Selasa, 29 Desember 2015

Loooooooooongggggggg Weekend, 4 hari bersama Disti

Alhamdulillah, pekan kemarin sempat merasakan long weekend yang lumayan panjang. Libur 4 hari yang cukup berarti buatku pribadi dan tentunya untuk putri kecilku. Melihat di medsos dan BBM memang sebagain besar mengisi liburan dengan bertamasya ke tempat-tempat wisata. Namun aku pribadi memilih liburan yang lain bersama Disti tentunya, walau kita ga piknik kemana-mana tapi tetap asyik ya sayang....

Lihat Kelinci di RBA

Bantuin Bunda Beres-beres buku di RBA

Nunggu hujan re di Masjid Agung Slawi

Hari pertama, aku sudah membuat agenda dengan beberapa teman-teman relawan RBA Tegal untuk membereskan dan menata ulang buku-buku di rumah baca RBA yang ternyata banyak juga. Antara sedih dan senang buku-buku yang ada di rak sudah banyak yang kumal itu tanda sering dibaca. Walau sampai saat ini kami hanya buka dua kali dalam sepekan yaitu hari Jum'at dan Sabtu namun antusias anak-anak untuk datang ke RBA masih cukup besar. Disti yang memang senang dengan kesibukan juga turut ambil bagian membantu menata buku di rak dan mengambilkan buku yang akan dilabeli. Disti juga senang karena di RBA juga ada kelinci dan kucing persia yang kata Disti "Nda, kucingnya lucu gendut cantik". Dari pukul 9 pagi kami terpaksa mengakhiri kegiatan hari itu pukul 3 karena cuaca yang mulai tampak mendung. Tak mau langsung pulang Disti minta jalan-jalan ke Masjid Agung katanya "sholat dulu nda". Sampai di Masjid Agung Slawi ternyata pas sekali adzan ashar, lanjut kami berdua sholat berjamaah dengan jamaah lain yang kebetulan hari itu cukup ramai. Selesai sholat Disti minta foto-foto tapi eh ternyata hujan datang tiba-tiba. Akhirnya satu jam lebih kami berteduh di teras masjid, untung saja masih ramai orang-orang. Hujan tak kunjung berhenti, aku yang khawatir bagaimana kami pulang nanti jika hujan tak kunjung reda sedangkan Disti asyik saja berjalan-jalan di teras masjid dengan riang. Alhamdulillah sekitar jam 5 hujan agak reda, aku langsung berlari ke parkiran mengambil jas hujan dan helm untuk Disti. Dan hari itu tercapai juga kenginginan Disti untuk pake jas hujan barunya walau akhirnya dia tertidur dijalan karena lelah dan memeng belum tidur siang.

Jemurin buku yang habis kehujanan kemarin

Ayo susun yang tinggi

Kamar baru dede 

Hari kedua, aku memang sudah mengagendakan untuk silturahmi ke beberapa teman ya walau hasilnya nihil semua karena sedang pada liburan tapi tak apalah yang penting sudah diniatkan untuk silaturahmi. Dilanjut memenuhi keinginan Disti yang pengen punya kamar sendiri seperti kamar Diva. Kami berdua bergotong royong menyulap ruang kecil dibelakang lemari bufet menjadi kamar kecil untuk Disti dan betapa senangnya wajah kecilku melihat kamarnya walau bukan kamar betulan. Kita sama-sama berdoa ya nak semoga ayah bunda diberi rizki untuk bisa punya rumah sendiri, aamiinnn
Sorenya dilanjut lagi ke RBA untuk menyelesaiakan beberapa buku yang belum diberi label dan lanjut deh foto-foto di Masjid Agung dan tugu teh poci. Kata Disti "Dede ceneng nda" alhamdulillah....
Narsis di Masjid Agung


Narsis di Tugu Poci



Hasil karya Chef Disti

Hari ketiga kami memutuskan untuk dirumah saja dan waktunya cooking class dengan resep sederhana yang aku dapat dari facebook. Kue kentang goreng yanag dibentuk smile dan Disti suka banget. Walau kata ayah rasanya ga asin ga manis tapi yang penting Disti suka. DAn akhirnya ayah dan eyang juga ikut makan kok. Buatku sendiri yang penting bagaimana proses membuatnya yang buat Disti itu sangat menyenangkan. Awalnya aku mau mengajak Disti membuat Playdough tapi karena aku bilang itu ga bisa dimakan makanya Disti ga mau dan ngajak bikin kue aja. Malamnya kami diajak ayah ke Taman Rakyat deh dan senangnya Disti kalau sudah naik odong-odong di "aun-aun".

Serius nonton TV di rumah Mbah (dirumah ga ada TV sih)

Hari keempat dan hari terakhir, kita kerumah mbah yang memang kebetukan sepi ditinggal ke Cirebon. Aku memang dititipi untuk menjaga dan membersihkan rumah mbah dan baru sempat dihari libur terakhir ini deh.

Sebenarnya kita diajak mbah ke Cirebon tapi kasihan ninggalin ayah lama-lama karena memang ayah sedang sibuk mengurus lahan yang ga bisa ditinggal. Walau liburan tidak piknik ke tempat wisata tapi yang penting adalah kualitas liburan itu tetap ada bersama putri kecilku dan mumpung liburan puas-puasin deh slonjor dirumah, abaikan sejenak tumpukan pakaian kotor dan piring kotor di belakang. Selama Disti masih melek ya aku usahakan untuk bermain dengan Disti apalagi waktu sehari ayahnya dirumah Disti tampak bahagia sekali. Maafkan kami sayang yang sudah banyak mencuri waktu kebersamaan kita. Nanti kalau bunda libur lagi dan ada rejeki kita main-main lagi ke jogja mall dan alun-alun trasa (dua tempat favorit Disti).

Kamis, 17 Desember 2015

Maafkan Bunda Sayang...


Hufttttt *Take a deep breath


Seperti orang berlari rasanya ingin berhenti sejenak dan menghela nafas panjang. Sudah hampir dua bulan ini workload dikantor memang sedang tinggi dan sudah hampir dua bulan ini aku juga harus lembur, biasanya jam 4 aku sudah bisa ada dirumah kini tak jarang hingga maghrib aku baru bisa menjemput Disti dirumah mbahnya. Hari Sabtu yang biasanya libur kini aku juga harus tetap berangkat untuk menyelesaikan pekerjaan dikantor.

Dan imbasnya akupun menuai protes dari putri kecilku. Hari Sabtu dimana biasanya kita menghabiskan waktu seharian bersama walau sekedar guling-guling dikasur, kini hari Sabtu dia harus kembali aku titipkan dirumah mbah. Disti jadi mogok makan dan manjanya minta ampun, kalau aku dirumah dia maunya bunda selalu always disisinya nggak boleh ngapa-ngapain. Aku menyadari sikapnya itu wajar, dia menuntut perhatian dan waktuku bersamanya yang jika dihitung memang sangat sedikit sekali. Pagi hari jam 7 Disti sudah aku antar kerumah mbahnya dan maghrib baru aku jemput, jadi tuntas waktu kebersamaan kita kurang lebih cuma 5 jam. Dua jam sebelum aku kekantor itupun disambi menemaniku memasak dan beberes segala keperluan dipagi hari dan 3 jam sebelum Disti tidur. Maafkan bunda sayang...

Akhirnya untuk menjawab protes putri kecilku beberapa hari ini setiap istirahat siang aku usahakan untuk bisa pulang kerumah sekedar menyuapinya dan langsung kembali ke kantor. Hari Sabtu sebelum berangkat aku mengajak Disti jalan-jalan dulu atau seperti minggu kemarin akhirnya Disti ikut menemaniku lembur di kantor karena mbahnya sedang ada acara. Tapi waktu dijemput mbahnya untuk pulang eh malah mogok mintanya pulang sama bunda saja pake jas hujan. Alhasil pulang lembur disti 'kubungkus' dengan jaket dan kugendong sambil dibungkus jas hujan menerabas hujan, sampe dirumah ternyata sudah merem aja digendonganku. Maafkan bunda sayang...

Adistia Azkadina Mufidah yang kini mintanya di panggil dede Mufidah ternyata sudah besar dan makin pintar saja dibalik badannya yang kecil mungil. Bunda kadang sering 'kelabakan' kalau sudah 'bernegosiasi' denganmu. Sebentar lagi usiamu mengainjak tiga tahun dan alhamdulillah dirimu sudah terbiasa mandiri. Sudah pintar makan sendiri, pake baju sendiri, pake sepatu sendiri bahkan sudah bisa membantu bunda mengerjakan pekerjaan rumah. Sebelum tidur bunda senang mendengarmu bercerita tentang aktivitasmu seharian bersama mbah. Kata-katamu dan pemikiranmu seringkali diluar yang ayah dan bunda perkirakan. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, sehat selalu sayang semoga kamu menjadi anak yang salihah dan menjadi amalan ayah dan bunda yang tak terputus saat kami sudah menghadap-Nya. Aamiin.

*) Catatan siang sembari menikmati bekal makan siang

Get Well Soon My Sweety

  Ini adalah catatan pertamaku di tahun 2022, catatan pertama yang diawali dengan kesedihan. Kesedihan karena tulisan ini aku buat saat seda...