Kamis, 27 Juli 2017

Ini Rezeki Saya (Tak melulu soal materi)

Bismillah...

Lagi-lagi ngeblog karena bete nungguin SAPK yang katanya lagi "maentenis" atau "mantenan" entah sampe kapan yang imbasnya kerjaan kantor jadi terpending hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Okelah kita tinggalkan SAPK dulu dan mari coret-coret sejenak sambil menanti waktu pulang yang kurang beberapa menit lagi. Sebenarnya sudah lama ingin sekali menuliskan hal ini, ide yang sudah cukup sering berseliweran dikepala. Tidak jauh-jauh temanya masih seputar rezeki, tema yang sering diangkat dan ga habis dibahas.

Yakinlah bahwa rezeki tak akan pernah tertukar dan Allah sudah menjamin rezeki setiap mahluknya, percaya deh. Kita saja yang seringkali tidak sadar kalau sudah dicukupkan rezekinya, depenuhi kebutuhannya karena dalam pikiran kita yang namanya rezeki masih seputar MATERI padahal tidak sesempit itu.

Dan bagi saya pribadi yang saat ini masih tinggal bersama mertua dan dekat dengan orang tua, itu juga sebuah rezeki dari Allah bagi saya. Meski ada yang bilang 'kapan mandirinya kalau nempel orang tua terus?' tapi peduli amat toh tidak merugikan mereka juga. Mengapa saya katakan rezeki karena tinggal dekat dengan ortu saya bisa lebih tenang menitipkan anak-anak (meski ada rewang) saat saya harus kekantor. Mau beli rumah sendiri juga memang belum mampu, mau jadi kontraktor masih banyak pertimbangan. Mungkin ini rezeki yang Allah berikan buat saya dan keluarga karena saya belum mampu untuk menggaji pengasuh yang eksklusif menjaga penuh anak-anak dari pagi sampai sore saya pulang kantor dan membereskan semua pekerjaan rumah saya. Saya hanya berusaha mengambil sisi positifnya saja daripada mengambil hati omongan orang yang tidak ada habisnya kalau diikuti.

Buat teman-teman yang mungkin senasib, masih tinggal dengan orang tua atau ikut di pondok mertua indah (heeee....) santai saja ini rezeki kita, ini kesempatan kita. Jangan hanya "numpang urip" dan ngrepotin ortu tapi berusahalah sebisa dan semampu kita untuk menyenangkan mereka tak melulu dengan materi tapi buatlah hati orang tua 'bahagia' sehingga mereka ridho dengan kita dan semoga itu menjadi jalan kemudahan bagi kita untuk bisa kelak hidup diistana sendiri.

Seperti kata kakak Disti yang sudah mulai bilang pengen punya "Rumah Impian" bunda juga pengen sayang, semoga Allah mendengar doa dan melihat usaha kita. Insya allah...



Selasa, 18 Juli 2017

Ngepost lagi...ngepost dulu...Jumpa lagi ^_^

Assalamu'alaikum.... Pa kabar semua?

Huwaaaaa ternyata sudah luama buangetzzz yo diriku tak berbagi tulisan 'dirumah' mungilku ini. Tulisan terakhirku masih seputar si manis Adistia yang sekarang sudah jadi si Kakak lho. Alhamdulillah 7 September 2016 yang lalu diriku resmi bergelar Mahmud (mamah muda) dengan 2 balita. Adistia Azkadina Mufidah dan Rania Azhifa Haidah, dua bidadari kecil yang akan menghiasi hari-hariku dengan senyum, canda, tawa, air mata dan bahagia. Sudah 10 bulan aku menjalani nano-nanonya punya dua balita. Selalu rempong dipagi hari terlebih saat khadimat tidak ada, namun someday aku pasti bakal kangen masa-masa ini.

Mulai 17 Juli 2017 kemarin si Kakak resmi jadi anak sekolahan, akhirnya jadi juga sekolah TK. Awal sekolah yang sempat aku khawatirkan alhamdulillah tidak terjadi semuanya masih aman terkendali. Ga ada insiden menangis mau ditinggal kekantor dan mogok ga mau sekolah, si Kakak justru antusias sekali dan bilang "bun, besok sekolah lagi ya".

Sembari nunggu aplikasi SAPK yang lemodddddd bingitzzzzz daripada gondok sendiri mending mengunjungi rumahku yang lama sepi. Semoga kedepan bisa berbagi lagi dengan lebih banyak cerita, yang mungkin ga penting sih bagi kalian tapi bagiku inilah sejarahku kelak yang mungkin bisa dinikmati oleh anak cucuku nanti dan mereka tahu bahwa aku ada. :)










Get Well Soon My Sweety

  Ini adalah catatan pertamaku di tahun 2022, catatan pertama yang diawali dengan kesedihan. Kesedihan karena tulisan ini aku buat saat seda...