Selasa, 10 Maret 2015

Ini Kehendak-Mu (kado ulang tahunku)


Belum lama ini aku kembali diingatkan oleh Allah SWT bahwa manusia hanya bisa berencana dan sepenuhnya hanya Allah yang menentukan.

Siang itu seperti biasa hari Sabtu setelah selesai melakukan pekerjaan rumah aku dan Disti main ke rumah mbah (orang tuaku) karena dirumah juga sepi dan jarak dari rumah kami juga sangat dekat. Planning hari itu ingin membuat kue bersama Ate Eni (panggilan Disti pada adikku). Namun ternyata samapi disna hanya ada mbah atung yang sedang mencuci mobil, mbah uti sedang mengantar ate perpanjang SIM dan sekalian ke Tegal untuk beli tiket travel pulang ke Bandung. Aku lupa tepatnya jam berapa yang pasti saat itu rasanya tulang ini seperti dilolosi saat mendengar kabar bahwa mbah Uti dan ate mengalami kecelakaan di daerah Debong dan yang lebih sedih ternyata lutut sebelah kanan mbah uti patah dan harus dioperasi, lemes deh... Aku yang sedang membuat kue bersama Disti langsung ga konsen dan berusaha terus memantau perkembangan mbah Uti. Masih bersyukur bahwa ate masih baik-baik saja hanya memar-memar.

Kurang lebih delapan hari Mbah Uti Harus dirawat di RSI PKU Muhammadiyah Singkil karena mbah uti nggak bisa langsung dioperasi menunggu tensi dan kadar gula darah normal. Alhamdulillah hari minggu kemarin mbah Uti sudah bisa kembali kerumah dan tinggal latihan untuk bisa berjalan normal kembali. Untuk sementara mobilitas mbah Uti memang terbatas dan ini menjadi tugas dan tanggung jawab kami untuk merawat Mbah Uti, bersama Bapak dan adikku kami saling menguatkan demi memberi semangat juga untuk Mbah Uti bahwa jika Allah mengijinkan pasti bisa pulih seperti sediakala.

Beruntung pula aku memiliki anak yang nurut (makasih Disti sayang) dan suami yang mau mengerti kondisiku saat ini sehingga aku bisa merawat ibuku. Mungkin untuk sementara waktu aku akan lebih sering tinggal dirumah orang tuaku namun sebiasa mungkin tak meninggalkan tugas dan kewajibanku sebagai istri dan ibu. Alhamdulillah lagi sekarang udah ada Bude Inah yang mau membantu dirumah orang tuaku jadi aku bisa tetap kekantor dengan tenang karena selam ibu durumah sakit kemarin aku nggak bisa fokus dikantor. Terima kasih atas pengertian teman-teman dikantor yang mau membantu menghandle pekerjaanku selama aku ijin beberapa hari.

Lama juga nggak online dan ternyata di FB banyak sekali ucapan selamat ulang tahun dari teman dan saudara, jujur aku sendiri sampai lupa ulang tahunku karena khawatir melihat kondisi ibu. Inilah kado'INDAH' di 29 tahun usiaku, Allah ingin kembali mengingatkanku walau dengan cara yang cukup membuat hati ini menangis. Allah ingin kami dan khususnya aku lebih dekat lagi pada-Nya, semoga aku pribadi bisa mengambil hikmah/ pelajaran dari peristiwa ini.

Semua rencana minimal enam bulan kedepan kini harus dievaluasi ulang, In sya Allah Allah sudah mempersiapkan skenario yang lebih indah. Aamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Get Well Soon My Sweety

  Ini adalah catatan pertamaku di tahun 2022, catatan pertama yang diawali dengan kesedihan. Kesedihan karena tulisan ini aku buat saat seda...