereka juga tetap sering ke rumah (orangtuaku) meski jarang sekali mau menginap disana.

Beruntung cerita 'seram' mertua vs menantu yang sering dikoar-koarkan orang, tidak menghantui kehidupan rumah tangga kami. Aku dan ibu mertuaku memang tak selalu sepakat dalam setiap hal, namun itu bukan alasan untuk membuat jarak diantara kami bukan?

Jodoh-Kehilangan-Kenangan

Jodohku?

Aku percaya bahwa semua yang ada di dunia ini sudah ada jodohnya. Seperti kata Afgan bahwa jodoh pasti bertemu.

Seperti aku dan suamiku yang mungkin telah melalui berbagai macam "pencarian" akhirnya kami dipertemukan lewat orang tua kami. Inilah jalan jodoh kami yang semoga bisa sehidup sesurga. Aamiin

Seperti halnya segelas jus alpukat yang kubeli siang ini. Maksud hati ingin membeli di tukang jus depan mini market dekat sekolah putriku ternyata nihil. Kucoba alternatif lain dan ternyata dua kali nihil juga. Tak putus asa akhirnya kucoba berbalik arah, teringat masih ada satu minimarket yang terlewat. Alhamdulillah akhirnya aku berjodoh juga dengan jus alpukat itu.

Tak jauh berbeda antara aku dan 30DWC, dari berbagai macam kelas menulis yang serupa tapi tak sama ternyata hatiku terpaut disini. Semoga inilah jalan jodoh tulisan-tulisanku karena setiap tulisan pasti akan menemukan jodohnya yaitu pembacanya.

Ini kedua kalinya aku ambil bagian dari 30DWC. Seperti dijilid sebelumnya niatan yang pertama yaitu menantang diri, untuk melawan rasa malas(menulis). Ingin jadi penulis ya menulis, jangan hanya sebatas ingin. Selebihnya aku berharap ini bisa menjadi proses menabung dan menggenapkan naskah untuk project buku soloku yang masih harus rela kugantung.

Bismillah semoga aku bisa menyeleasaikan apa yang aku mulai ini. Seperti biasa platform utama yang aku pakai tentunya di instagram yang akan selalu update ke fb dan semoga bisa kembali mengisi rumah mayaku di www.ndeelife.blogspot.com

Semangat untuk teman2 Squad 5 yang belum sempat ku ikuti satu persatu. Semoga tigapuluh hari kedepan kita bisa saling menyemangati, saling melengkapi, saling berbagi ilmu dan pastinya menambah tali silaturahmi.

Kehilangan

Sejatinya semua yang ada di dunia ini milik Allah dan akan kembali padaNya. Kehilangan itu pasti tapi bagaimana kita memaknai kehilangan itu sendiri

Setelah setahun lebih, akhirnya siang ini aku berkesempatan 'menculik' kawan baikku yang rasanya sekarang sulit sekali ditemui. Niatan awal kami ingin saling berbincang melepas penat dari padatnya pekerjaan di kantor.

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan akhirnya kami memilih sebuah warung makan yang dekat kantor. Kebetulan siang tadi suasananya tidak terlalu ramai hanya ada beberapa pengunjung. Kami memilih meja diruang paling belakang yang sepi.

Ikan mujaer goreng dan jus jambu menemani obrolan kami siang itu. Namun niat hanyalah niat karena akhirnya apa yang kami bicarakan justru jauh dari apa yang awalnya ingin dicurhatkan.

Berawal dari postingan putriku di ig akhirnya cerita mengalir tentang keponakan kawanku yang belum lama meninggal karena sakit.

Mendengarkan ceritanya aku jadi ikut terhanyut, terlebih usia keponakannya tidak jauh dari usia putriku. Dia menceritakan bagaimana detik-detik menjelang kepulangan keponakan kesayangannya itu.

Bagaimana sang ibu yang berusaha tegar menemani hingga di detik-detik terakhirnya namun akhirnya harus terkena depresi sebab kehilangan yang sangat mendadak itu.

Tak hanya orang tua dan adiknya, kakek nenek, kerabat dan tetangganya pun merasa kehilangan sosok lucu yang soleh itu yang kini sudah menjadi tabungan di akhirat untuk orang tuanya.

Aku memang belum merasakan kehilangan yang seperti itu dan tak berharap itu terjadi. Pasti berat melepas kepergian buah hati tersayang yang sedang lucu-lucunya. Terlalu banyak kenangan yang tersimpan rapi diingatan yang akan selalu membangkitkan kenangan.

Namun sebagai manusia biasa kita harus berdamai dengan takdir sepahit apa pun itu. Mudah memang mengatakannya walau teramat sangat tak mudah menjalankannya. Semoga untuk saudara-saudara kita yang saat ini sedang merasa kehilangan, bisa segera ikhlas dan melepas dengan damai kenangan yang pernah ada. Yakinlah akan ada hikmah dibalik itu semua

Rasa kehilangan hanya akan ada, jika kau pernah merasa memilikinya ~Letto~

Kenangan

Pernah nggak sih kita berpikir sudah berapa banyak orang yang kita temui sepanjang perjalanan usia kita? Sudah berapa banyak kenangan yang kita simpan tentang mereka yang datang dan pergi?

Ibarat komputer mungkin hardisk kita sudah terlalu penuh dan butuh didefragment untuk merapikan kembali setiap file kenangan yang ada. Mungkin perlu juga dilakukan disk cleanup untuk menghapus kenangan-kenangan yang tak perlu lagi kita simpan. Namun tak perlu juga kita memformat ingatan kita untuk menghapus semua kenangan yang ada.

Tak bisa dipungkiri setiap kehadiran pasti akan menyisakan kenangan baik manis atau pun pahit. Ada yang kehadirannya memang kita undang untuk hadir dalam kehidupan kita. Ada pula yang kehadirannya muncul tiba-tiba saja tanpa kita sadari kedatangannya.

Ada yang hadirnya hanya singgah sejenak untuk sekedar bertegur sapa. Ada pula yang sekedar berlalu tanpa sempat menyapa. Atau mungkin ada yang hadirnya penuh makna dan meninggalkan banyak kenangan.

Seperti sepiring kue yang datang entah kita beli atau atas pemberian orang dan pergi ke perut kita atau kita berikan ke orang lain, semuanya akan berlalu pada saatnya.

Lalu bagaimana jika yang telah pergi itu datang kembali dan membuat file kenangan yang sudah tersimpan rapi harus dibuka kembali?

Tak masalah jika yang kembali adalah kenangan yang mampu membangkitkan semangat kita. Tak masalah jika yang datang kembali bisa memperpanjang tali silaturahmi yang sempat terputus.

Namun bisa berbahaya jika yang kembali adalah kenangan pahit yang mampu mengacaukan hati dan pikiran kita atau membuat kita berlarut-larut dalam kesedihan. Akan berbahaya pula jika yang datang adalah kenangan tentang sang mantan yang belum bisa sepenuhnya hilang dari ingatan.

Mungkin itulah mengapa lebih baik pacaran setelah menikah, karena kita tak pernah tahu apakah pacar kita adalah jodoh kita. Pacaran bertahun-tahun dengan siapa eh nikahnya dengan siapa. Jangan sampai ada yang gagal move on hanya gara-gara sang mantan.

Jadi sepertinya cukup tepat jika buanglah mantan pada tempatnya, lalu bagaimana dengan yang tak sempat menjadi mantan namun meninggalkan kenangan yang dalam?😜

*)Tiga catatan tersebut bagian dari tantangan 30DWC Jilid 29 yang sedang aku ikuti

Kamis, 25 Februari 2021

Setahun Yang Lalu

Tepat setahun yang lalu kau hadir menambah warna dalam hidupku, tepat setahun yang lalu untuk pertama kalinya ku kecup pipimu. Sungguh hingga detik ini rasanya masih tak percaya bahwa Allah telah menghadirkanmu untukku, kau benar-benar karunia dari Allah bagi kami seperti arti namamu.

Lahir di awal pandemi memasuki kota kelahiranmu dan hingga kini bunda masih belum berani mengajakmu menjelajah, entah hingga kapan. Mengingat semua peristiwa di awal kelahiranmu sungguh tak habis rasa syukur terucap  karena kami masih diijinkan memilikimu, meski sejatinya kita semua hanya milik Allah SWT.

Tak banyak kata yang terucap selain doa terbaik untukmu sayang dari kami yang menyayangimu. Semoga kau terus tumbuh sehat menjadi anak yang soleh, menjadi kesayangan dan kebanggaan kami semua. Selamat satu tahun Gibran Guntur Athallah yang semakin comel kata kakak-kakaknya.



Januari 2026 ( Yuks Mulai Lagi!)

  Apa kabar diriku? Nggak terasa sudah 2026 ya, atau terasa banget perjalanan 2025 kemarin? Gimana berat atau kata anak sekarang "b aja...