Senin, 16 Februari 2015

Edisi Weaning With Love (Campur Aduk Rasanya)


Beberapa hari ini Disti mengalami perubahan jam, yang biasanya ba'da maghrib sekitar jam 7-8 malam sudah terlelap sekarang bisa sampe jam 10 masih ON dan yang bikin bundanya terkantuk-kantuk Jam 2 malam bangun dan ngajak main masak-masakan atau lainnya. Perubahan ini tentunya berimbas pada aktivitasku juga, biasanya setelah ngeloni Disti ba'da isya aku bisa mengerjakan pekerjaaan rumah yang sudah menunggu dibelakang untuk dibereskan. Cuci piring, cuci/ setrika baju, nyiapan bahan untuk menu besok, dll yang paling lama jam 11-12 sudah bisa kelar. Nah sekarang, tidurnya saja sudah malem kapan dong bunda beres-beresnya??? 

Sedangkan selama masih ON (belum tidur) Disti inginnya bermain bersama Bunda dan memang aku juga berusaha menyelesaikan pekerjaan rumah saat Disti tidur. Bukan apa-apa aku sadar bahwa waktuk efektifku bersamanya memang sangat terbatas yang kalau dihitung-hitung ga nyampe 6 jam (maafkan bunda ya...). Maka dari itu sebisa mungkin aku berusaha memanfaatkan waktu kebersamaan kami apalagi saat aku libur dan bisa lebih lama bersama Disti.

Dan setelah kuperhatikan dan kuamati akhirnya aku sampai pada sebuah kesimpulan bahwa perubahan jam tersebut dimungkinkan karena saat ini Disti sedang melalui masa-masa sulit. Yap! usia Disti sudah genap 2 tahun dan inilah saatnya penyapihan yang mungkin bagi Disti terasa seperti perpisahan. Sebenernya akupun tak tega tapi memang sudah saatnya dan sudah kuniatkan dalam hati bahwa ku ingin menyapihnya dengan BAHAGIA tanpa paksaan. Dan setelah googling dan membaca berbagai artikel tentang Tip menyapih, berikut ini salah satu artikel yang aku dapat dari website 'ayahbunda' dan sedang berusaha aku praktikan.

(Sumber: http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/kelahiran/tips/tips.menyapih.dengan.cinta/001/005/575/1/1)
Kerelaan Anda dan si bayi untuk mengakhiri kegiatan menyusu adalah kunci utama dari menyapih dengan cinta atau weaning with love

Kalau ada anjuran, olesi saja daerah areola Anda dengan buah mengkudu atau obat merah agar bayi tak ingin menyusu, abaikan saran ini. Menyapih anak dengan cara ini sama dengan melakukan kekerasan padanya. Anda mengambil paksa 'kepemilikannya', yang dapat menimbulkan luka batin. Lakukan sepenuh cinta dengan langkah-langkah ini:
  1. Kurangi frekuensi menyusui secara bertahap dimulai pada siang hari. Sebab pada saat inilah waktu yang tepat untuk mengenalkan dia pada sesuatu yang baru, seperti rasa, bentuk dan tekstur pada makanan pendamping ASI (MP-ASI).
  2. Tambah pemberian MP-ASI sebanyak 3-4 kali sehari untuk mengurangi pemberian ASI pada siang hari.
  3. Tetapkan tempat menyusui hanya pada satu tempat, misalnya di kamar. Gunanya agar si kecil tidak meminta susu di sembarang tempat sekaligus mengajaknya untuk belajar mengenal aturan.
  4. Tunjukkan perhatian dan kasih sayang selama proses menyapih, misalnya mendekap, mengusap atau mencium agar anak tahu bahwa Anda tetap menyayangi dia meski Anda sudah tidak menyusuinya lagi.
  5. Bulatkan tekad. Artinya Anda benar-benar siap untuk melepaskan aktivitas ini. Bila Anda ragu-ragu, Anda akan kesulitan sendiri. Keraguan Anda terbaca oleh anak. Alhasil, anak pun tidak rela disapih.
  6. Sapih anak saat ia dalam keadaan sehat, karena dalam keadaan sakit ia akan semakin butuh kelekatan dengan Anda. 
  7. Libatkan suami sebagai orang yang mampu menghibur dan mengalihkan perhatian anak ketika rewel minta ASI.
  8. Berikan penjelasan pada anak mengapa ia harus disapih. Misalnya, “Ayo, kamu sudah besar, sudah tidak perlu lagi menyusu bunda. Makan kue saja yuk. Atau minum susu di cangkir?” Lakukan dengan sabar, lembut dan cinta Anda. Jangan pernah bosan untuk memberikan alasan padanya.
  9. Ganti aktivitas menyusu dengan membaca buku atau mendongeng sebelum tidur. Aktivitas ini tidak jauh berbeda saat Anda menyusuinya bukan?
Ada aturannya? Pernyataan WHO dan UNICEF di Geneva pada tahun 2001, “Tidak ada keharusan anak disapih pada usia 2 tahun. Benar bila ibu menyusui bayi secara eksklusif di enam bulan pertama kehidupannya. Kemudian ASI dapat dilanjutkan secara bersamaan dengan MP-ASI hingga anak berusia 2 tahun. Tapi tidak ada keharusan kapan harus menyapih.” Penelitian Dewey KG, Pediatric Clinics of North American, tahun 2001, ASI masih boleh diberikan pada anak usia 2 tahun karena masih mengandung: 43% protein, 36% kalsium, 75% vitamin A, dan 60% vitamin C.

Semoga artikel diatas bisa jadi referensi buat para bunda yang juga sedang mengalami hal serupa, semoga akupun bisa menyapih Disti dengan CINTA (luv u my little angle)
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Get Well Soon My Sweety

  Ini adalah catatan pertamaku di tahun 2022, catatan pertama yang diawali dengan kesedihan. Kesedihan karena tulisan ini aku buat saat seda...