Sabtu, 05 September 2009

Nasinya Belum Matang

Selasa, 1 September 2009 (setelah shalat magrib)

Alhamdulillah...
adzan maghrib telah berkumandang tanda bahwa sudah tiba waktunya berbuka puasa. Seperti biasa segelas air putih dan 2 butir kurma jadi menu pembuka sebelum makan besar nanti. Selesai menyantap kurma yang terakhir, tak seperti biasanya aku tertarik dengan makanan lain (tahu isi) yang baru saja dibeli. Jadilah tahu isi yang masih hangat menemani 2 butir kurma di perutku sementara.

Kami biasa makan berat setelah shalat maghrib. Aku dan bapak masih berada di ruang sholat, tiba - tiba terdengan suara terkejut dan disusul tawa iba dari ruang makan. what's wrong???
"Sudah dzikir aja yang lama, makannya nanti ba'da tarawih" kata ibu. Ternyata...NASINYA BELUM MATENG!!!

Wedew...bagaimana ini???
Aku sendiri sih tidak terlalu lapar, Alhamdulillah puasa kali ini rasa lapar dan haus tidak terlalu mengganggu. Nada kecewa dan juga kesan lucu terdengar dari mulut ibu. Mungkin tadi sore saat memasak nasi ibu lupa memasang "magic com" di posisi "cook". Padahal tadi ibu sudah memuji - muji masakannya hari ini dan ingin segera menyantapnya dan saat akan mengambil nasi...tuinggggg!!! yang ada hanya beras yang dalam air. Akhirnya menu berbuka hari ini diganti dengan molen dan empek - empek yang kebetulan tadi sore baru kubeli. Untunglah tidak ada anak kecil dirumah, kalau ada kasihan si dedek. Sambil menonton tv kami masih tertawa mengingat peristiwa barusan.

Btw kami memang benar - benar keluarga yang kompak. Ibu-pun menelpon adikku yang memang sedang kuliah di luar kota untuk menceritakan peristiwa barusan and then...
Adikku juga ternyata belum makan karena NASINYA BELUM MATANG!!! hanya bedanya dia lupa mencolokan kabel "magic com" sebelum berangkat kuliah. Kok bisa samaan ya??? Tapi baguslah berarti kita kompak Hehehe...

Satu lagi kejutan hari ini selain nasi yang belum matang. Seperti biasa setiap tarawaih aku mengambil posisi dekat jendela yang terbuka. Saat sedang dzikir setelah sholat isya...aku dikagetkan dengan sosok putih yang tiba - tiba muncul dijendela sebelahku. Nyaris jantungku copot...sampai - sampai masih deg-degan saat tarawih akan dimulai. Dasar kucing!!! maen loncat dan bertengger aja di jendela, untung ga mencium diriku.

Ya setidaknya peristiwa hari ini masih bisa membuat kami tersenyum dan tertawa bersama. Terima kasih Ya Allah masih memberikan keceriaan ditengah keluarga kami. ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Get Well Soon My Sweety

  Ini adalah catatan pertamaku di tahun 2022, catatan pertama yang diawali dengan kesedihan. Kesedihan karena tulisan ini aku buat saat seda...