Kamis, 16 Juli 2020

Menggali Mimpi yang Terkubur (Semangat Kakak!)

Seperti biasa ditengah SAPK yang tiba-tiba lola (loading lama) jadilah kita close dulu dan geser ke jendela sebelah bermain kata.

Sudah beberapa hari ini aku memang sedang terserang candu, masih nyambung dari postingan sebelumnya aku memang lagi terkena candu chanelnya bung Fiersa. Yup! Fiersa Besari sepertinya sudah membuatku kecanduan dan semoga kecanduan yang positif. Berawal dari nonton Jejak Rasa dari Eiger Adventure entah bagaimana akhirnya aku terus menyusuri jejak bung fiersa di chanel youtube.

Melihat #SebuahJurnal rasanya seperti ikut bertualang mendaki gunung menyusuri lembah (kaya ninja hatori ya). Pokoknya nonton chanel bung Fiersa aku seperti terhipnotis dan ikut larut didalamnya. Diiringi narasi dan obrolan-obrolan santai tapi penuh makna membuat kita tak hanya disuguhi pemandangan alam dan petualangan yang indah namun juga kita seperti diajak memaknai hidup dan menerima diri kita apa adanya. Karena sejatinya setiap orang punya caranya masing-masing untuk memaknai hidup ini.

Dan dari sinilah aku kembali menemukan mimpiku yang mungkin telah lama terkubur dalam kotak angan-angan dan saat ini kembali berusaha untuk kugali lagi dan kubuka lagi kotaknya dan mimpi itu akan kembali aku pasang 5cm dedepanku (siapa hayo pencinta 5cm???). Mimpiku untuk bisa kembali bertualang, mimpiki untuk bisa melahirkan buku (berbagi makna lewat kata), mimpiku mempunyai toko kue. Untuk mimpi yang terakhir sepertinya Allah titipkan juga pada putri pertamaku yang juga pengen sekali bundanya jualan kue dan bikin toko kue saja, semoga kita bisa sama-sama mewujudkan mimpi itu.

Aku yang dulu memang pengen banget bisa naik gunung tapi ga pernah kesampaian karena terhalang restu ibu, cukup bersyukur menemukan chanel ini yang seolah bisa mewakili cita-cita lamaku. Aku juga jadi teringat jaman kuliah dulu yang kerap kali mengikuti kegiatan outbond (ga bisa naik gunung setidaknya mendaki bukit pun jadi). Beberapa kali jadi tim perintis yang harus datang dahuluan mendirikan tenda dan babat alas, beberapa kali ikut survey lokasi dan harus susur sungai sampai setengah harian untuk mecari tracking untuk acara outbond mahasiswa baru, pernah juga tersesat di hutan malam hari mungkin karena terbersit rasa sombong di hati bahwa kita sudah hapal jalannya (makanya jangan pernah sombong). dan aneka pengalaman menarik selama mengikuti outbond dulu.




hanya dapat 2 foto dari facebook itupun karena ditag oleh seorang teman. Sekarang aku lagi coba bongkar-bongkar hardisk lama semoga foto-foto itu masih bisa diselamatkan dan akan aku abadikan di blog ini sebagai kenang-kenangan kalau aku dulu juga pernah bertualang. Dan berharap someday bisa camping lagi bareng suami dan anak-anak.

Dan satu lagi efek setelah nonton jejak rasa dan chenel bung Fiersa, aku lagi coba ngumpulin kembali catatan-catatan kecilku sejak tahun 2008 dulu dan semoga bisa menjadi sebuah buku solo karyaku sendiri sebagai catatan sejarah yang mengabadikan kisahku. Semangat!!!

Jumat, 10 Juli 2020

Sekali Lagi Bunda Belajar Darimu (Guru Kecilku)

Jum'at 10 Juli 2020

Ditemani bekal nasi kotak, secangkir susu jahe dan beberapa potong jintul goreng yang kubawa dari rumah, rasanya jemari ini sudah rindu untuk bertutur.

Sekali lagi aku diingatkan jangan terlalu sering memandang menggunakan kacamata negatif agar mata, hati, dan pikiran pun tak terlalu lelah. Sebagai orang tua kuakui masih terlalu sering memandang dengan kacamata negatif khususnya pada putri sulungku (maafkan bunda sayang...)

Beberapa hari yang lalu tiba-tiba hpku berbunyi, ada panggilan dari ibuku. Dan cerita  sederhana itu pun mengalir dari mulut ibuku merayap melalui telingaku dan akhirnya mengendap di hatiku membawa haru yang nyaris membuat mataku berkabut.

Malam harinnya aku pun sengaja menanyakan langsung pada putriku Disti.
" Kakak tadi siang beneran pulang kerumah eyang cuma mau ambil jemuran?"
" Bener, soalnya langitnya mendung banget bun"
" Tapi kalau mau pergi bilang-bilang, kan uti nyariin. Terus bunda kan ga nyuruh kakak ambilin jemuran kan tinggi nanti kalau jatuh giman coba...?"
" Aku udah bilang kok sama atung, terus aku langsung lari aja"
" Ooo, makasih ya sayang" lalu kukecup keningnya.

Pagi itu sebelum ke kantor aku memang menjemur beberapa pakaian yang sudah kucuci dari semalam. Karena kupikir cuaca agak mendung dan rumah seringkali kosong maka kuputuskan untuk meletakan rak jemuran di teras untuk menjemur pakaian-pakaian besar dan hanya jemuran gantung yang aku letakkan ditempat biasa berharap pakaian anak-anak yang kecil bisa cepat kering untuk disetrika nanti malam. Sebelum berangkat aku titip pesan pada suami untuk meminggirkan jemuran gantung jika hujan atau jika ayah akan berangkat. Namun ternyata pesan itu justru sampai pada Disti putri kecilku.

Membayangkan bagaimana caranya menggapai jemuran-jemuran kecil dengan tubuh kecilnya karena jemuran itu cukup tinggi aku gantungkan disamping teras. Saat aku pulang kulihat masih ada bekas bangku kayu dibawah jemuran itu, bagaimana kalau dia jatuh dan tidak ada yang tahu karena rumah dalam keadaan sepi. Membayangkan dia membawa gulungan pakaian yang dipegangnya erat-erat didadanya sambil berjalan tergesa ke rumah mbahnya kareana takut hujan akan mendahuluinya, mungkin jika ada orang yang melihat bisa jadi akan berpikiran ini anak apa habis diusir.

Diusianya yang menginjak 7 tahun, di balik sifat perasa dan cemburunya dan dibalik sifatnya yang seringkali bikin bunda kesal (karena tidak cukup sekali bunda harus "berteriak" untuk bisa meminta bantuanmu) ternyata dia juga bisa memiliki rasa tanggungjawab atas kesadaran diri sendiri. Meski peristiwa ini terlihat sepele tapi bagiku memiliki makna yang dalam dan kembali menyentak batinku agar memandangmu lebih dekat dan lebih dalam lagi. Seolah kau ingin berkata bahwa aku tak semenjengkelkan yang bunda rasa, aku pun bisa diandalkan seperti yang bunda minta tanpa harus banyak kata. Namun bibir kecilmu yang seringkali bungkam jika bunda bertanya telah menyimpan semuanya di tempat terdalam di hatimu. Membuat bunda mengukir prasangka sepihak tanpa tahu isi hatimu.

Terima kasih sayang, sekali lagi bunda belajar darimu guru kecilku.


*)Merenung disela-sela pekerjaan akhir pekan.

Get Well Soon My Sweety

  Ini adalah catatan pertamaku di tahun 2022, catatan pertama yang diawali dengan kesedihan. Kesedihan karena tulisan ini aku buat saat seda...