Rabu, 29 Oktober 2014

Kembali Kepada Niat (Bismillah, atas ijin Allah...)

Awalnya catatan ini ingin ku kirim ke sebuah majalah namun setelah ditimbang-timbang maka kuurungkan niat itu dan ku posting deh di blog ini.

Cerita ini diawali dengan sebuah kesimpulan yaitu "akhirnya semua kembali pada niat..." niatanku yang ingin segera menyelesaikan skripsiku.

Lulus kuliah (Diploma III) aku memang memutuskan ingin bekerja dulu, tidak seperti beberapa teman dekatku yang memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang S1. Alasannya memang ga elit sama sekali tapi jujur aku kok merasa 'cape' dan ingin rehat sejenak. Orang bilang sih kalau sudah kerja pasti ga pengen sekolah lagi udah keenakan sih, okelah kita lihat nanti!

Tahun 2009 aku resmi bekerja sebagai PNS di Kab.Tegal dan hengkang dari sebuah IT Consultant di Bandung. Memang bukan hal yang mudah buatku, berat rasanya meninggalkan Bandung namun demi bakti kepada orang tua walau dengan berat hati akhirnya kubuka lembaran baru kembali ke kampung halaman. Dan yang setelah coba kuhitung kembali terlalu banyak hikmah dan nikmat yang ingin diberikan-Nya padaku lewat keputusan berat ini. Lain kali coba aku baut catatan lagi...

Tahun 2012 aku resmi menyandang gelar sebagai istri.dan ditahun itu pula aku juga memutuskan untuk melanjutkan kuliah ke jenjang S1 sesuai janjiku pada kedua orang tuaku. Meski sempat agak terganjal karena dua bulan setelah menikah aku dinyatakan positif hamil. Namun dengan bismillah dan atas ijin Allah semuanya kau jalani bersama, jadi seorang istri, ibu rumah tangga, seorang anak, wanita karir, mahasiswa dan juga calon ibu, beneran multitasking. Alhamdulillah meski sempat mual-mual selama satu bulan semuanya dapat terlewati dan calon buah hati kamilah yang jadi penyemangatku dalam melanjutkan study.

Tahun 2013 tepat sehari setelah registrasi ulang semester ganjil putriku lahir, tepatnya 7 Februari 2014 maju satu minggu dari perkiraan (syukurlah jadi ga lahir di tanggal 14). Sebagaimana ibu baru semua waktu dan perhatianku tersita hanya pada peri kecilku apalagi aku belum ada pengasuh yang membantu jadi total semua kukerjakan sendiri  meski banyak yang khawatir karena proses persalinan SC yang katanya jangan banyak bergerak dululah...inilah....itulah...tapi lagi-lagi bismillah atas ijin Allah semuanya bisa kulakukan dan enjoy aja tuh! :)

Meski berat satu bulan setelah melahirkan aku memaksa diri ingin segera menyelesaikan skripsiku agar waktuku tidak tersita lagi dan bisa mengurus sikecil sepenuhnya. Dan lagi Bismillah atas ijin Allah baru satu bulan setelah operasi SC dan belum genap 40 hari aku dah mulai bolak-balik ke kampus lagi mengurus pengajuan proposal skripsiku. Mendekati masa cuti berakhir aku mulai berpikir mencari pengasuh yang bisa membantuku menjaga sikecil walau ada ibu mertuaku dirumah tapi tetap saja aku ga enak. Selain menjaga si kecil jika ada pengasuh aku pikir bisa lebih konsen mengerjakan skripsi jadi bisa lebih cepat selesai. Alhamdulillah tak terlalu sulit saat itu mendapatkan pengasuh yang ternyata cuma bertahan 9 bulan dan sejak saat itu 4 kali aku gonta ganti pembantu yang semuanya paling lama hanya dua bulan, entah apa kata orang mungkin dikiranya aku galak jadi pada ga betah padahal kan ga begitu :( Skripsiku berhenti di proposal dan terbengkalai begitu saja walau kemarin-kemarin ada pengasuh tapi tetap saja tidak sempat mengerjakannya. Semangatku hampir putus sampai waktu menyadarkanku "Heloooo mau berhenti disini?! Semangat! tinggal selangkah lagi, sayang waktu terbuang sia-sia. Kalao sudah selesai kan bisa punya lebih banyak waktu dengan anak"  Alhamdulillah masih ada orang tua dan teman-teman yang tak bosan mengingatkanku dan tentunya suami yang selalu mengingatkanku dengan caranya sendiri yang membuatku jadi terpacu.

Tahun 2014 awal bulan puasa aku niatkan untuk kembali membuka file-file skripsiku yang sudah kutinggalkan lebih dari setengah tahun. Disela-sela pekerjaan yang tidak terlalu overload aku manfaatkan untuk mulai menyicil skripsiku. Kembali bertemu dengan dosen pembimbing dan dosen wali yang ikut memberi masukan dan semangat. Untuk sementara jika aku bekerja terpaksa harus merepotkan ibu mertua dan juga orang tuaku yang dengan senang hati bergantian menjaga putriki, pekerjaan rumah aku handle sore setelah pulang kantor hingga malam setelah anakku tidur. Sebelum tidur aku coba rutinkan sejenak membuka kembali skripsiku, prinsipku walu sebentar tapi setiap harinya rutin aku buka dan harus terus ada kemajuan. Setelah lebaran pihak kampus memberi WARNING batas waktu skripsi sudah sebentar lagi. Wow! Walau sempat beberapa kali tepar karena kelelahan tapi alhamdulillah kurang lebih tiga bulan aku berhasil 'ngebut'.
Dan tanggal 27 September 2014 kemarin aku resmi diwisuda dan menyandang gelar S.Kom

Bagiku bukan gelar apa yang kini telah aku dapatkan tapi proses yang harus kulalui itu justru yang lebih berharga. Alasan "lagi ga punya rewang jadi ga sempet ngerjain" ternyata bukan alasan pantas diterima karena pada kenyataannya aku bisa menyelesaikan skripsiku justru disaat aku tidak lagi memiliki rewang/ pengasuh. Jadi semuanya dikembalikan pada niat kita, mau punya 10 pengasuh/ rewang kalau memang ga niat ngerjain skripsinya ya ga akan selesai. Satu lagi pelajaran yang ingin aku bagi saat kemarin mengerjakan skripsi bagaimanapun hasilnya akan jauh lebih baik jika itu hasil karya atau kerja keras kita sendiri. Tak sedikit orang yang bilang "ngapain susah-susah toh udah kerja, tinggal suruh orang aja nyelesein skripsinya" NO! Maaf bukan mau sok idealis tapi satu alasanku mau bersusah-susah karena aku malu pada anakku nanti, apa kata anakku nanti kalau tahu ibunya cuma nyuruh orang buat ngerjain skripsi dan bagaimana nanti aku memberi contoh dan semangat pada anakku nanti saat dia sedang berjuang juga menyelesaikan skripsinya.

Terima kasih untuk semua yang telah berkontribusi dalam mensukseskan pengerjaan skripsiku, semoga ilmu ini bisa bermanfaat tak hanya di dunia namun setelah kita kembali kekampung akhirat nanti. Aamiin

*Just want to share it
:)


Get Well Soon My Sweety

  Ini adalah catatan pertamaku di tahun 2022, catatan pertama yang diawali dengan kesedihan. Kesedihan karena tulisan ini aku buat saat seda...