Rabu, 17 Desember 2025

Ibu Harus Tetap Asyik Walau Dunia Terus Berisik


Alhamdulillah beberapa hari lalu saya berkesempatan mengikuti sebuah kajian muslimah yang diadakan oleh Ikakatan Notaris Indonesia IPPAT Pengda Kab. Tegal.  Acara hari itu diisi oleh Bubu Tika yang merupakan salah satu Duta Kesehatan Mental Dandiah. Sebenarnya sudah lama saya ingin mengikuti event yang diisi oleh Bubu Tika tapi sayang waktunya yang selalu disaat jam kantor. Jadi kemarin suatu rezeki karena acara pas libur kantor yang alhamdulillah tidak ada halangan sehingga saya bisa berada di sana ditemani putri saya yang kedua karena tugas negara yang tidak bisa ditinggalkan menjemput anak sekolah sehingga saya meminta ijin pada panitia untuk membawa serta putri saya.

Disini saya ingin berbagi sedikit tentang hasil kajian kemarin yang pastinya relate sekali dengan kita para ibu yang isi kepalanya selalu berisik, mulai dari urusan domestik hingga urusan "luar negeri". Sebenarnya apa saja sih yang bikin berisik dan bagaimana menghadapi dunia yang berisik ini. Berikut ini rangkuman yang sudah coba saya buat.

Apa saja yang bikin berisik:

  • Komentar orang, seperti yang kita tahu komentar netijen selalu lebih pedas ketimbang cabe setan. Baik itu komentar netijen di dunia maya atau komentar tetangga di dunia nyata. Yang bahaya komentar-komentar itu sering memakan banyak resource pikiran kita.
  • Tsunami informasi, sebenarnya bagus jika kita tahu banyak informasi tapi sesuatu jika berlebihan juga jadinya kurang bagus. Ibarat kita makan makanan yang masuk kemulut baiknya sendok demi sendok lalu kemudian kita cerna begitu juga informasi. Jika informasi yang masuk ke otak datang bertubi-tubi secara bersamaan maka akan kebanjiran informasi seperti air bah yang datang tiba-tiba.
  • Tuntutan sosial, seringkali menuntut kita dengan berbagai macam hal yang sebenarnya tidak harus kita penuhi hanya untuk memuaskan ekspektasi manusia.
  • Kekacauan di rumah, ini jelas sekali jadi sumber keberisikan para ibu-ibu di rumah. Anak-anak yang berteriak-teriak, kondisi rumah yang berantakan dan segala macam tetek bengeknya.
  • Pekerjaan kantor, bagi ibu bekerja entah itu bekerja secara formal di kantor maupun non formal (tidak di kantor) tugas atau beban pekerjaan bisa menjadi salah satu sumber keberisikan yang seringkali terbawa sampai rumah. Untuk itu kita perlu menetapkan boundaries agar pekerjaan kantor tidak menambah keberisikan di rumah
  • Berita negatif, seperti berita bencana alam, kasus kriminal sampai kasus perceraian artis pasti menambah berisik isi kepala kita terlebih bagi si overthingking. Berita-berita negatif bisa menimbulkan gangguan kecemasan tersendiri yang bahkan bisa membuat kita lupa bahwa ada Allah sebaik-baik penolong dan pelindung.
Di era medsos memang tak bisa dipungkiri kita hidup seperti di dua dunia, dunia nyata dan dunia maya. Bahayanya jika kita lebih nyaman dan lebih sering mementingkan persepsi orang di dunia maya ketimbang didunia nyata. Media sosial seharusnya jangan mempengaruhi kita melainkan kita yang mempengaruhi melalui media sosial.

Berikut ini beberapa tips yang dibagikan oleh Bubu Tika:
  1. Puasa Medsos, ini memang penting dan saya sudah merasakan dampaknya. Dulu saya pernah detoks fb sampai satu tahun lebih rasanya bikin lebih nyaman toh dulu kita biasa hidup tanpa medsos.
  2. Audit Medsos, kita tidak wajib memiliki akun disemua platform media sosial cukup pilih sesuai kebutuhan saja.
  3. Memilih satu model, tidak harus semua model kita pelajari. Misal model parenting, dari sekian banyak model parenting maka cukup pilih satu tapi betul-betul dipelajari tidak usah semua dipelajari tapi akhirnya membuat kita bingung.
  4. Lihat anak, bukan layar. Apa yang ada di media sosial belum tentu sama persis dengan yang ada di dunia nyata. Jangan langsung menjudge kondisi anak kita hanya berdasarkan info yang ada di media sosial.
  5. Tanya Allah dulu AI kemudian. AI memang sudah menjadi budaya di era sekarang hampir banyak lini kehidupan bisa diambil alih oleh AI. Namun kita harus ingat bahwa kita masih punya Allah SWT sebaik-baik penolong dan pelindung yang tak akan pernah bisa tergantikan oleh AI. Jadi jika ada permasalahan hidup yang sedang kita hadapi maka mintalah petunjuk pada Allah SWT bukan pada AI.
  6. Rileks dan optimis, yakinlah setiap anak terlahir dengan membawa fitrah terbaik dan dipertemukan dengan orang tua terbaiknya. Jika ibarat perangkat komputer bagaimanapun kondisi anak kita, Allah paling tahu bahwa kitalah orang tua yang paling kompatible.
  7. Mohon kebaikan pada Qolbu. Jangan pernah berhenti untuk memohon ketenangan hati dan kesucian jiwa.
  8. Memohon agar senantiasa besyukur. Bahkan seorang Nabi Sulaiman yang tidak pernah kekurangan apapun selalu berdoa agar diberi ilham untuk bersyukur atas nikmat Allah, mengerjakan amal saleh yang diridai dan dimasukan ke dalam golongan hamba-Nya yang saleh.
Dunia adalah tempat berlelah-lelah dan permainan yang melalaikan, jika ingin beristirahat adalah nanti saat kita bisa masuk ke surga-Nya Allah. Niatkan setiap keinginan di dunia untuk tujuan akhirat agar kita tidak terlenakan oleh dunia yang tidak akan pernah bisa memuaskan nafsu manusia.

Dunia tidak akan berhenti berisik tapi kita bisa mengatur mana-mana yang berhak mengusik pikiran kita, semoga kita tetap menjadi ibu yang paling asyik untuk anak-anak kita.💖😘

Jumat, 12 Desember 2025

Menemukan Kedamaian (di Usia Matang ) Part-2 end

 

    

Sesuai janji saya di catatan sebelumnya, dicatatan kali ini akan dijelaskan langkah-langkah bagaimana kita memaafkan. Berikut ini ada enam tahap pemaafan yang bisa kita lakukan:

  1. Mengakui, mengakui bahwa kita pernah kecewa, kita pernah terluka, kita pernah merasa tersakiti tapi kita yakin bahwa kita bisa sembuh. Mengakui bahwa kita pernah terluka bukanlah merupakan kelemahan melainkan sebuah keberanian. Berani jujur pada diri sendiri bahwa ada luka yang kita miliki tapi kita inginmenyembuhkan luka itu.
  2. Menyadari, menyadari emosi yang kita rasakan. Kita merasa marah, sedih, kecewa dan aneka emosi negatif lainnya itu semua manusiawi. Dengan berusaha menyadari emosi yang kita rasakan kita belajar memahami diri sendiri tanpa menyalahkan diri sendiri. Biarkan diri kita merasakan emosi-emosi itu rasa sakitnya, rasa sedihnya, rasa kecewanya. Jangan menghindar dan berkata seolah kita tidak apa-apa.
  3. Menerima, menerima disini bukan membenarkan melainkan mengakui realitas dan membuka ketenangan batin. Kita tidak bisa mengubah masa lalu tapi kita masih bisa mengubah cara pandang kita terhadap masa lalu tersebut. Kita tidak membenarkan ataupun menormalisasi semua tindakan yang menyebabkan luka tersebut tapi kita berusaha menerima rasa yang ditimbulkan sepahit apapun itu.
  4. Mengalirkan, bagaimana kita mengalirkan emosi yang kita rasakan dengan sehat. Banyak cara yang bisa ditempuh antara lain yang sudah sering saya lakukan selama ini yaitu dengan menulis atau istilah yang sedang tren yaitu journaling. Bisa juga dengancurhat pada orang yang bisa dipercaya, ini harus benar-benardiperhatikan jangan sampai kita bercerita pada orang yang salah yang justru bisa memperparah emosi bukan mengalirkan emosi. Berdoa dan bermunajat, sebagai seorang muslim kita bisa manfaatkan sholat malam minimal sholat lima waktu untuk benar-benar bermunajat kepada Allah SWT pemilik atas segala takdir yang terjadi di muka bumi. Bahwa semua peristiwa yang terjadi semuanya sudah atas kehendak dan ijin-Nya. Dengan kata lain Allah menurunkan ujian itu, membiarkan kita merasakan luka itu karena Allah yakin kita mampu jadi kitapun harus yakin bahwa kita bisa melewati semua ujian itu. Biarkan semua emosi yang sedang kita rasakan mengalir untuk membersihkan hati.
  5. Memaafkan, dengan ini kita memutuskan secara sadar untuk melepaskan dendam. Kita memaafkan bukan berarti kita kalah melainkan memilih bebas dari masa lalu. Camkan dalam hati "Aku memilih damai bukan dendam, aku memilih bebas bukan luka". Maafkan semua yang pernah membuat kita terluka bukan untuk mereka tapi untuk kebaikan diri kita. 
  6. Menemukan cahaya, cahaya muncul saat hati lapang dan penuh kedamaian. Saya pribadi yakin bahwa setiap luka menyimpan pelajaran tentang kekuatan, cinta, kasih dan makna spiritual. Tidak ada satupun peristiwa yang terjadi melainkan ada maksud Tuhan yang ingin disampaikan. Seperti dalam Surat Al-Baqarah ayat 286 bahwa Allah tidak menguji hamba-Nya di luar kesanggupan, jadi seperih apapun luka itu seberat apapun ujian itu kita pasti sanggup dan bisa melaluinya.
Kembali lagi seperti yang saya katakan pada catatan sebalumnya bahwa memafkan bukan tujuan instan melainkan sebuah perjalan "long journey" menuju sebuah penerimaan seutuhnya dan itu adalah salah satu bentuk "self love" rasa kasih untuk diri sendiri. Siapa lagi yang akan mencintai diri kita kalau bukan kita sendiri. Jangan siksa dan rusak diri kita dengan menggenggam dan menyimpan luka seumur hidup kita. Selamat memaafkan, selamat menyayangi diri kita dan selamat memukan cahaya dibalik luka💖💖💖

Senin, 08 Desember 2025

Menemukan Kedamaian (di Usia Matang) - Part 1

Menjelang akhir tahun, menuju kepala empat pastinya banyak sekali peristiwa yang sudah kulalui. Entah sudah berapa banyak luka yang telah menggores hati ini aku tak bisa menghitungnya. Bukannya mau menyimpan dendam tapi nyatanya bekas luka itu tak bisa begitu saja terhapus, nyatanya episode menyakitkan itu masih jelas terlintas dalam ingatan. Namun aku sadar bahwa semua orang pasti punya luka dan aku tak mau menghabiskan sisa waktuku untuk menyimpan semua luka itu. Aku sadar di usia yang semakin matang aku harus bisa meregulasi emosiku, aku harus lebih bisa berdamai dengan keadaan semenyakitkan apapun itu, aku harus lebih menyayangi diriku dengan tidak merusaknya dengan hal-hal negatif. Akupun memutuskan untuk memaafkan semua yang pernah membuatku terluka

Mengapa harus memaafkan?

Setiap orang pasti pernah punya luka dalam hidupnya tetapi dengan memaafkan bisa membantu menata hati agar hidup dimasa kini terasa lebih ringan dan bermakna. Semakin matang usia memang seharusnya kita semakin paham bahwa memaafkan adalah jalan menuju kedamaian. Menerima membuka ruang agar hati tidak lagi dipenuhi penolakan dan amarah, penerimaan membawa ketenangan batin. Memaafkan berarti kita memilih damai bukan dendam dan memilih bebas dari beban masa lalu bukan terikat luka masa lalu.

Bagaimana cara kita memaafkan?

Dalam terapi memaafkan yang pernah saya ikuti ada beberapa tahap yang bisa kita lakukan untuk bisa memaafkan, yaitu:

  1. Mengakui (saya pernah terluka)
  2. Menyadari (emosi yang dirasakan)
  3. Menerima (bukan membenarkan)
  4. Mengalirkan (emosi dengan sehat)
  5. Memaafkan
  6. Menemukan Cahaya

Memaafkan bukan tujuan instan melainkan sebuah perjalanan menuju penerimaan dan itu merupakan salah satu bentuk self love. Ditulisan selanjutnya nanti kita bahas satu persatu tahapan di atas. Mari kita terus berproses dan bertumbuh bersama menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Januari 2026 ( Yuks Mulai Lagi!)

  Apa kabar diriku? Nggak terasa sudah 2026 ya, atau terasa banget perjalanan 2025 kemarin? Gimana berat atau kata anak sekarang "b aja...