Rabu, 14 Januari 2015

Untuk para Manajer Keuangan keluarga


Sebagai seorang istri kita harus bisa jadi manager keuangan yang 'hebat' kalau tidak mau 'perusahaan' kita gulung tikar. Berapapun penghasilan rumah tangga kita harus mampu dikelola dengan baik, baik sumbernya berasal dari satu pintu (hanya suami yang bekerja) atau dua pintu (sumai istri bekerja) tetap harus ada pengelolaan yang baik dari sang manager keuangan. Sejak sebelum menikah saya sendiri sudah sering membaca buku maupun artikel mengenai bagaimana mangatur keuangan keluarga dan semuanya memiliki versi yang berbeda dan kita bisa mngadopsinya sesuai kebutuhan. Berikut ini sedikit berbagi saja dari salah satu artikel yang pernah saya baca.

 Mengatur keuangan rumah tangga memang sudah biasa bagi yang mengerti ilmunya. Namun, bagi yang awam finansial, mengatur gaji supaya cukup untuk kebutuhan sebulan dirasa sangat sulit. Berapapun gaji Anda, memiliki kemampuan untuk mengelolanya adalah lebih penting, sehingga kebutuhan Anda tercukupi dan Anda tidak merasa pusing.

Oleh karena itu, ada baiknya Anda menyimak 7 tips mengelola gaji berikut ini, supaya Anda lebih paham dan lebih bijak bagaimana mengelola gaji Anda. Semoga bermanfaat!


1. Patuhi Anggaran Belanja Rumah Tangga
Mengelola keuangan didahului dengan pembuatan anggaran belanja yang jelas. Rencana keuangan ini dapat disesuaikan dengan keadaan masing-masing rumah tangga dan tentunya berapa jumlah gaji Anda. Usahakan, pengeluaran tidak lebih besar dari pendapatan (walaupun pada kenyataanya, seringkali total pengeluaran kita selalu lebih besar dari pemasukan).

Jika sudah membuat anggaran belanja, usahakan untuk mematuhinya. Anda harus berkomitmen untuk mematuhi apa yang sudah Anda susun sendiri, sesuai dengan pos-pos yang telah diibuat.

Menurut Ahmad Ghozali, alokasi dana untuk “menghabiskan” gaji secara ringkas adalah sebagai berikut:

    Zakat, infaq dan sedekah 2,5% hingga 10%
    Melunasi/cicilan hutang maksimal 30%
    Saving, investasi, asuransi 10%
    Sisanya 50-70% (jika hutang Anda sedikit) bisa Anda habiskan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

2. Pisahkan Rekening Belanja dan Tabungan
Minimal, bukalah 2 rekening bank yang berbeda yang berfungsi sebagai rekening transaksi dan satunya lagi sebagai rekening tabungan. Untuk Rekening transaksi, Anda bisa menempatkan uang belanja Anda untuk digunakan sewaktu-waktu. Namun, khusus untuk rekening tabungan, usahakan rekening yang “sulit dicairkan”. Anda bisa menyimpannya di rekening bank tanpa ATM dan tak berbiaya (seperti TabunganKu) atau menginvestasikannya dalam bentuk emas. Tujuannya adalah agar Anda tidak tergoda untuk mengotak-atik rekening tabungan Anda secara bebas.


3. Biasakan Sedekah dan Menabung di Awal
Salahs atu kesalahan dalam mengelola keuangan rumah tangga adalah tidak memerhatikan cara bersedekah dan menabung yang benar. Biasakan untuk mengeluarkan sedekah di awal, supaya gaji yang Anda terima menjadi berkah dan “dicukupkan” oleh Allah Allah SWT sampai akhir bulan. Banyak dari kita yang tak memerhatikan ini sehingga berkah gaji pun tak dapat dirasakan. Jangan hanya “menyisihkan”, namun betul-betul keluarkan dengan niat yang benar.

Begitu pula dengan menabung, langsung potong gaji Anda dan masukkan ke rekenig tabungan sejak awal. Menabung di akhir hanya akan membuat Anda tak memiliki tabungan selamanya.


4. Lunasi Hutang dan Cicilan

Jika Anda memiliki htang baik berupa cicilan rumah, kendaraan, maupun kartu kredit, segera sisihkan dana maksimal 30% dari pendapatan Anda untuk pos pengeluaran ini. Jangan sampai Anda terlena sehingga hutang makin mengggunung tanpa Anda sadari. Ingat, hutang wajib dibayar, meskipun Anda sudah meninggal. Segerakan membayar hutang.


5. Catat Pengeluaran dengan Tertib
Hal ini mungkin agak sulit dilakukan, namun cobalah belajar untuk mencatat setiap pengeluaran Anda sekecil apapun. Dengan rajin mencatat pengeluaran, Anda akan tahu kemana uang gaji Anda mengalir.


6. Bersikap Hemat
Untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga dengan gaji yang minim (atau tetap), maka diperlukan kreativitas dan sikap hemat pada seluruh anggta keluarga. Sikap Hemat akan membuat kita dapat lebih menghargai uang yang kita peroleh dengan susah payah. Berhemat juga merupakan sikap yang baik, sehingga kita tidak terjerat utang konsumtif yang akan berujung pada penderitaan dan penyesalan.


7. Cerdas Menggunakan Kartu Kredit
Sebagian orang membutuhkan kartu kredit untuk kelancaran bertransaksi. Membayar belanja online, misalnya. Namun, mengingat kartu kredit dapat menjerumuskan Anda pada konsumerisme, sebaiknya Anda bijak dalam menggunakan kartu kredit. Bila tak mendesak, jangan pernah menggunakan kartu kredit, supaya gaji Anda tak digerogoti “hantu” kartu kredit ini.

(sumber: http://www.fimadani.com/ini-dia-7-tips-mengelola-gaji/)

Itu tadi sedikit tips yang bisa dibagi, alhamdulillah saya sendiri sejak smp sudah diberi kepercayaan untuk mengatur sendiri keuangan pribadi dengan mulai diberi uang saku per-minggu kemudian terus meningkat per-bulan hingga kuliah dan dengan jumlah yang bisa dibilang lebih sedikit dari uang saku teman-teman saya pada umumnya. Jadi setelah bekerja dan sekarang berumah tangga Insyaallah berapapun penghasilan keluarga kami insyaallah tidak terlalu sulit mengaturnya walau kadang harus lebih berhemat dan prihatin, yang penting kebutuhan utama tetap tercukupi.

Dan perlu diingat berapapun penghasilan kita ada unsur 'keberkahan' yang kadang tidak kita sadari dimana meski penghasilan dirasa sedkit tapi Insyaallah ada Allah SWT yang akan mencukupkan karena kalkulator manusia tidak sama dengan kalkulator Allah. Semoga kita selalu didekatkan dengan pekerjaan dan orang-orang yang mendekatkan kita pada-Nya sehingga Allah SWT selalu memberkahi rizki yang Allah berikan pada kita dan keluarga kita. Aamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Get Well Soon My Sweety

  Ini adalah catatan pertamaku di tahun 2022, catatan pertama yang diawali dengan kesedihan. Kesedihan karena tulisan ini aku buat saat seda...